بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ubay bin Ka’ab adalah salah satu penulis Al Quran pada masa Rasulullah ﷺ. Ubay juga salah satu sahabat Anshar yang mula mula menerima Islam dan melakukan bai’at kepada Rasulullah ﷺ di Aqabah [ ke-2 ].   Seperti Zaid bin Tsabit, Ubay juga salah satu ‘sekretaris’ Rasulullah ﷺ, ia menuliskan surat surat kenegaraan  dan ia pula yang mula mula mencatat Al Quran dalam lembar tulisan.  Ia pula-lah yang disebut namanya oleh Allah Ta’ala agar Rasulullah membacakan Al Quran dihadapan beliau.

Ia adalah salah seorang sahabat yang amat paham ilmu agama dan paling bagus bacaan Al Quran-nya.  Di kalangan pembaca Al Quran, ia-lah pemimpinnya [ Sayyidul Qurra’ ].

Ubay adalah satu dari 4 sahabat pemegang Kunci Al Quran.  Yang  karena ketekunan serta kepandaian dalam ilmu dan daya hafal Al Quran yang amat baik, serta menuliskan Al Quran dalam lembaran lembaran kayu dan kulit, maka Rasulullah bersabda :

“Pelajarilah Al Quran dari empat orang ini yaitu Abdullah bin Mas’ud, Salim Maula Abi Hudzaifah, Ubay bin Ka’ab dan Mu’adz bin Jabal

Begitu bagusnya bacaan Ubay, sampai sampai ia mendapat perhatian khusus dari Allah Ta’ala.

حَدَّثَنَا هَدَّابُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِأُبَيٍّ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ أَمَرَنِي أَنْ أَقْرَأَ عَلَيْكَ قَالَ آللَّهُ سَمَّانِي لَكَ قَالَ اللَّهُ سَمَّاكَ لِي قَالَ فَجَعَلَ أُبَيٌّ يَبْكِي

Sesungguhnya Allah telah menyuruhku untuk membacakan Al Quran kepadamu. Ubay bertanya : ‘Apakah Allah menyebut-nyebut namaku kepadamu?
Rasulullah menjawab: ‘Ya, Allah telah menyebut-nyebut namamu kepadaku.’ Anas berkata; ‘Lalu Ubay menangis.’ [HR. Muslim No.4509].

Nama lengkapnya adalah Ubay bin Ka’ab bin Qais bin Zaid bin Mu’awiyah bin Amr al Anshari An Najjari.  Lahir di Yastrib dan wafat pada masa Ustman [ tahun 639 H ] Ubay juga dikenal dengan nama Abu Mundhir.
Ubay adalah kaum Anshar yang berasal dari Bani Khazraj dan merupakan salah seorang dari Yathrib (Madinah) yang pertama-tama menerima Islam dan melakukan bai’at kepada Nabi Muhammad di Aqabah, sebelum terjadinya peristiwa hijrah. Ia turut mengambil bagian dalam pertempuran Badr dan peperangan lain sesudahnya.

Ubay termasuk salah seorang yang pertama-tama mencatatkan ayatayat Al Qur’an ke dalam bentuk tulisan, karena Ubay merupakan salah seorang penulis bagi Nabi Muhammad. Ubay diriwayatkan memiliki suatu mushaf khusus susunannya sendiri [1], dan ia termasuk di antara para sahabat yang merupakan penghapal Al Qur’an (hafiz).

Ubay juga adalah anggota kelompok penasihat (mushawarah) yang dibentuk oleh khalifah Abu Bakr sebagai tempat bertanya atas berbagai permasalahan. Dewan tersebut terdiri dari Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf, Mu’adz bin Jabal, Zaid bin Tsabit dan Ubay bin Kaab sendiri. Setelah menjadi khalifah, Umar bin Khattab kemudian juga meminta nasihat dari kelompok yang sama. Secara spesifik, ia meminta nasihat mengenai fatwa-fatwa kepada Utsman, Ubay and Zaid bin Tsabit.

 

Ia memiliki nama lengkap Ubay bin Ka’ab bin Qais Abu al-Mudzir al-Anshari al-Madani. Ubay hidup dalam naungan al Quran. Ia selalu menyempatklan diri membaca al Quran siang malam dan khatam dalam delapan malam. Umar bin Khattab pernah berkata “Qari paling baik diantara kami adalah Ubay”

Umar juga pernah berkutbah di Jabiyah sembari menyatakan tentang pengetahuan Ubai terhadap al Quran. Umar berkata “barang siapa yang hendak menanyakan tentang al Quran datanglah ke Ubay”.
Ubay telah menjadikan al Quran sebagai sumber kebaikan dalam ucapan serta perbuatannya. Ubai selalu menasehati orang-orang untuk menjadikan al Quran sebagai pedoman dalam setiap perbuatan.
Ubai termasuk skretaris Rasulullah ﷺ sebelum Zaid bin Tsabit. Ia bersama Zaid adalah sahabat yang paling tekun menulis wahyu dan menulis banyak surat. Keduanya menulis wahyu dalam pengawasan Rasulullah ﷺ.
Ubai wafat di Madinah tahun 20 atau 29 hijriah [?], sebelum Ustman bin Affan wafat terbunuh.

 

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