بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Syaam [بلاد الشام] atau Biladus Syaam adalah nama negri kaum muslimin yang pusatnya adalah Baitul Maqdis dan titik sentral Baitul Maqdis adalah Masjidil Aqshoo.

Inilah negri pilihan  الله ﷺ.  Dan negri yang dianjurkan رسول الله ﷺ untuk didiami pada saat fitnah fitnah akhir jaman sudah mulai bermunculan.  Di negri inilah khilafah Islamiyah pernah berkibar dengan jaya dan digdaya, yakni pada era Nabi Sulayman.  Dan kelak, di akhir jaman, akan kembali berkibar dengan megah dan dasyat.  Pusat negri Syaam adalah Baitul Maqdis, dimana didalamnya ada Masjidil Aqshoo.  Pada era Nabi Sulayman, negri Syaam menguasai hampir 90 persen wilayah bumi yang sudah dihuni manusia.  Kelak pada akhir jaman, bendera Khilafah Islamiyah akan kembali berkibar megah di bumi Syaam.

Pertanyaannya, mengapa sekarang masyarakat umum dan bahkan umat Islam sendiri, tidak mengenal nama Syaam atau Biladus Syaam?

Pada sumber sumber sejarah yang ditulis oleh sejarawan non muslim Barat, nama Syaam kerap diganti menjadi Levant dan non muslim Asia akan menyebutnya sebagai wilayah Mesopotamia.  Terkadang mereka juga menyebutnya sebagai wilayah Bulan Sabit Subur.  Sedang nama Syaam sangat sedikit sekali mereka singgung, bahkan nyaris tidak pernah.  Sehingga lama kelamaan orang melupakan ada sebuah wilayah penting di Timur Tengah yang bernama Syaam.  Dan yang menyedihkannya, penulis penulis muslim sendiripun, kerap juga menggunakan nama Mesopotami [atau Levant] ketimbang nama Biladus Syaam. Padahal antara Mesopotamia, atau Bulan Sabit Subur atau bahkan Levant, itu berbeda dengan Biladus Syaam.  Batas batas Syaam jauh melebihi Mesopotamia dan juga Levant. Batas batas ini wajib dikenali oleh setiap muslim karena sesungguhnya inilah negri kaum muslim pilihan Allah dan RosulNya.  Inilah negri dimana Malaikat Rohmat membentangkan sayapnya diatasnya.  Sedihnya,  sekarang ini mayoritas umat Islam tidak mengenal negri ini sedikitpun.

Sekarang pertanyaannya, apakah tidak digunakannya terminologi Syaam dalam tulisan sejarah Timur Tengah, adalah sebuah unsur ketidaksengajaan, dalam arti, tidak ada maksud apa apa, itu hanya sekedar nama yang memang biasa digunakan oleh masyarakat setempat, sebuah nama yang memang disebut sebagai nama yang sesuai dengan lidah dan kosakata masyarakat.  Betulkah itu hanya sebuah nama?  An sich?

Pemakaian terminologi atau istilah Mesopotamia atau Levant, ketimbang Syaam, sejatinya menunjukkan pemahaman umat terhadap sejarah islam masih amat sedikit.  Padahal untuk istilah Mesopotamia sendiri, punya terminologi sendiri.  Dan itu bukanlah Mesopotamia, tetapi Biladur Roofidayni [بلاد الرافدين‎].

Lalu, mengapa kita harus menyebut wilayah Levant atau Mesopotamia sebagai Syaam atau Biladus Syaam?  Karena, itulah istilah yang dipakai Rosulullah ! Dan terminologi itulah yang harusnya dengan bangga  kita gunakan, sampai kapanpun juga.  Karena memakai terminologi terminologi yang disebut oleh Allah dan Rosulullah, selain itu adalah sunnah, hal itu juga membuat keterkaitan spiritual  dan emosional antara kita dan Rosulullah, membangkitkan semangat serta membuat kita fokus pada perjuangan menancapkan kejayaan Islam.

 

Sekarang, dimanakah wilayah Syaam itu sendiri?

