بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sejarah Syiah adalah sejarah kebohongan.  Apapun yang keluar dari sumber Syiah akan penuh dengan kontradiksi.  Bukan hanya kontra dengan ulama Islam, tetapi sesama ulama syiah pun kontradiksi itu terjadi.

Contoh yang paling memalukan adalah soal tahun kelahiran Fatimah.

Fatimah memang salah satu tokoh Islam yang sejarahnya habis diperkosa Syiah.  Karena memang Syiah berkepentingan untuk ‘membentuk’ sosok Fatimah sedemikian rupa agar sesuai dengan ajaran sesat mereka.

Baca : Dagelan Syiah : Fatimah Adalah Hasil Berhubungan Setelah Puasa 40 Hari

Perhatikan, sebagian ulama Syiah menyatakan dengan tegas bahwa Fatimah lahir setelah bi’tsah. Karena ini erat kaitannya dengan kesucian Fatimah sebagai ibu dari 12 imam Syiah yang maksum.  Mereka berkepentingan menjaga kesucian Fatimah agar konsep maksum tidak bisa digugat.  Jadi Fatimah haruslah lahir setelah bi’tsah.  Fatimah harus lahir saat ayah ibunya [ Muhammad dan Khadijah ] sudah memeluk Islam.  Sehingga Fatimah layak disebut maksum, karena telah suci sejak dalam kandungan.

Sesungguhnya Syiah amat membenci fakta bahwa Aisyah lah yang lahir saat Muhammad telah diangkat menjadi Nabi.  Aisyah lahir tahun 613/614 M atau tahun ke 4 Bi’tsah atau 9 tahun sebelum Hijrah Kedua.  Tetapi, apakah Aisyah atau Fatimah lahir sebelum atau sesudah bi’tsah, itu bukanlah masalah pokok yang bakal mengurangi kemuliaan kedua wanita mulia itu.  Namun memang logika Syiah terlalu absurd, sehingga mereka ngotot mati matian menyatakan bahwa Fatimah lahir sesudah bi’tsah.

Meski Syiah berkepentingan dengan tahun kelahiran Fatimah, namun anehnya, ada saja ulama Syiah yang dengan ‘lugu’nya menyatakan bahwa Fatimah lahir sebelum bi’tsah.  Sama persis dengan sumber sumber sejarah Islam yang otentik.

Dan yang menyatakan hal itu bukanlah ulama sembarangan. Dia adalah Prof Dr Aisyah Abdurrahman bintusy Asy Syathi.

Kiprah Bintusy  di dunia Syiah telah diakui amat besar.  Tulisan tulisannya banyak menjadi referensi ulama syiah lainnya.  Bukunya pun banyak dicetak di Indonesia.

Salah satunya adalah Putra Putri Rasulullah SAW.  Buku itu beredar di Indonesia sudah cukup lama, cetakan pertama adalah tahun 1975, penerbit Bulan Bintang Jakarta.

Dibuku ini amat benderang Bintusy menulis bahwa Fatimah lahir pada tahun 605 H atau 5 tahun sebelum Bi’tsah.  Pada tahun 605 M itu terjadi peristiwa pemindahan batu Hajar Aswad yang terkenal.  Setelah itu baru lahirlah Fatimah.

Jadi jelaslah, plintiran sejarah Islam mustahil dilakukan.  Karena merubah satu peristiwa, maka konsekuensinya harus merubah banyak peristiwa yang tekait.  Belum lagi naskah atau kitab kitab lama yang telah mencantumkan fakta tersebut.  Apalagi bila fakta itu juga tertulis dalam hadis dan Al Quran.

Dan Syiah telah secara berani luarbiasa, melakukan seluruh kedustaan itu.  Hanya untuk mendukung kesesatan mereka.  Astagfirullah …

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

.