بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Thaifah Al Manshurah adalah orang orang  yang memiliki sifat sifat seperti Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat..

Sebutan itu tercantum dalam hadis Rasulullah :
“Jika penduduk Syam telah rusak, maka tiada kebaikan lagi pada kalian.  Dan akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang berada di atas kebenaran [ Thaifah Manshurah ] dan meraih kemenangan atas musuh.  Orang orang yang memusuhi mereka, tidak akan mampu mencelakakan mereka sampai datangnya kiamat”. [ HR Tirmidzi dan Ahmad ]

dan juga hadis :

“Akan datang kepada umatku apa yang telah datang kepada Bani Israil sama persis dan tidak berbeda.  Sampai seandainya ada pada mereka orang yang menikahi ibunya terang-terangan,  maka akan ada pada umatku orang yang melakukan seperti itu.  Sesungguhnya Bani Israil telah berpecah belah menjadi tujuh puluh satu golongan.  Dan umatku akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan semuanya di neraka kecuali satu.

Ada yang bertanya : siapakah yang satu itu wahai Rasulullah ? Beliau menjawab : (yang berada diatas) apa yang aku dan sahabatku berada padanya sekarang”.  [ Hasan karena syahid syahidnya sebagaimana telah saya jelaskan dalam Darul Irtyaab An Hadits Maa Ana Alaihi Wal Ashhab, terbitan Dar Arrayah Riyadh]

Siapakah Thaifah Manshurah itu ?

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini menjelaskan bahwa Thaifah Manshurah adalah orang yang memiliki sifat-sifat beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.

Maka jawaban pertama atas pertanyaan siapakah Thaifah Manshurah adalah para sahabat.  Karena mereka orang orang yang mencontoh dan meneladani Rasulllah sehinnga dipuji oleh Allah dalam Al Quran dan dipuji oleh orang yang diikuti oleh mereka yang petunjuknya adalah Al Quran dan As Sunnah.

Sahabat merupakan orang yang paling pantas menjadi kelompok tersebut lalu setiap orang yang mengikuti mereka termasuk kelompok yang selamat yang masuk ke syurga dengan keutamaan dan rahmat Allah.

Jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil mereka untuk melaksanakan satu perkara, mereka segera melaksanakannya tanpa bertanya tanya.  Mereka menyerahkan diri mereka sepenuhnya.

Oleh karena itu, merekalah orang yang paling berhak atas sunnah Rasulullah secara pemahaman, amalan (aplikasi), istidlal (mengambil dalil) dan istimbath (mengeluarkan hukum) berdasarkan manhaj ilmiyah yang seksama yang menjaga mereka dari penyimpangan.

Nash nash dari Al Kitab dan As Sunnah menjelaskan sifat jalan mereka dengan pilar-pilar manhaj ilmiyah dan konsekwensinya.

[a]  Allah mensifatinya dengan As Sabiil : yaitu jalan yang jelas arahnya.

Sebagaimana dalam firman Allah dalam Al Quran surat An Nisaa ayat 115 :

 وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.

[b]  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mensifatinya dengan As Sunnah,  yang berarti jalan yang diikuti dan dilalui.

sebagaimana dalam hadits Irbaadh bin Saariyah terdahulu.

[c] Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menetapkan bahwa Firqatun Najiyah dan Thaifah Manshurah hanyalah mereka yang berpegang teguh kepada apa yang beliau dan para sahabatnya ada di atasnya. Seandainya hal itu bukan manhaj yang jelas arahnya maka bagaimana mungkin berpegang teguh kepadanya ?! karena jika demikian dia akan bercampur dengan yang lainnya yang tidak mungkin dapat dibedakan.

Renungkanlah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat Al Baqarah ayat 137 :

. فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui

 

Dan hadis Nabi :

“Sesungguhnyaakan  ada setelah kalian hari hari kesabaran, orang yang berpegang teguh kepada apa yang kalian ada atasnya pada waktu itu, mendapat pahala lima puluh orang dari kalian”.  [ Hasan dengan syahid-syahidnya : Sebagaimana telah saya jelaskan dalam Darul Irtiyaab An Hadits Ma Anaa Alaihi wal Ashhaab hal.15 ]

Niscaya kamu dapatkan hal itu tidak terjadi kecuali karena manhaj ilmiyah yang jelas, malamnya seperti siangnya yang tidaklah menyimpang darinya kecuali binasa dan tidak mengambilnya kecuali tersesat serta tidak meragukannya kecuali orang-orang yang tidak beriman.

 

[Disalin dari Kitab Limadza Ikhtartu Al-Manhaj As-Salafy, edisi Indonesia Mengapa Memilih Manhaj Salaf (Studi Kritis Solusi Problematika Umat) oleh Syaikh Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al-Hilaly, terbitan Pustaka Imam Bukhari, penerjemah Kholid Syamhudi]

Wallahu a’lam bishowab Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
. .