Dari banyak sumber sumber non muslim, yang bahkan juga dikutip penulis muslim, wilayah Syam selalu ditulis dengan batas batas sebagai berikut :

  • Timur : Laut Mediterania [1]
  • Barat : Sungai Efrat [2]
  • Utara : Gurun Arab [3]
  • Selatan : Pegunungan Taurus [4]

Al Quran tidak menjelaskan dengan rinci batasan batasan Negri Syam.  Tetapi Al Quran menyebutkan tentang negri ini berkali kali dalam banyak surat.  Antara lain :

“Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.” (QS Al Anbiya: 71)

“Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS Al Anbiya: 81)

“Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam dan siang hari dengan aman.” (QS Saba: 18)

Tetapi dari kitab kitab karya ulama besar seperti Ibnu Katsir, maka akan kita temui batas batas negri Syam adalah sbb :

  • Barat : Laut Syaam [البحر الشامي] atau Laut Ruum [بحر الروم]
  • Utara : Biladul Roofidayni [بلاد الرافدين]
  • Timur: Gurun Arab, Tabuk
  • Selatan : Gurun Sinai atau Padang Tiih

Laut Syaam atau Laut Ruum adalah sebutan untuk Laut Mediterania/ Laut Tengah pada masa lampau.  Nama inilah yang dikenal pada era Rosulullah dan juga digunakan oleh Rosulullah.  Sedang istilah Laut Mediterania atau Laut Tengah baru digunakan setelah

Biladul Roofidayni adalah wilayah yang oleh non muslim disebut sebagai Mesopotamia, yakni sebuah wilayah yang ditandai oleh aliran Sungai Furot dan Tigris

Gurun Arab (Arab: صحراء_عربية) merupakan sebuah gurun di Semenanjung Arab. Gurun ini memiliki luas wilayah 2.330.000 km². Gurun ini memiliki panjang 2.100 km dan lebar 1.100 km. Gurun ini melintasi di beberapa negara seperti Yordania, Irak, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yaman.

Tabuk adalah wilayah yang sekarang masuk negara Saudi Arobia.  Tabuk sendiri tidak termasuk Syam, jadi, lepas dari Tabuk, itu masuk wilayah perbatasan dengan Syam.

•••

Negeri Syam merupakan tempat lahirnya mayoritas nabi nabi [ kecuali Ayub, Syuayb  , Shoolah dan رسول الله karena mereka lahir di Jaziroh Arobia.  Dan dua nabi lahir di Mesir, yakni Muusa dan Haarun ].  Pada saat ini, Negeri Syaam [بلاد الشام] mencakup beberapa negara di Timur Tengah, di antaranya :

  • meliputi wilayah [sebagian] Yerusalem
  • Palestina,
  • Yordania,
  • Suriah, sejumlah tempat dinegara ini memakai nama Syam :
    • Bushra asy Syam, adalah kota administrasi Damaskus dan merupakan ibukota distrik Hawran,
    • Damaskus, adalah ibukota dan kota terbesar di Suriah,
    • Levant, wilayah Mediterania Timur, atau wilayah besar di Asia Barat yang dibatasi oleh Pegunungan Taurus di utara, Gurun Arab di selatan, Laut Mediterania di barat, dan Pegunungan Zagros di timur,
  • Libanon.
  • Turki

Berikut adalah keutamaan keutamaan Bilaadu Syaam  [بلاد الشام] :

  • Di dalam Syaam, ada Baitul Maqdis yang suci dan diberkahi لله ﷺ.  Dan pusat dari Baitul Maqdis adalah masjidil Aqshoo.
    •  Firman Allah dalam Al Quran surat Al Isra [17] ayat 1 :
       سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ 1

      Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

    • Firman Allah dalam Al Quran surat Al Anbyaa ayat 81 :

       وَلِسُلَيْمَانَ الرِّيحَ عَاصِفَةً تَجْرِي بِأَمْرِهِ إِلَى الأرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا وَكُنَّا بِكُلِّ شَيْءٍ عَالِمِينَ

      Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.

