بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ummu Habibah adalah istri kesembilan Rasulullah.  Rasulullah meminang dirinya saat ia berada di Habsyah pada tahun 614 M. Dan baru bercampur dengan Rasulullah setelah ia kembali ke Madinah tahun 628 M.

Ummu Habibah bersama Zainab binti Jahsy adalah dua istri Rasulullah yang berstatus janda cerai. Ia adalah anak Abu Sufyan bin Harb, salah satu pemimpin Quraisy yang amat membenci Rasulullah. Ummu Habibah termasuk As Sabiqunal Awwalun dan ia adalah Ummul Mukminin.

.


Nasab Ummu Habibah

Nama Ummu Habibah sebenarnya adalah Ramlah binti Abu Sufyan bin Harb. Dari suami pertamanya Ramlah memiliki anak yang diberi nama Habibah. Dari sinilah Ramlah mendapatkan kunyahnya. Dalam riwayat lain ia disebut sebagai Hindun.
Ayahnya : Abu Sufyan bin Harb bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu`ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an-Nadhar (Quraisy) bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan.

Abu Sufyan bin Harb tercatat memiliki 2 istri. Yakni :

  1. Hindun binti Utbah. Anak :
    1. Mu’awiyah, yg kemudian memiliki putra bernama Yazid bin Muawiyah bin Abu Sufyan bin Harb
    2. Utbah [ sama dengan nama anak Abu Lahab dan Ummu Jamil ]
  2. Shafiyah binti Abu Al Ash [ bin Umaiyah ]. Anak :
    1. Ummu Habibah atau Ramlah binti Abu Sufyan yang termasuk Assabiqun al Awwalun dan kemudian menjadi istri Rasulullah.

Bibinya : Ummu Jamil Urwa binti Harb, yang disebutkan di al Quran sebagai perempuan pembawa kayu bakar Ummu Jamil ini istrinya Abu Lahab, paman Rasulullah.

Muawiyah putra Abu Sufyan berhasil mendirikan dinasti Umayyah, yaitu dinasti muslim pertama yang memerintah dunia Islam selama seabad, antara tahun 661-750.

DIkemudian hari Muawiyah berperang melawan Ali bin Abi Thalib, sementara putranya Yazid bin Muawiyah terlibat peperangan yang akhirnya menyebabkan syahidnya Husain bin Ali beserta keluarga besar Husein.
Ummu Habibah tercatat memiliki saudara, diantaranya yang terkenal adalah Muawiyah

.


Tahun Kelahiran Ummu Habibah

Ummu Habibah diperkirakan lahir  Tahun 592 M atau 31 BH. Karena ketika hijrah ke Habsyah ia berusia sekitar 22 tahun.

.


Tahun Wafatnya Ummu Habibah

Ummu Habibah meninggal pada Tahun  44 H pada masa khalifah Mu’awiyah.

.


Tahun Pernikahan Dengan Rasulullah

Ummu Habibah menikah dengan Rasulullah pada Tahun 614 H atau Tahun 5 B. Dan ia baru dicampur Rasulullah saat Ummu Habibah kembali ke Madinah pada   628 M atau 6 H.

.


Riwayat Pernikahan

Suami pertama Ummu Habibah adalah Ubaydullah bin Jahsy, sepupu Rasulullah. Karena Ibu Ubaydillah adalah Umaimah binti Abdul Muthalib.  Suami istri itu termasuk As Sabiqunal Awwalun. Saat itu tekanan kaum kafir Quraisy amat besar terhadap umat Islam yang masih sedikit itu.  Tekanan dan siksaan datang bahkan dari Abu Sufyan bin Harb, ayah Ummu Habibah sendiri.

Itu sebabnya ketika Allah SWT mengijinkan untuk hijrah ke Abbysinia, Ummu Habibah dan Ubaydillah bin Jahsy ikut hijrah ke Abbysinia. Hijrah pertama itu terjadi pada  Tahun ke 614 M atau  5 BH.

Namun amat disayangkan di sana Ubaydillah murtad dan  masuk agama Nasrani sehingga Ummu Habibah meminta cerai. Ketika khabar itu sampai ke telinga Rasulullah, Rasulullah segera meminta tolong raja Habasyah, Negus untuk menikahkan dirinya dengan Ummu Habibah.

