بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Tingkatan hadis berdasar pada tingkat keaslian hadis,  terbagi menjadi 4 tingkat yakni shahihhasandhaif dan maudlu’.

Hadis shahih memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  1. Kandungan isinya tidak bertentangan dengan Al Qur’an.
  2. Sanadnya bersambung
  3. Diriwayatkan oleh para penutur/rawi yang adil, memiliki sifat istiqomah, berakhlak baik, tidak fasik, terjaga muruah [kehormatan]-nya, dan kuat ingatannya.
  4. Pada saat menerima hadis, masing-masing rawi telah cukup umur (baligh) dan beragama Islam.
  5. Matannya tidak mengandung kejanggalan/bertentangan (syadz) serta tidak ada sebab tersembunyi atau tidak nyata yang mencacatkan hadits (’illat).
  • Hadis Hasan, bila hadis yang tersebut sanadnya bersambung, namun ada sedikit kelemahan pada rawi(-rawi)nya; misalnya diriwayatkan oleh rawi yang adil namun tidak sempurna ingatannya. Namun matannya tidak syadz atau cacat.
  • Hadis Dhaif (lemah), ialah hadis yang sanadnya tidak bersambung (dapat berupa hadits mauquf, maqthu’, mursal, mu’allaq, mudallas, munqathi’ atau mu’dlal), atau diriwayatkan oleh orang yang tidak adil atau tidak kuat ingatannya, atau mengandung kejanggalan atau cacat.
  • Hadis Maudlu’, bila hadis dicurigai palsu atau buatan karena dalam rantai sanadnya dijumpai penutur yang dikenal sebagai pendusta.

.