    • Firman Allah dalam Al Quran surat Al A’raaf ayat 137 :

      وَأَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِينَ كَانُوا يُسْتَضْعَفُونَ مَشَارِقَ الأرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ الْحُسْنَى عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ بِمَا صَبَرُوا وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُ وَمَا كَانُوا يَعْرِشُونَ

      Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israel disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Firaun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.

    • Firman Allah dalam Al Quran surat Al Anbyaa ayat 71 :

       وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الأرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ

       Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Lut ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.

  • Kemuliaan Bumi Syaam menyamai kemuliaan Tanah Haroom [Makkah] dan Madiinah.
  • Negeri الشام dinaungi sayap Malaikat Ar Rohman
    • “Beruntunglah negeri الشام. Sahabat bertanya: mengapa ? Jawab رسول الله ﷺ : Malaikat rahmat membentangkan sayapnya di atas negeri Syaam.” (HR. Imam Ahmad)
    • Zaid bin Tsabit berkata : Suatu saat kami bersama رسول الله ﷺ menyusun Al Qur’an dari kulit, lalu رسول الله ﷺ bersabda : “Suatu kebaikan [kebahagiaan] untuk negeri Syaam”Kami bertanya : Kenapa demikian ya Rosulullah?. Rasulullah ? menjawab : “Karena malaikat Ar Rohman melebarkan sayapnya kepada mereka [ penduduk Syaam ] [ HR Tirmidzi, Ahmad, Al Hakim ]Imam At-Tirmidzi dari shahabat Zaid bin Tsabit Al-Anshari RA yang menyatakan bahwa, “Saya mendengar رسول الله ﷺ  bersabda : ‘Betapa diberkahinya Syaam ! Betapa diberkahinya Syaam !’ Lalu orang-orang bertanya, ’Bagaimana ia diberkahi wahai Rosulullah ?’ Rosulullah ? menjawab, ‘Para malaikat membentangkan sayapnya di atas Syaam, dan para nabi telah membangun Baitul Maqdis [Masjidil Aqsha]’.
  • Syaam adalah negri pilihan لله ﷻ.
    • Dari Wathilah bin al-Asqā’ berkata : Aku mendengar Rasulullah berkata kepada Huzaifah bin al-Yaman dan Mu’adz bin Jabal yang sedang meminta pendapat baginda tentang tempat tinggal.Maka, رسول الله ﷺ mengisyaratkan ke arah Syaam. Mereka berdua kembali bertanya kepada رسول الله ﷺ. (Dan) رسول الله ﷺ mengisyaratkan ke arah Syaam. رسول الله ﷺ bersabda :عَلَيْكُمْ بِالشَّامِ فَإنَّهَا صَفْوَةُ بِلَادِ اللهِ يَسْكُنُهَا خِيرَتُهُ مِنْ خَلْقِهِ.“Beradalah kalian di Syaam. Sesungguhnya ia merupakan negeri pilihan Allah, dihuni oleh makhluk pilihan-Nya” [Rujukan : Kitab Himāyah As-Syam al-Musamma Fadhāilu As Syaam karya Imam Baghdadiy]
    • Rasulullah ﷺ bersabda, “Hendaklah engkau memilih Syaam, karena negri itu pilihan Allah.  Allah memberikan untuk negri itu hamba hamba pilihanNya …” [ HR Abu Dawud dan Ahmad ]”Pergilah ke Syaam karena itulah bumi Allah yang paling baik. Allah memilih manusia terbaik hidup di sana. Jika kalian tidak hendak pergi ke sana (Syam) maka pergilah ke Yaman dan minumlah dari aliran sungainya”.  [3]Mengapa Rasulullah ﷺ hanya memilih negeri Syam? Karena itu negeri yang diberkahi !Para ulama juga telah terbiasa merekomendasi untuk bermukim di Biladu Syaam, sesuai petunjuk Rasulullah ﷺ. Ketika ‘Atha al Khurasani berniat pindah tempat tinggal, ia meminta pendapat para ulama yang ada di Makkah, Madinah, Kufah dan Bashroh serta Khurosan.‘Atha al Khurasani berkata kepada para ulama tersebut : “Menurut pendapatmu, kemana saya mesti pindah dengan keluarga?”Masing-masing menjawab : “Berangkatlah ke Syaam”.
  • Syaam adalah ‘markas para Nabi‘.  Mayoritas nabi dan rosul, lahir dan berdakwah di Syaam.  Kecuali empat nabi yang berbangsa Arob, yakni Ayub, Syuayb, Sholeh dan Rasulullah ﷺ.  Lalu dua nabi lahir di Mesir, yakni Muusaa dan Haarun.
    • Ibnu Abbas menambahkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Dan para nabi tinggal di Syam, dan tidak ada sejengkal pun kota Baitul Maqdis kecuali seorang nabi atau malaikat pernah berdoa atau berdiri di sana.” (HR At Tirmidzi)
  • Negri orang beriman.

