بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Zainab binti Khuzaimah adalah istri ke lima  Rasulullah yang dinikahi tak berapa lama setelah Rasulullah menikahi Hafsah binti Umar.  Namun Zainab adalah istri kedua Rasulullah yang meninggal setelah Khadijah.

Zainab adalah janda Ubaidah bin Al Haris bin Al Muthalib yang telah mati syahid, gugur dalam perang Badar.  Zainab dikenal karena kebaikan hatinya. Suka menolong orang, dermawanan dan santun terhadap orang miskin hingga digelari Ummul Masakin [ ibu orang orang miskin ].

Umurnya sungguh sudah tidak muda lagi dan parasnya pun tidak istimewa. Zainab dinikahi adalah untuk menjaga kemuliaan janda pahlawan perang Badar yang mati syahid itu. Rasulullah sungguh memperhatikan janda para pejuangnya. Satu atau dua tahun [ ada yang mengatakan hanya kisaran bulan ] sesudah pernikahannya dgn nabi beliau meninggal. Untuk dan mengagungkannya, Rasulullah mengurus mayat Zainab dengan tangan dia sendiri.  Zainab adalah Ummul Mukminin.

.


Nasab Zainab binti Khuzaimah

Nama lengkap beliau adalah Zainab binti Khuzaimah ra. bin Al-Harits bin Abdullah bin Amr bin Abdu Manaf bin Hilal bin Amir bin Sha’sha’ah Al-Hilaliyah.
Ibu beliau bernama Hindun binti ‘Auf bin Al-Harits bin Hamathah. Berdasarkan asal usul keturunannya, dia termasuk keluarga yang dihormati dan disegani.

Di zaman jahiliyah, beliau dikenal dengan nama Ummul Masakin (ibunda orang-orang miskin).
Ibnu Sa’ad berkata, “Zainab binti Khuzaimah ra. bin Al-Harits bin Abdullah bin ‘Amr bin Abdu Manaf bin Hilal bin ‘Amir bin Sha’sha’ah, beliau dikenal dengan gelar Ummul Masakin di zaman jahiliyah”


Kunyah Zainab binti Khuzaimah

Al-Balazary berkata, “Ummul Masakin adalah kunyah bagi Zainab ra. di masa jahiliyah.”

Al Asqalany berkata, “Zainab memang dipanggil dengan sebutan Ummul Masakin di masa jahiliyah.”
Dalam sebuah riwayat Ath Thabrany, beliau mengatakan, “Rasulullah saw. menikahi Zainab binti Khuzaimah Al-Hilaliyah ra., atau sering disebut dengan sebutan Ummul Masakin. Dikenal dengan sebutan itu, karena beliau banyak memberi makan orang-orang miskin.
Ibnu Katsir juga berkata, “Zainablah yang sering dikenal dengan sebutan Ummul Masakin. Itu karena beliau banyak bersedekah, dan berbuat baik kepada orang-orang miskin.”


Tahun Kelahiran Zainab binti Khuzaimah 

Tanggal lahirnya tidak diketahui dengan pasti, namun ada riwayat yang rnenyebutkan bahwa dia lahir Tahun 13 BB.

 


Tahun Wafatnya Zainab binti Khuzaimah

Zainab diperkirakan wafat tahun 3 H atau 4 H.

 


Tahun Pernikahan Dengan Rasulullah

Zainab menikah dengan Rasulullah tidak berapa lama setelah Rasulullah menikahi Hafshah. Jadi pernikahan terjadi pada tahun yang sama, yakni tahun 3 H

 


Riwayat Pernikahannya

Suami pertama Zainab adalah Thufail bin Haris bin Abdil-Muththalib, yang kemudian menceraikannya. Dia menikah lagi dengan Ubaidah bin Haris, namun dia terbunuh pada Perang Badar atau Perang Uhud. Sebagian perawi mengatakan bahwa suami keduanya adalah Abdullah bin Jahsy. Sebenarnya masih banyak perawi yang mengemukakan pendapat yang berbeda-beda.

NoNama, Lahir Wafat, Nikah, Status, Suami Sebelumnya, Anak Dari Nabi
1Khadijah binti Khuwailid, 555 M/ 55 BB - 619 M/ 4 BH, 595 M, Janda, Atiq bin Abid dan Abu Halah bin Malik, Qasim - Zaynab - Abdullah - Ruqayyah - Ummu Kultsum - Fatimah
2Saudah binti Zam'ah, ? - 54 H, 620/621 M atau 3/2 BH, Janda, Sakran bin Amr bin Abdu Syams, Tidak Ada
3Aisyah binti Abu Bakar, 614 M/ 9 BH - 58 H, 620/621 M atau 3/2 BH Gadis,-Tidak Ada
4Hafshah binti Umar,607 M/ 3 BB - 45 H,3 H, Janda, Khunais bin Hudhafah al Sahmiy,Tidak Ada
5Zainab binti Khuzaimah, 597 M/ 13 BB - 4 H, 3 H, Janda, Ubaidah bin Al Haris bin Al Muthalib,Tidak Ada
6Ummu Salamah, 597 M/ 13 BB - 680 M, 4 H, Janda, Abdullah bin Abdul Asad Al Makhzumi,Tidak Ada
7Juwairiyah Binti Al Harits, 609 M/ 14 BH - 50 H, 5 H, Janda, Musafi’ bin Shafwan,Tidak Ada
8Zainab binti Jahsy,590 M/ 33 BH - 20 H, 5 H, Janda, Zaid bin HaritshahTidak Ada
9Ummu Habibah,592 M/ 31 BH - 44 H, 6 H,Janda,Ubaydullah bin Jahsy,Tidak Ada
10Maymunah binti Harits, 604 M/ 6 BB - 63 H, 6 H, Janda,Ibnu Mas’ud bin Amru bin Ats-Tsaqafi dan Abu Ruham bin Abdul Uzza, Tidak Ada
11Shafiyah binti Huyay,612 M/ 2 B - masa kekhalifahan Mu’awiyah,629 M atau 7 H,Janda,Salam bin Abi Al-Haqiq dan Kinanah bin Rabi' bin Abil Hafiq, Tiidak Ada
12Maria Qibtiyah, ?7 HBudak- Ibrahim

