Zaynab binti Muhammad adalah anak kedua Nabi Muhammad dengan KhadijahZaynab juga disebut puteri pertama Rasulullah.

Ia satu diantara 7 anak anak Rasulullah.  Anak pertama Rasulullah adalah Qasim.

Nama lengkapnya adalah Zaynab binti Muhammad bin Abdullah. Nasabnya adalah anak Muhammad dan Khadijah.

 


Nasab Zaynab

Ayahnya adalah Muhammad bin Abdullah

Ibunya adalah Khadijah binti Khuwailid

Suaminya adalah Abi Al Ash bin Rubai Laqit bin AbduI Uzza ibn  Abdu Syams 

Anak Anak Zaynab :

  1. Ali bin Abi Al Ash.
  2. Umamah binti Abi Al Ash

 


Tahun Lahirnya  Zaynab

Zaynab lahir pada tahun 600 M atau  lima tahun setelah Muhammad SAW menikah dengan Khadijah. Waktu itu usia Rasulullah sekitar 30 tahun. Jadi Zaynab lahir  Tahun 10 BB [ 10 tahun sebelum tahun bi’tsah/ tahun kenabian ] atau Tahun ke 23 BH [ 23 tahun sebelum Hijrah ]

 


Tahun Wafatnya Zaynab

Zaynab wafat pada 8 Hijrah.  Tiga tahuh kemudian, ayahanda tercinta, Rasulullah Muhammad  wafat pada 11 H. Dan tahun berikutnya, 12 H, wafatlah sang suami Al Ash.

Beberapa bulan kemudian, Fathimah melahirkan anak perempuan, Rasulullah memberinya nama Zaynab, untuk mengenang Zaynab anak yang dicintainya itu.

 


Suami Zaynab

 

Pada tahun 610 M ketika Zaynab berumur 10 tahun, Bibi Zaynab [ kakak ibunya ] Halah binti Khuwailid,  meminang dirinya untuk puteranya yang bernama Abi Al Ash bin Rubai Laqit bin AbduI Uzza ibn  Abdu Syams  Waktu itu usia Al Ash. diperkirakan 16 tahun.  Semua pihak setuju dan ridha. Zaynab binti Muhammad SAW pun diboyong ke rumah Al Ash bin Rubai Laqit

Zaynab mendapat hadiah pernikahan dari Khadijah seuntai kalung dari batu onyx. Khadijahmenemui kedua suami isteri yang saling mencintai itu dan mendoakan agar keduanya mendapatkan berkah.
Kemudian dia melepas kalungnya dan menggantungkannya ke leher Zaynab sebagai hadiah bagi pengantin.  Kelak kalung inilah yang dijadikan barang tebusan oleh Zaynab untuk membebaskan Al Ash yang menjadi tawanan pada perang Badar.

Rasulullah yang mengenali kalung tersebut langsung menitikkan air mata dan meminta agar sahabat sahabatnya membebaskan Al Ash menantunya yang masih tetap kafir itu, tanpa tebusan.

Beberapa bulan setelah pernikahan, Al Ash pergi berniaga.  Saat ia berniaga itulah, Muhammad mendapat wahyunya yang pertama.

Ketika Muhammad diangkat menjadi rasulKhadijah,  Zaynab beserta 3 adik perempuannya yakni RugayyahUmmu Kultsum dan Fathimah. langsung memeluk agama Islam.  Namun sayang, ketika Al Ash pulang dari berniaga dan memperoleh kabar tentang kenabian mertuanya, Al Ash  menolak ajaran baru itu. Dan ketika kaum muslimin diperintahkan untuk hijrah ke Madinah, Zainab ikut serta beserta keluarganya.  dan ikut hijrah ke Madinah, sementara suaminya bertahan dalam agamanya di Mekah sampai dia tertawan dalam peperangan Badar.

Di saat itu, Rasulullah meminta kepadanya untuk menceraikan Zainab, lalu diceraikannya.

Setelah perjanjian Hudaibiyah, pada 7 H setelah Abul As masuk Islam, Rasulullah saw. menikahkan mereka kembali.

 


Anak Anak Zaynab

 

  1. Ali bin Abi Al Ash

Ali lahir pada tahun 613 M atau tahun ke 4 Bit’sah [ tahun kenabian ].

Ali bin Al Ash disusui oleh wanita dari bani Ghadhirah dan dididik di sana untuk mempelajari dasar dasar berbahasa arab yang murni dan fasih. Ketika ia menyelesaikan pendidikannya, ayahnya,  Al Ash belum juga mau memeluk Islam.

Maka Rasulullah mengambil Ali untuk tinggal bersama beliau.  Akhirnya Ali bin Abi Al Ash tinggal di rumah, dan diasuh langsung oleh Khadijah dan Rasulullah [ kakek neneknya ] dan paman- bibinya.

‘Aku lebih berhak atas cucu anakku daripada siapapun. Dan seorang muslim lebih berhak atas muslim yang lain daripada orang kafir manapun’

Ali bin Abi Al Ash  inilah yang pada peristiwa Fathu Mekah, peristiwa pembebasan mekah, Ali duduk di belakang Rasulullah di atas kuda memasuki kota Mekah.
Ali bin Abi Al Ash hidup sampai dewasa, dan terbunuh dalam perang Yarmuk.   Ali tidak memiliki keturunan.

 

2. Umamah binti Abi Al Ash

Tujuh tahun setelah kelahiran Ali bin Abi Al Ash, tepatnya pada tahun 620 M atau tahun ke  11 B  [ 3 tahun sebelum Peristiwa Hijrah ] Zaynab melahirkan Umamah.

Umamahlahir ketika Khadijah sang nenek, masih hidup.  Beberapa bulan kemudian [ masih ditahun yang sama, tahun 11 B ] Khadijah meninggal dunia.

Nabi sangat menyayangi Umamah..  Beliau tidak pernah berpisah darinya meski sedang shalat.  Bila shalat dan Umamah ada dalam gendongan beliau, Nabi akan shalat sambil menggendong Umamah.

Suatu ketika Nabi datang ke mesjid bersama Umamah kecil di atas pundaknya. Beliau shalat dgn Umamah digendong di atas pundaknya. Ketika akan rukuk dan sujud, Nabi menurunkan anak itu dgn lemah lembut dan menggendongnya kembali di atas pundaknya setelah selesai rukuk dan sujud.  Sungguh Umamah adalah cucu yang beruntung.

Suatu ketika Nabi mendapat kalung emas hadiah dari Negus (Kerajaan Aksum Etiopia). Umamah sedang bermain di pojok rumah. Beliau berkata akan memberikan kalung ini kepada perempuan yang paling dicintainya.
Para istri Nabi berpikir bahwa kalung tsb akan diberikan kepada  Aisyah.  Namun Nabi memanggil Umamah
dan mengalungkan kalung emas itu.
Pada saat sang ibu Zaynab wafat pada 8 H atau 630 M, Umamah berusia 10 tahun dan sedang mendekati masa puber.  Menjelang kematian Nabi 633 M atau 11 H, Umamah berusia 13 tahun dan siap untuk menikah.  Namun sang kakaek wafat, lalu 6 bulan kemudian menyusul bibinya, Fathimah,

Kemudian sang paman,  Ali bin Abu Thalib  menikahi Umamah pada tahun itu juga.   Ali terbunuh th 40 H dan meninggalkan pesan untuk Mughirah bin Nufal (cucu Abdul Muthalib) untuk menikahi Umamah. Beberapa tahun kemudian Umamah wafat. Seperti kakaknya Ali bin Abi Al Ash., Umamah juga  tidak memiliki keturunan.

.