Ustman bin Affan  adalah menantu Nabi, ia juga Khalifah Islam yang ketiga, sahabat Nabi yang utama, dan termasuk Asratul Kiram [ 10 sahabat yang dijamin masuk surga ] dan terhitang As Sabiqunal Al Awwalun.  Ia juga ikut pada dua kali hijrah.  Yakni pada hijrah yang pertama [ ke Habasyah ] dan hijrah yang kedua [ ke Yastrib ]

Beliau juga satu dari enam ahli syura, yang memusyawarahkan pengganti khalifah Umar bin Khattab.

Sayyidna Ustman adalah menantu Nabi, bahkan ia terhitung dua kali menjadi menantu Nabi. Ia dijuluki Dzunnurain [ pemilik dua cahaya ]

Ustman bin Affan menikahi Rugayyah pada tahun kenabian atau 610 Masehi.  Kemudian  Rugayyah wafat pada 624 Masehi atau 2 Hijriyah.  Kesedihan amat mendera hati Ustman sehingga Rasulullah jatuh kasihan.  Atas petunjuk Allah juga, akhirnya Rasulullah menikahkan Ustman dengan Ummu Kultsum pada tahun 625 M atau 3 H.

 


Kisah Utsman Bin Affan radiyallahu’anhu:

Alkisah, pada masa jahiliyyah Utsman r.a bahwa Rasulullah saw menikahkan putri beliau Ruqayyah dengan anak pamannya, Abu Lahab.
Sehingga Utsman sangat menyesal sekali karena ia tidak sempat mendahului anak Abu Lahab dan tidak bisa merasakan akhlak Ruqayyah yang terpuji dan kemuliaan nenek moyangnya.

Ia kemudian kembali pulang menemui keluarganya dalam keadaan sedih, dan ternyata ia mendapati bibinya Su’da Binti Kariz r.a sedang bersama keluargannya, sedangkan Su’da adalah seorang wanita yang bijaksana, cerdas lagi msaih muda.

Kemudian Su’da menyingkap mendung yang menyelimuti wajah Utsman dan menyampaikan kabar gembira kepadanya, tentang munculnya seorang nabi yang akan menghancurkan peribadatan kepada berhala, dan menyeru untuk beribadah hanya kepada Dzat Yang Maha Esa lagi Ynag Maha Menghisab serta memberi pembalasan.

Ia juga memotivasi Utsman untuk masuk dalam agama Nabi tersebut serta menyampaikan kabar gembira kepadanya, bahwa ia akan mendapatkan apa yang ia harapkan dari Nabi tersebut.

Utsman r.a bercerita, “Kemudian aku pergi sedangkan aku masih memikirkan tentang perkataan bibiku. Akupun memutuskan untuk bertemu dengan Abu Bakar r.a, dan bercerita kepadanya apa yang telah disampaikan bibiku kepadaku.

Maka Abu Bakar r.a berkata, “Demi Allah, bibimu sungguh jujur dalam kebaikan yang ia samapaikan kepadamu wahai Utsman. Sedangkan adalah seorang laki – laki yang cerdas dan bijaksana. Bagi anda kebenaran tidak akan tersembunyi dan bercampur dengan kebatilan.”

Kemudian Abu Bakar r.a berkata kepadaku, “Apa hebatnya berhala – berhala yang diibadahi oleh kaum kita? Bukankah ia hanya sekedar batu yang tuli, tidak dapat mendengar dan melihat?”

Maka aku menjawab, “Benar.”

Abu Bakar r.a melanjutkan, “ Sesungguhnya apa yang telah disampaikan oleh bibimu wahai Utsman, benar – benar terjadi. Karena Allah Subhanahu wata’ala telah mengutus orang yang ditunggu – tunggu dan membangkitkannya kepada manusia seluruhnya dengan membawa agama untuk petunjuk dan kebenaran.”

Maka aku bertanya, “Siapakah dia?”

Abu Bakar r.a menjawab, “ Sesungguhnya ia adalah Muhammad Bin Abdillah bin Abdil Muthalib.”

