بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Lebih dari 2000 jamaah Yaman yang akan pergi haji, tidak bisa keluar dari perbatasan Yaman – Saudi yang sekarang dikuasai Syiah Houthi.  Milisi dan militan Syiah Houthi  bahkan menahan paspor mereka.  Demikian dikatakan Wakil Menteri Luar Negeri Awqaf untuk Departemen Haji dan Umrah di Yaman, Mukhtar al Rabash.

Pemberontak Syiah itu juga menghalangi ratusan orang lainnya dari wilayah yang mereka kuasai untuk menunaikan ibadah haji ke Mekkah, Arab Saudi. Demikian menurut laporan Al-Arabiya, Senin (14.08)

Seperti kita ketahui, daerah perbatasan Yaman – Saudi sekarang ini dikuasai penuh oleh militan Syiah Houthi. Padahal mereka yang ingin pergi ke Saudi lewat jalan darat, tentu harus melintasi perbatasan.

Dalam sebuah pernyataan kepada kantor berita resmi Yaman, Al Rabbash mengatakan bahwa pos pemeriksaan milisi menyita paspor para jamaah. Hal ini menyebabkan penundaan jadwal kedatangan haji ke Mekkah sesuai kesepakatan dengan pemerintah Saudi.

Untuk diingat, pemberontak Syiah Hutsi yang bekerja sama dengan mantan presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh mengambil alih ibukota Sana’a dan sejumlah kota pada 2014.

Pada 2015, Arab Saudi membentuk koalisi untuk mengusir pemberontak dari kota-kota yang diduduki. Kendati demikian, Hutsi terus bertahan di sejumlah kota dengan mendapat senjata dari Iran.

Sumber : Al Arabiya

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

.