Umat Nabi Muhammad adalah Umat terbaik

Allah SWT telah menggariskan ganjaran bagi setiap Nabi sesuai dengan amal perbuatan (sikap), kondisi (dinamika) dan ucapan (fenomena tanggapan) yang diapresiasikan umatnya.

Berbeda dengan kondisi umat Nabi Muhammad yang sudah digariskan sebagai penghuni surga. Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran surat Ali Imrah ayat 110 :

 كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada makruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah

 

Keutamaan umat Nabi terletak pada keutamaan karakteristik wawasan, kondisi dinamis, ungkapan dan tingkah laku yang dimiliki oleh komunitas ini.

Ditambah lagi dengan, kecenderungan spiritual (ibadah) dan pola cakap umatnya serta kecenderungan mereka untuk ber-taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT.  Kebiasaan untuk bershalawat dan selalu mendoakan Nabi Muhammad, semua itu jadi pendorong ganjaran kebajikan yang terus menerus bagi beliau hingga hari kiamat kelak.

“Barangsiapa yang melakukan sebuah sunnah yang baik dalam Islam. Maka dia akan menuai ganjarannya. Dan ganjaran dari orang yang ikut mengamalkannya tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun”

HR Muslim

.