 

*Istilah yang digunakan :

M = Tahun Masehi

H = Tahun Hijirah,

BH = sebelum tahun Hijrah

B = Tahun Kenabian, yakni tahun saat Muhammad diangkat menjadi Rasul yakni tahun 610 M, dengan asumsi Rasul lahir tahun 570 M

BB = sebelum Tahun Kenabian,

.


Kisah Zainab binti Khuzaimah

Zainab binti Khuzaimah r.a. termasuk kelompok orang yang pertama-tama masuk Islam dari kalangan wanita. Yang mendorongnya masuk Islam adalah akal dan pikirannya yang baik, menolak syirik dan penyembahan berhala, dan selalu menjauhkan diri dari perbuatan jahiliah. Para perawi berbeda pendapat tentang nama-nama suami pertama dan kedua sebelum dia menikah dengan Rasulullah.

Sebagian perawi mengatakan bahwa suami pertama Zainab adalah Thufail bin Harits bin Abdil-Muththalib, yang kemudian menceraikannya. Dia menikah lagi dengan Ubaidah bin Harits, namun dia terbunuh pada Perang Badar atau Perang Uhud. Sebagian perawi mengatakan bahwa suami keduanya adalah Abdullah bin Jahsy. Sebenarnya masih banyak perawi yang mengemukakan pendapat yang berbeda-beda.

Akan tetapi, dari berbagai pendapat itu, pendapat yang paling kuat adalah riwayat yang mengatakan bahwa suami pertamanya adalah Thufail bin Harits bin Abdil-Muththalib. Karena Zainab tidak dapat melahirkan (mandul), Thufail menceraikannya ketika mereka hijrah ke Madinah.

Untuk memuliakan Zainab, Ubaidah bin Harits (saudara laki-laki Thufail) menikahi Zainab. Sebagaimana kita ketahui, Ubaidah bin Harits adalah salah seorang prajurit penunggang kuda yang paling perkasa setelah Hamzah bin Abdul Muthalib dan Ali bin Abi Thalib. Mereka bertiga ikut melawan orang-orang Quraisy dalam Perang Badar, dan akhirnya Ubaidah mati syahid dalam perang tersebut.

Setelah Ubaidah wafat, tidak ada riwayat yang menjelaskan tentang kehidupannya hingga Rasulullah saw. menikahinya. Rasulullah menikahi Zainab karena dia ingin melindungi dan meringankan beban kehidupan yang dialaminya.

Hati dia menjadi luluh melihat Zainab hidup menjanda, sementara sejak kecil dia sudah dikenal lemah lembut terhadap orang- orang miskin. Sebagai Rasul yang membawa rahmat bagi alam semesta, dia rela mendahulukan kepentingan kaum muslimin, termasuk kepentingan Zainab. Dia senantiasa memohon kepada Allah agar hidup miskin dan mati dalam keadaan miskin dan dikumpulkan di Padang Mahsyar bersama orang-orang miskin.

Meskipun Nabi saw. mengingkari beberapa nama atau julukan yang dikenal pada zaman jahiliah, tetapi beiau tidak mengingkari julukan “ummul masakin” yang disandang oleh Zainab binti Khuzaimah.

Selain dikenal sebagai wanita yang belas kasih, Zainab juga dikenal sebagai istri Rasulullah saw. yang senang meringankan beban saudara-saudaranya. Sebagaimana diriwayatkan oleh Atha bin Yasir yang mengisahkan, bahwa Zainab mempunyai seorang budak hitam dari Habasyah. Ia sangat menyayangi budak itu, hingga budak dari Habasyah itu tidak diperlakukan layaknya seorang budak, Zainab malah memperlakukan layaknya seorang kerabat dekat.

Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah saw. pernah menyatakan pujian kepada Ummul Mukminin Zainab binti Khuzaimah r.a. dengan sabdanya, Ia benar-benar menjadi ibunda bagi orang-orang miskin, karena selalu memberikan makan dan bersedekah kepada mereka.

 


Menjadi Ummul-Mukminin

Tidak diketahui dengan pasti masuknya Zainab binti Khuzaimah kedalam rumah tangga Nabi saw, apakah sebelum Perang Uhud atau sesudahnya. Yang jelas, Rasulullah saw. menikahinya karena kasih sayang terhadap umatnya walaupun wajah Zainab tidak begitu cantik dan tidak seorang pun dari kalangan sahabat yang bersedia menikahinya.

Tentang lamanya Zainab berada dalam kehidupan rumah tangga Rasulullah pun banyak terdapat perbedaan. Salah satu pendapat mengatakan bahwa Zainab memasuki rumah tangga Rasulullah selama tiga bulan, dan pendapat lain delapan bulan. Akan tetapi, yang pasti, prosesnya sangat singkat karena Zainab meninggal semasa Rasulullah hidup. Di dalam kitab sirah pun tidak dijelaskan penyebab kematiannya. Zainab meninggal pada usia relatif muda, kurang dari 30 tahun, dan Rasulullah yang menyalatinya.

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

.