Aku bertanya lagi, “ Apakah dia Ash-Shadiq Al-Amin (orang yang jujur lagi terpercaya) itu?”

Abu Bakar menjawab, “ Benar dialah orangnya.”

Lalu aku berkata, “ Maukah kamu mengantarkan aku kepadanya?”
Abu Bakar r.a menjawab, “ Ya.” Lalu kitapun pergi menjumpai Nabi Salallahu ‘Alaihi Wasallam.

Tatkala beliau Salallahu ‘Alaihi Wasallam melihatku, beliau Salallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “ Wahai Utsman, penuhilah penyeru Allah ini, sesungguhnya aku adalah utusan Allah Subhanahu Wata’ala kepada kalian secara khusus dan kepada mahluk Allah secara umum.”

Utsman melanjutkan, “ Maka demi Allah, setelah mataku melihat beliau Salallahu ‘Alaihi Wasallam dan aku mendengar perkataannya, maka akupun menjadi tentram dan membenarkan kerasulannya. Setelah itu akupun mengucapkan syahadat Laillaha ilallah Wa anna Muhammadan ‘Abduhu Wa Rasuluhu.”

Setelah masuk islma Utsman r.a mendengar bahwa Utbah Bin Abu Lahab menceraikan Ruqayyah Binti Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam karena kebencian dan kedengkian terhadap Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam.

Hampir saja Utsman r.a terbang sangking kegembiraannya ketika mendengar berita diceraikannya Ruqayyah. Ia pun segera menemui Nabi Salallahu ‘Alaihi Wasallam untuk melamar Ruqayyah. Rasul Salallahu ‘Alaihi Wasallam menikahkan putrinya tersebut dengan Utsman r.a.

Sedangkan orang yang mengantar mempelai perempuan kepada mempelai laki – laki adalah ibunda nya sendiri, Ummul Mukminin, Khadijah Binti Khuwailid r.a.

Utsman r.a adalah orang Quraisy yang sangat indah pancaran wajahnya, pancarannya tersebut menyerupai dirinya dalam keadilannya. Tatkalah Ruqayyah diantarkan kepada Utsman, ada yang berkata, “ Sebaik – baik pasangan suami istri yang pernah dilihat manusia adalah Ruqayyah dan Utsman.”

_____ Dari buku Ats-Tsalatsuna Al-Mubasysyaruna bil Jannah karya Dr. Musthafa Murad, Hal. 87 – 89

 

Setelah Ummu Kultsum wafat pada 631 M atau 9 Hijriyah, Ustman menikah dengan :

  • Fakhitah binti Ghazwan bin Jabir dan dianugrahi seorang anak yang bernama Abdullah al Ashghar.
  • Ummu ‘Amr binti Jundub bin ‘Amr al Azdyah dan dianugrahi beberapa orang anak yang bernama
    1. ‘Amr,
    2. Khalid,
    3. Aban,
    4. ‘Umar dan
    5. Maryam.
  • Fathimah binti Al-Walid bin Abdusy Syamsy bin al-Mughirah al-Makhzumiyah dan lahirlah
    1. Al-Walid,
    2. Sa’id dan
    3. Ummu Utsman.
  • Ummu al Banin binti ‘Uyainah bin Hishn al-Fazariyah dan dianugerahi seorang anak yang bernama Abdul Malik dan dikatakan ‘Utbah.
  • Ramlah binti Syaibah bin Rabi’ah bin Abdusy Syamsy bin Abdul Manaf bin Qushay dan lahir beberapa orang anak yang bernama
    1. Aisyah,
    2. Ummu Aban,
    3. Ummu ‘Amr dan
    4. Banat Utsman.
  • Na’ilah binti al-Farafishah bin al-Ahwash  dan dianugerahi seorang anak yang bernama Maryam

Ketika terbunuh, beliau rodhiyallohu ‘anhu memiliki empat orang istri: Na’ilah, Ramlah, Ummul Banin dan Fakhitah.

Dikatakan bahwa beliau telah mencerai Ummul Banin di saat beliau se-dang terkepung.36