    • ‘Abd Allah ibn ‘Amr ibn al ’Ash meriwayatkan ; رسول الله ﷺ bersabda :  “Akan datang suatu masa ketika semua orang beriman pasti akan pergi ke Syaam.” [Al-Hakim, Al Mustadrak ‘Ala Shahihain 4:457. Adz Dzahabi menyepakati sebagai hadits shahih berdasar syarat al-Bukhari dan Muslim]

      Ali bin Abi Thalib meriwayatkan, رسول الله ﷺ bersabda, “Janganlah mengutuk orang orang Syam tetapi kutuklah ketidakadilan mereka sebab sesungguhnya di antara mereka ada para abdal (penerus kekasih Allah)” [At Thabrani dalam al-Awsath, Abu Nu’ayim, & Ibn ‘Asakir]

  • Doa رسول الله ﷺ meminta barokah untuk negeri Syaam, dan harapan Nabi saw agar penduduknya dihindarkan dari keburukan dan musibah.
    • Didoakan Rasulullah : “Ya Allah, berkahilah untuk kami negeri Syaam“. [ HR Muslim ]Rosulullah ﷺ pernah berdoa : ‘Allahumma bariklana fii Madinatina, Ya Allah berkahilah untuk kami Madiinah kami ini, kota Madiinah kota Rasulullah ﷺ. Wa bariklana fii mudina wa sho’ina, dan berkahilah mud kami dan sha kami. Wa bariklana fii Haromina, berkahilah kami pada negeri Harom kami (tanah suci kami). Wabariklana fii syamina, Dan berkahilah kami pada Syaam kami.
    • Ya Allah, berilah kami barokah pada negeri Syam, ya Allah berilah kami barokah pada negeri Yaman. Para sahabat bertanya: termasuk Nejed ? Rosulullah berdoa: Ya Allah berilah kami barokah pada negeri Syam, ya Allah berilah kami barokah pada negeri Yaman. Para sahabat masih bertanya: termasuk Nejed ? Rosulullah saw menjawab: Di sana (nejed) terjadi gempa dan huru-hara, dan di sana muncul dua tanduk syetan. (HR. Bukhari)
    • Imam Bukhari juga meriwayatkan dari Abdullah bin Umar –semoga Allah merohmati merekah- bahwa Rasulullah ﷺ bersabda :  “Ya Allah, berkahilah untuk kami Syaam kami; ya Allah, berkahilah untuk kami Yaman Kami,”
    • Ath Thobroni meriwayatkan didalam Al Kabir dari Abu Umamah RA, ia berkata, “Rosulullah ﷺ bersabda : ‘Allah menempatkan Syaam di depanku dan Yaman di belakangku dan berkata kepadaku, ‘Wahai Rasulullah ﷺ, Aku letakkan di depanmu ghanimah dan rezeki, dan di belakangmu sebuah tambahan (kekuatan).”
  • Penduduk Syaam selalu berada diatas kebenaran, yang haq.

