بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Allah Ta’ala berfirman dalam Al Quran surat Al Ahzab [33] ayat 21 :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan pada) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah

Itulah peran sesungguhnya dari Nabi Muhammad. Yakni sebagai panutan sepanjang jaman.  Hingga hari kiamat.

Namun penting untuk dipahami,  bahwa tidak semua perbuatan Rasulullah menjadi ajaran yang wajib untuk diikuti. Tidak semua perbuatan Nabi Muhammad merupakan sumber hukum yang harus diikuti oleh umatnya, seperti perbuatan dan perkataannya pada masa sebelum kerasulannya.  Atau kesenangan atau ketidaksenangan yang sifatnya pribadi.

Contohnya, Rasulullah menghindari makanan yang mengandung bawang putih karena khawatir mengganggu Malaikat Jibril, yang Beliau ketahui amat menyukai wewangian dan menjauhi yang berbau.

Memang betul bahwa para prinsipnya perbuatan nabi itu harus dijadikan tuntunan dan panutan dalam kehidupan. Akan tetapi kalau kita sudah sampai detail masalah, ternyata tetap ada yang menjadi wilayah khushushiyah beliau.

Ada beberapa amal yang hanya boleh dikerjakan oleh Rasulullah tetapi haram buat umatnya. Di sisi lain ada amal yang wajib bagi Rasulullah,  tapi buat umatnya hanya menjadi sunnah. Lalu ada juga yang haram dikerjakan oleh Rasulullah tetapi justru boleh bagi umatnya.

Marilah kita telaah lebih lanjut masalah ini dengan contoh-contoh langsung agar lebih jelas.

I. Boleh Buat Nabi Haram Bagi Umatnya

Atau disebut juga Khosois, yakni  perbuatan yang khusus untuk Rasulullah saw dan tidak boleh dilakukan oleh umatnya.

Ada beberapa perbuatan hanya boleh dikerjakan oleh Rasulullah SAW, sebagai sebuah pengecualian. Namun buat kita sebagai umatnya justru haram hukumnya bila dikerjakan. Contohnya antara lain:

1. Berpuasa Wishal

Puasa wishal adalah puasa yang tidak berbuka saat Maghrib, hingga puasa itu bersambung terus sampai esok harinya. Nabi Muhammad SAW berpuasa wishal dan hukumnya boleh buat beliau, sementara umatnya justru haram bila melakukannya.

2. Boleh Beristri Lebih Dari 4 Wanita

Contoh lainnya adalah masalah kebolehan poligami lebih dari 4 isteri dalam waktu yang bersamaan. Kebolehan ini hanya berlaku buat Rasulullah SAW seorang, sedangkan umatnya justru diharamkan bila melakukannya.

Atau menikah dengan cara menerima perempuan yang menghibahkan dirinya kepada-nya, dan lain lainnya.

 

II. Yang Wajib bagi Nabi, Sunnah bagi Ummatnya

Sedangkan dari sisi kewajiban, ada beberapa amal yang hukumnya wajib dikerjakan oleh Rasulullah SAW, namun hukumnya hanya sunnah bagi umatnya.

1. Shalat Dhuha’

Shalat dhuha’ yang hukumnya sunnah bagi kita, namun buat nabi hukumnya wajib.

2. Qiyamullail

Demikian juga dengan shalat malam (qiyamullaih) dan dua rakaat fajar. Hukumnya sunnah buat kita tapi wajib bagi Rasulullah SAW.

3. Bersiwak

Selain itu juga ada kewajiban bagi beliau untuk bersiwak, padahal buat umatnya hukumnya hanya sunnah saja.

4. Bermusyawarah

Hukumnya wajib bagi nabi SAW namun sunnah buat umatnya

5. Menyembelih kurban (udhhiyah)

Hukumnya wajib bagi nabi SAW namun sunnah buat umatnya.

6. Mushabarah

Mushabarah boleh dipahai sebagai bertahan dan sabar ketika menghadapi lawan,

7. Mencegah kemungkaran dalam setiap keadaan

Dan tentunya masih banyak lagi yang tidak disebutkan di sini.

 

III. Yang Haram Buat Nabi tapi Boleh buat Ummatnya

Sekarang kita bahas apa saja perbuatan yang hukumnya haram buat nabi, sedangkan buat umatnya malah dibolehkan. Di antaranya adalah :

1. Menerima Harta Zakat

Semiskin apapun seorang nabi, namun beliau diharamka menerima harta zakat. Demikian juga hal yang sama berlaku buat keluarga beliau (ahlul bait).

2. Makan Makanan Yang Berbau

Segala jenis makanan yang berbau kurang sedap hukumnya haram buat beliau, seperti bawang dan sejenisnya. Hal itu karena menyebabkan tidak mau datangnya malakat [Jibril] kepadanya untuk membawa wahyu.

Sedangkan buat umatnya, hukumnya halal, setidaknya hukumnya makruh.  Maka jengkol, petai dan makanan sejenisnya, masih halal dan tidak berdosa bila dimakan oleh umat Muhammad SAW.

3. Haram Menikahi Wanita Ahlulkitab

Karena isteri nabi berarti umahat muslim, ibunda orang-orang muslim. Kalau isteri nabi beragam nasrani atau yahudi, maka bagaimana mungkin bisa terjadi.

Sedangkan buat umatnya dihalalkan menikahi wanita ahli kitab, sebagaimana telah dihalalkan oleh Allah SWT di dalam Al-Quran surat Al-Maidah ayat 3.

4. Menikahi Wanita Yang Tidak Hijrah ke Madinah

5. Melepas Pakaian Perang bila Telah Dikenakan hingga selesai Perang

Semua contoh di atas merupakan hasil istimbath hukum para ulama dengan cara memeriksa semua dalil baik yang ada di dalam Al Quran maupun yang ada di dalam sunnah nabi SAW.

Kajian tentang ini tentu menarik untuk disimak, agar kita bisa lebih paham dan lebih mengerti syariah Islam, serta tahu bagaimana cara kita menjadi umat Muhammad SAW. Ternyata kalau kita dalami, ada banyak masalah yang perlu kita ketahui terkait dengan hubungan kita dengan beliau SAW sebagai panutan dan suri tauladan kita.

 

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
. .