بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Wahyu secara Bahasa memiliki dua makna dasar : tersembunyi dan cepat.

Informasi secara tersembunyi dan cepat yang khusus ditujukan kepada pihak tertentu tanpa diketahui pihak lain.

Pengertian wahyu secara bahasa dalam Al Quran :

Ilham yang merupakan naluri (instinct) pada hewan, sperti dalam surat An Nahl [16] ayat 68 :

 وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ 68

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”.

Ilham yang menjadi fitrah manusia.  Surat Al Qashash [28] ayat 7 :

 وَأَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّ مُوسَى أَنْ أَرْضِعِيهِ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ وَلا تَخَافِي وَلا تَحْزَنِي إِنَّا رَادُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ الْمُرْسَلِينَ

Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa ; “Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.

 

Isyarat yang cepat melalui ‘kode (isyarat)’

َْ‫ف‬ِْ‫ب‬‫ا‬َ‫ر‬ْ‫ح‬َِّْ‫ْال‬َِِِْْ‫ه‬ِِ ْ‫ت‬َ‫ق‬ْ‫ى‬َ‫ل‬َََْ‫ج‬َ‫ر‬َ‫خ‬َ‫ف‬‫ى‬َ‫ح‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ََْْ‫أ‬ْْ‫م‬ِ‫ه‬َُْ‫ل‬ِ‫إ‬ْ‫ا‬ً َ‫ر‬ْْ‫تاْب‬‫ح‬ِ‫ب‬َ‫س‬ْ‫ًّا‬ََََُِّ‫و‬(١٩:١١)

“Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang.”

Bisikan syetan untuk menghias yang buruk, surat Al An’aam [6] ayat 161 :

. …ََِّْ‫إ‬َ‫و‬َُِْْ‫اط‬َََُّّ‫ال‬َْ‫ل‬ََْ‫ت‬‫تح‬ُْْ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫ئ‬‫ا‬َُِ‫ل‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ْ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ِْ‫د‬‫ا‬َ‫ج‬ُِ‫ل‬ْْ‫م‬‫تك‬‫ل‬…

“…Sesungguhnya setan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu;…”

Perintah Allah kepada Malaikat Nya untuk dikerjakan, surat Al Anfaal [8] ayat 12 :

ْْ‫ذ‬ِ‫إ‬‫ي‬ ِ‫تح‬‫ي‬ْ‫ت‬ِ‫ب‬َ‫ث‬َ‫ف‬ْْ‫م‬َْ‫ْع‬َِْ‫ي‬ِ‫ن‬َ‫أ‬ِْ‫ة‬َِْ‫ئ‬َ‫ال‬ََّْ‫ىْال‬َ‫ل‬ِ‫إ‬َْ‫ك‬‫ب‬َ‫ر‬ْ‫تا‬‫ن‬َِ‫ا‬َََْْ‫ِي‬‫ذ‬َّ‫تاْال‬…

“(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat : “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman”.

Pengertian di atas adalah pengertian secara Bahasa saja (mengingat wahyu berasal dari kosa kata Bahasa Arab yang memiliki derivatif yang banyak), dan BUKAN yang dimaksud dalam pengertian wahyu yang Diturunkan oleh Allah kepada Nabi Nya.

Seperti kata ‘Shaum’ (puasa), secara Bahasa berarti ‘menahan’. Namun bukan berarti orang menahan beratnya koper berarti sudah puasa. Di sinilah perlunya pengertian secara istilah/syariat.

Untuk wahyu, pengertian wahyu adalah pemberitahuan dari Hadirat Allah Yang Maha Tinggi kepada seorang Nabi dari NabiNabi Nya berkenaan dengan hukum syariat atau sebagainya.” (Sayyid Rasyid Ridha dalam “Al-Wahyu Al- Muhammadiy” mengutip “Risalah Tauhid”)

“Kalam Allah yang diturunkan kepada seorang Nabi.” (Syaikh Mana’ Al-Qahthan)

“Sesuatu yang dituangkan dengan cara cepat dari Allah ke dalam dada nabinabi-Nya, sebagaimana dipergunakan juga untuk Al-Quran.” (TM. Hasbi Ash-Shiddieqy)

Secara Istilah dan Secara Syariat
“Pengetahuan yang didapati seseorang dalam dirinya dengan suatu keyakinan bahwa pengetahuan itu datang dari Allah, baik dengan melalui perantaraan ataupun tidak. Yang pertama melalui suara yang terjelma dalam telinganya atau bahkan tanpa suara. Beda antara wahyu dengan ilham adalah bahwa ilham itu intuisi yang diyakini oleh jiwa yang mendorong untuk mengikuti apa yang diminta tanpa sadar dari mana datangnya. Hal seperti itu serupa dengan perasaan lapar, haus, sedih dan senang.” (Ustadz Muhammad Abduh sebagaimana dikutip Syaikh Mana’ al-Qahthan)

Inilah yang dimaksud dengan wahyu dalam :

“Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.”

Wallahu a’lam bil showab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