    • “Sebagian umatku ada yang selalu melaksanakan perintah Allah, tak terpengaruh orang yang menggembosi dan tidak pula orang yang berseberangan hingga datang keputusan Allah, dan mereka senantiasa dalam keadaan demikian. Mu’adz berkata: dan mereka ada di Syaam.“ (HR.Bukhari)
    • “Penduduk Gharb [ yang berada di arah Barat ] akan senantiasa menegakkan kebenaran sampai kiamat datang”. [ HR Muslim ]
      Imam Ahmad mengatakan, “Penduduk Gharb adalah penduduk Syam
  • Penduduk Syam diuji oleh Allah dengan penyakit tho’un (wabah pes) agar mendapat syahadah dan rohmat.
    • “Jibril datang kepadaku dengan membawa demam dan pes, aku menahan demam di Madinah dan aku lepaskan pes untuk negeri Syam, karena meninggal karena pes merupakan mati syahid bagi umatku, rahmat bagi mereka, sekaligus kehinaan bagi kaum kafir.” (HR. Imam Ahmad)
  • الشام adalah negeri iman dan Islam saat terjadi huru-hara dan peperangan dahsyat
    • “Aku bermimpi melihat tiang kitab (Islam) ditarik dari bawah bantalku, aku ikuti pandanganku, ternyata ia adalah cahaya sangat terang hingga aku mengira akan mencabut penglihatanku, lalu diarahkan tiang cahaya itu ke الشام, dan aku lihat bahwa bila fitnah (konflik) terjadi maka iman terletak di negeri الشام
  • Syaam merupakan pusat negeri Islam di akhir zaman
    •  Dari Salamah bin Nufail ra. bahwa Rasulullah ﷺ bersabda : “Pusat negara kaum Mukmin adalah di Syaam”. [ HR. ath Thobroni ]
    • Salamah bin Nufail berkata: aku datang menemui رسول الله ﷺ dan berkata: aku bosan merawat kuda perang, aku meletakkan senjataku dan perang telah ditinggalkan para pengusungnya, tak ada lagi perang. رسول الله ﷺ  bersabda : Sekarang telah tiba saat berperang, akan selalu ada satu kelompok di tengah umatku yang unggul melawan musuh-musuhnya, Allah sesatkan hati-hati banyak kalangan untuk kemudian kelompok tersebut memerangi mereka, dan Allah akan memberi rizki dari mereka (berupa ghanimah) hingga datang keputusan Allah (Kiamat) dan mereka akan selalu demikian adanya. Ketahuilah, pusat negeri Islam adalah Syaam. Kuda perang terpasang tali kekang di kepalanya (siap perang), dan itu membawa kebaikan hingga datangnya Kiamat.” (HR. Imam Ahmad)
    • Imam Ahmad meriwayatkan dari An Nu’man bin Basyir bahwa رسول الله ﷺ  bersabda : “Telah datang suatu masa kenabian (nubuwwah) atas kehendak Allah kemudian berakhir. Setelah itu akan datang masa Khilafah Rasyidah sesuai dengan jalan kenabian, atas kehendak Allah, kemudian akan berakhir. Lalu, akan datang masa kekuasaan yang terdapat di dalamnya banyak kezhaliman (mulkan jabriyan), atas kehendak Allah, kemudian berakhir pula. Lantas, akan datang zamannya para diktator (mulkan ‘adhan), atas kehendak Allah, akan berakhir juga. Kemudian (terakhir), akan datang kembali masa Khilafah Rasyidah yang mengikuti jalan kenabian.’ Kemudian Nabi diam. (HR. Imam Ahmad dan Al Bazzar)
    • Ibn Asakir meriwayatkan dari Yunus bin Maisarah bin Halbas bahwa رسول الله ﷺ  berkata :
      “Perkara ini (Khilafah) akan ada sesudahku di Madinah, lalu di Syaam, lalu di Jaziroh, lalu di Iroq, lalu di Madinah, lalu di Baitul Maqdis [Al Quds]. Jika ia (Khilafah) ada di Al Quds, pusat negerinya akan ada di sana dan siapa pun yang memaksanya (ibu kota) keluar dari sana (Al Quds), ia (Khilafah) tak akan kembali ke sana selamanya.”
      Ibn Sa’d meriwayatkan dari Abdurrahman bin Abi Umairah Al-Mazni dia berkata,
      “Akan ada bai’ah untuk setia mengikuti pimpinan yang ada di Baitul Maqdis (Al Quds).”
  • Syaam merupakan benteng umat Islam saat terjadinya malhamah kubro (perang dahsyat akhir zaman)
    • “Auf bin Malik al-Asyja’iy berkata : Aku menemui رسول الله ﷺ lalu aku ucapkan salam. رسول الله ﷺ : Auf ? Aku : Ya, benar.  رسول الله ﷺ : Masuklah. Aku : Semua atau aku sendiri?  رسول الله ﷺ : Masuklah semua. رسول الله ﷺ : Wahai Auf, hitung ada enam tanda Kiamat.