NoNama, Lahir Wafat, Nikah, Status, Suami Sebelumnya, Anak Dari Nabi
1Khadijah binti Khuwailid, 555 M/ 55 BB - 619 M/ 4 BH, 595 M, Janda, Atiq bin Abid dan Abu Halah bin Malik, Qasim - Zaynab - Abdullah - Ruqayyah - Ummu Kultsum - Fatimah
2Saudah binti Zam'ah, ? - 54 H, 620/621 M atau 3/2 BH, Janda, Sakran bin Amr bin Abdu Syams, Tidak Ada
3Aisyah binti Abu Bakar, 614 M/ 9 BH - 58 H, 620/621 M atau 3/2 BH Gadis,-Tidak Ada
4Hafshah binti Umar,607 M/ 3 BB - 45 H,3 H, Janda, Khunais bin Hudhafah al Sahmiy,Tidak Ada
5Zainab binti Khuzaimah, 597 M/ 13 BB - 4 H, 3 H, Janda, Ubaidah bin Al Haris bin Al Muthalib,Tidak Ada
6Ummu Salamah, 597 M/ 13 BB - 680 M, 4 H, Janda, Abdullah bin Abdul Asad Al Makhzumi,Tidak Ada
7Juwairiyah Binti Al Harits, 609 M/ 14 BH - 50 H, 5 H, Janda, Musafi’ bin Shafwan,Tidak Ada
8Zainab binti Jahsy,590 M/ 33 BH - 20 H, 5 H, Janda, Zaid bin HaritshahTidak Ada
9Ummu Habibah,592 M/ 31 BH - 44 H, 6 H,Janda,Ubaydullah bin Jahsy,Tidak Ada
10Maymunah binti Harits, 604 M/ 6 BB - 63 H, 6 H, Janda,Ibnu Mas’ud bin Amru bin Ats-Tsaqafi dan Abu Ruham bin Abdul Uzza, Tidak Ada
11Shafiyah binti Huyay,612 M/ 2 B - masa kekhalifahan Mu’awiyah,629 M atau 7 H,Janda,Salam bin Abi Al-Haqiq dan Kinanah bin Rabi' bin Abil Hafiq, Tiidak Ada
12Maria Qibtiyah, ?7 HBudak- Ibrahim

*Istilah yang digunakan :

M = Tahun Masehi

H = Tahun Hijirah,

BH = sebelum tahun Hijrah

B = Tahun Kenabian, yakni tahun saat Muhammad diangkat menjadi Rasul yakni tahun 610 M, dengan asumsi Rasul lahir tahun 570 M

BB = sebelum Tahun Kenabian,

.


Keutamaan Ummu Habibah

Ia meriwayatkan hadis Nabi Muhammad S.A.W sebanyak 65 hadis.

.


Kisah Ummu Habibah

Ramlah atau yang dikenal sebagai Ummu Habibah, namun berani menantang kekuasaannya ketika ia menolak dewa dari Quraisy dan cara korban mereka. Bersama suaminya, Ubaydullah bin Jahsy, ia meletakkan imannya kepada Allah saja dan menerima pesan dari nabi-Nya, Muhammad bin Abdullah.  Saat itu Ramlah dan Ubaydillah telah memiliki anak yang diberinama Habibah, sehingga kunyah Ramlah adalah Ummu Habibah.
Abu Sufyan mencoba dengan segala daya dan kekuatan di pembuangan untuk membawa kembali putrinya dan suaminya untuk agamanya dan agama nenek moyang mereka.

Tapi dia tidak berhasil. Iman yang tertanam di jantung Ramlah terlalu kuat untuk dijebol oleh badai kemarahan ayahnya, Abu Sofyan.
Abu Sufyan tetap sangat khawatir dan prihatin dengan masuk Islamnya sang putri.  Dia tidak tahu bagaimana menghadapi putrinya sendiri ,  ia jelas tak berdaya untuk mencegah Ramlah dari mengikuti Muhammad.

Satu satunya cara untuk ‘mengembalikan’ Ramlah dan suaminya adalah dengan memperlakukan dia dan suaminya secara kejam, sama seperti perlakuan terhadap orang Islam lainnya. Mereka menganiaya demikian kejam hingga umat Muhammad merasa bahwa hidup di Makkah menjadi tak tertahankan.

Pada tahun kelima kenabian atau Tahun 614 M, Nabi, SAW, memberi izin kepada umat Islam untuk bermigrasi ke Abyssinia [ Habasyah ] Ramlah, putri kecilnya Habibah, dan suaminya termasuk di antara mereka yang ikut hijrah.
Abu Sufyan dan para pemimpin Quraisy merasa sulit untuk menerima bahwa kelompok Muslim telah menyelinap keluar dari jaring mereka dan  menikmati kebebasan memegang keyakinan mereka dan mempraktekkan agama mereka di tanah Negus.

Oleh karena itu mereka sen d utusan kepada Negus untuk mencari ekstradisi mereka. Para utusan mencoba meracuni pikiran Negus terhadap Muslim tapi setelah memeriksa Muslim keyakinan dan mendengarkan Quran yang dibacakan, Negus menyimpulkan : “Apa yang telah diwahyukan kepada Nabi Muhammad dan Anda apa yang Yesus anak Maria diberitakan berasal dari sumber yang sama. ”

Beberapa sumber menyebutkan, bahwa Negus sendiri mengumumkan imannya di satu Allah yang benar dan penerimaannya dari kenabian Muhammad, SAW. Dia juga mengumumkan tekadnya untuk melindungi muhajirin Muslim.

Perjalanan panjang di jalan dari kesulitan dan kesusahan akhirnya menyebabkan oase ketenangan. Jadi Umm Habibah merasa damai. Tapi dia tidak tahu bahwa kebebasan baru yang ditemukan dan rasa damai ini kemudian hari akan hancur. Ditempat yang baru saja dirasakan ketenangan ini, ia justru mengalami peristiwa besar yang cukup mengguncang hidupnya.

Disebutlah dalam salah satu sumber, bahwa suatu malam,  Umm Habibah tertidur dan dia bermimpi di mana ia melihat suaminya di tengah samudra tak terukur tertutup oleh gelombang demi gelombang kegelapan. Dia berada dalam situasi yang paling berbahaya. Dia terbangun, ketakutan. Tapi dia tidak ingin memberitahu suaminya atau orang lain apa yang telah dilihatnya.

Beberapa waktu kemudian, tibalah ujian iman yang sesungguhnya bagi Ummu Habibah.  Ia mendapati suaminya,   Ubaydullah bin Jahsy mengumumkan penolakannya terhadap Islam dan penerimaannya Kristen.  Atas peristiwa ini, bisa jadi, hal ini menjadikan Ubaydullah adalah orang yang murtad pertama kali dalam Islam.

Murtadnya Ubaydullah membuat Ramlah merasa hancur. Umm Habibah memiliki tiga pilihan untuk itu.

Pertama, dia menerima kemurtadan Ubaydullah dan bersikap seakan tidak terjadi apa apa.  Kedua, ia bisa pulang kembali ke rumah ayahnya di Mekah.  Tapi pilihan ini akan menyebabkan tembok Islam yang masih lemah, akan mudah dibobol kaum kafir Quraisy.  Ya, kembalinya Ramlah tentu akan menjadi ejekan dan penistaan terhadap Islam.

Dan pilihan terakhir adalah,  ia bercerai dan tinggal sendirian di negeri orang Negus ini.  Meski ia tahu Jafar bin Abu Thalib dan sahabat sahabat lainnya pasti akan melindungi dia.  Namun menjadi janda adalah sebuah kehidupan yang mengerikan di jaman ketika pembunuhan, penculikan dan penyiksaan masih semarak terjadi kepada sesiapa yang tidak memiliki pelindung.

Tapi Ramlah juga tahu, itulah pilihan yang paling mungkin ia ambil karena Ummu Habibah amat takut bila harus melanggar larangan Allah dan Rasul.

Akhirnya ia membulatkan tekad untuk tinggal di Abyssinia sampai saatnya Allah Ta’ala memberinya jalan keluar yang lebih baik,  Dia bercerai dengan suaminya yang tinggal hanya beberapa saat setelah menjadi seorang Kristen.

Usai dicerai Ramlah, Ubaydullah kembali meminum alkohol hingga mabuk.  Dan akhirnya ia mati dalam keadaan kafir dan ‘bermabuk mabukkan’.

Ummu Habibah tinggal di Abyssinia selama sepuluh tahun. Perceraian Ummu Habibah akhirnya sampai juga ke telinga Rasulullah ﷺ .  Hingga suatu hari, ada pelayan Raja Negus yang mengetuk pintu rumahnya.  Yang kemudian menyampaikan pesan : ‘Sang Raja Negus mengirimkan salam dan mengatakan kepada Anda bahwa Muhammad, Rasul Allah, ingin Anda menikah dengannya dan bahwa ia telah mengirim surat di mana ia telah menunjuk dia sebagai wakil dalam pernikahan antara Anda dan dia. Jika Anda setuju, Anda menunjuk wakil untuk bertindak atas nama Anda”

Ummu Habibah menjawab : “Aku menunjuk Khalid bin Kata ibn al-Aas untuk bertindak sebagai wakil atas nama saya karena ia adalah saudara terdekat saya.”

Di istana Negus, mengatur di tengah tengah taman yang indah dan vegetasi lebat dan di salah satu ruang boros dihiasi, mewah dilengkapi dan terang benderang, kelompok Muslim yang tinggal di Abyssinia berkumpul. Mereka termasuk Jafar bin Abu Thalib, Khalid ibn Said, Abdullah ibn Hudhafah as-Sahmi dan lain-lain. Mereka berkumpul untuk menyaksikan pernikahan Umm Habibah, putri Abu Sufyan, dan Muhammad, Rasul Allah.

Ketika pernikahan itu selesai,  Negus berkata :
“Saya telah sepakat untuk melakukan apa yang diminta Nabi ﷺ, telah diminta dan bertindak sebagai wakil dengan pernikahan atas nama Umm Habibah, putri Abu Sufyan. Semoga Tuhan memberkati Rasul-Nya dan istrinya.
“Selamat kepada Umm Habibah karena kebaikan yang Allah telah menetapkan baginya.”

Khalid mengambil mahar dan menyerahkannya kepada Ummu Habibah.

 

Wallahu a’lam bishowab Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

.