Pertama, kematianku. Aku : Kalimat Nabi ﷺ ini membuatku menangis sehingga Nabi ﷺ membujukku untuk diam. Aku lalu menghitung : satu.

Nabi ﷺ : Penaklukan Baitul Maqdis. Aku : Dua.

Nabi ﷺ : Kematian yang akan merenggut umatku dengan cepat seperti wabah kematian kambing. Aku : Tiga.

Nabi ﷺ : Konflik dahsyat yang menimpa umatku. Aku : Empat.

Nabi ﷺ: Harta membumbung tinggi nilainya hingga seseorang diberi 100 dinar masih belum puas. Aku : Lima.

رسول الله ﷺ : Terjadi gencatan senjata antara kalian dengan Bani Ashfar (bangsa pirang), lalu mereka mendukung kalian dengan 80 tujuan. Aku : Apa maksud tujuan? Nabi ﷺ : Maksudnya panji. Pada tiap panji terdisi dari 12.000 prajurit. Benteng umat Islam saat itu di wilayah yang disebut Ghouthoh, daerah sekitar kota Damaskus.” (HR. Imam Ahmad)

  • Rasulullah ﷺ telah memilih Syaam di antara negara negara kaum muslimin dengan rasa bangga dan kata kata yang menyenangkan.
    • Dari Abdullah bin Hawalah, Rasulullah ﷺ bersabda, “Kamu akan menemukan pasukan pasukan perang, pasukan dari Syaam, pasukan dari Iraq, dan pasukan dari Yaman.”Abdullah berkata, “Aku berdiri lalu berkata, ‘Pilihkan untukku, ya Rasululah’.” Rasulullah ﷺ menjawab, “Pilihlah yang di Syaam, maka barangsiapa menolak, hendaknya bergabung yang di Yaman. Dan ijinkan dia menghadapi konsekuensi penolakannya, Allah yang Mahakuasa dan Maha Agung menjamin untukku Syaam dan penduduknya”.  Rabi’ah berkata, “Aku mendengar Abu Idris berbicara tentang hadits ini dan mengatakan bahwa siapa saja yang Allah jamin maka tidak akan diterlantarkan”.
  • Pasukan terbaik akhir zaman ada di Syam dan Allah menjamin kemenangan mereka.
    • “Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang : satu pasukan di Syaam, satu pasukan di Yaman, dan satu pasukan lagi di Iraq. Ibnu Hawalah bertanya : Wahai Rasulullah, pilihkan untukku jika aku mengalaminya. رسول الله ﷺ : Hendaklah kalian memilih Syam, karena ia adalah negeri pilihan Allah, yang Allah kumpulkan di sana hamba hamba pilihan-Nya, jika tak bisa hendaklah kalian memilih Yaman dan berilah minum (hewan kalian) dari kolam-kolam (di lembahnya), karena Allah menjamin untukku negeri Syam dan penduduknya.” (HR. Imam Ahmad)
  • Syaam adalah Tanah Jihad.
    • Banyak hadits yang menerangkan bahwa seseorang yang tinggal di Baitul Maqdis akan seperti orang yang berjihad atau berperang fi sabilillah. Misalnya Mu’az Ibn Jabal  meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda :
      “Hai Muadz ! Allah Yang Maha Kuasa akan membuat kalian sanggup menaklukkan Syaam, setelah kematianku, dari wilayah Al Arisy sampai Efrat. Para lelaki dan wanitanya akan terus berjihad sampai Hari Kiamat. Siapa saja di antara kalian yang memilih tinggal di perbatasan Syaam atau Baitul Maqdis (Al Quds) dia akan berada dalam keadaan berjihad sampai Hari Kiamat.”
      Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnad-nya bahwa Abu Umamah Al-Bahili meriwayatkan Rasulullah ? bersabda :
      “Sebuah kelompok dari umatku akan selalu menegakkan perintah Allah, tidak membahayakan mereka orang-orang yang menyalahi dan berbeda pendapat dengan mereka, sampai datang keputusan Allah atas mereka.’ Mereka bertanya : ”Wahai Rosulullah, di manakah mereka ?’ Rasulullah ? menjawab, ”Di Baitul Maqdis dan di sekitarnya.” (HR Ahmad)
  • Akan terjadi pertarungan dua Al Masih, dan Al Masih Dajjal akan menemui ajalnya di Baitul Maqdis.
    • “Al-Masih Dajjal akan datang dari arah timur, ia menuju Madinah, hingga berada di balik Uhud, ia disambut oleh malaikat, maka malaikat membelokkan arahnya ke Syaam, di sana ia dibinasakan, di sana dibinasakan.” (HR. Imam Ahmad)
  • Syaam adalah negeri titik temu dan titik tolak.
    • “Kalian akan dikumpulkan di sana – tangannya menunjuk ke Syaam – jalan kaki atau naik kendaraan maupun berjalan terbalik (kepala di bawah) … “(HR. Imam Ahmad)
  • Baitul Maqdis adalah Tempat Semua Manusia di muka bumi Akan Dikumpulkan Pada Hari Kiamat
    • Banyak hadits menunjukkan bahwa Baitul Maqdis adalah tanah tempat semua manusia akan dibangkitkan pada Hari Kebangkitan di hadapanNya. Di antaranya adalah riwayat Imam Ahmad dalam Musnad-nya bahwa Maimunah, saudara perempuan Sa’ad dan pembantu Rosulullah, berkata :
      ‘Wahai Nabi, berikanlah kami sebuah pernyataan tentang Baitul Maqdis.’ رسول الله ﷺ menjawab : ‘Dia adalah tanah tempat manusia dibangkitkan dan dikumpulkan.” [HR. Ahmad]

الله ﷻ berfirman dalam Al Quran surat Qaaf ayat 41 :

وَاسْتَمِعْ يَوْمَ يُنَادِي الْمُنَادِ مِنْ مَكَانٍ قَرِيبٍ

Dan dengarkanlah (seruan) pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat.

Beberapa mufassir mengatakan bahwa tempat yang dekat dengan tempat malaikat Israfil AS meniup terompetnya itu, adalah Baitul Maqdis.

Dalam kitab Tafsir Ibnu katsir ditulis : Qatadah mengatakan, Ka’bul Ahbar pernah mengatakan bahwa Allah Swt. memerintahkan kepada seorang malaikat untuk berseru dari atas kubah Baitul Maqdis, “Hai tulang-tulang yang telah hancur dan sendi-sendi yang telah terputus-putus, sesungguhnya Allah Swt. telah memerintahkan kepada kalian untuk bangkit bergabung guna menjalani peradilan.”

Al Quran surat Saba ayat 51 :

وَلَوْ تَرَى إِذْ فَزِعُوا فَلا فَوْتَ وَأُخِذُوا مِنْ مَكَانٍ قَرِيبٍ
Dan (alangkah hebatnya) jikalau kamu melihat ketika mereka (orang-orang kafir) terperanjat ketakutan (pada hari kiamat); maka mereka tidak dapat melepaskan diri dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat (untuk dibawa ke neraka),

Dalam tafsir Ibnu Katsir ditulis : Maksudnya, mereka tidak diberi kesempatan untuk melarikan diri, bahkan mereka langsung ditangkap sejak semula (mereka dibangkitkan).
Menurut Al-Hasan Al-Basri, saat mereka dibangkitkan dari kuburnya.

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