بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Salah satu bentuk kesesatan Syiah adalah menganggap bahwa sumber hukum adalah, pertama Al Quran [ yang tentu saja ‘versi’ Syiah ] dan kedua Ahlul Bait.

Tetapi dalam praktek, sumber hukum yang utama dan dipakai adalah perkataan para imam [ Ahlul Bait ].  Setelah itu, baru mereka sesekali menyisipi ayat ayat Al Quran yang tentu dengan tafsir yang disesuaikan dengan tafsir Imam Syiah.

Bagaimana sesungguhnya dalam Islam ?

Rasulullah menjelaskan bahwa dalam Islam, sumber hukum ada 2.

Pertama dan utama adalah Al Quran

Kedua adalah sunnah atau hadis Rasulullah,

 

 

“Ketahuilah, sesungguhnya aku diberi Al Quran dan [ sesuatu ] yang serupa dengannya.”  [ yakni As Sunnah atau Al Hadis ]

H.R. Abu Dawud no.4604 dan yang lainnya dengan sanad yang Shahih, juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam al-Musnad IV/130)

Para ulama juga menafsirkan firman Allah dalam Surat Al Baqarah [2]  Ayat 129 :

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ 129

Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayatayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab [ Al Quran ] dan Al Hikmah [ As Sunah ] serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Al Hikmah dalam Ayat tersebut adalah As Sunnah seperti diterangkan oleh Imam As Syafi`i, “Setiap kata al hikmah dalam Al Quran yang dimaksud adalah As Sunnah.”

Demikian pula yang ditafsirkan oleh para ulama yang lain. ( Al-Madkhal Li Dirasah Al Aqidah Al-Islamiyah hal. 24)

 

Tafsir Surat Al Baqarah [2]  Ayat 129 :

 

 

Menurut Al Hasan Al Basri, Qatadah, Muqatil ibnu Hayyan, Abu-Malik serta lain-lainnya : Al Hikmah dalam Ayat tersebut adalah As Sunnah.

Menurut pendapat lain, yang dimaksudkan ialah pengertian dalam agama. Akan tetapi, kedua pendapat tersebut tidaklah bertentangan.

Wayuzakkihim, menurut Ali ibnu Abu Talhah, dari Ibnu Abbas, makna yang dimaksud ialah taat kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya.

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya :

Dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab [Al Quran] dan hik­mah. (Al Baqarah: 129)

Bahwa yang dimaksud ialah mengajarkan kepada mereka Al Quran dan kebaikan agar mereka mengerjakannya, juga keburukan agar me­reka menjauhinya, serta menyampaikan kepada mereka bahwa Allah akan rida kepada mereka jika taat kepada-Nya. Demikian itu agar me­reka banyak melakukan ketaatan kepada-Nya dan menjauhi semua hal yang membuat-Nya murka, juga menjauhi perbuatan durhaka ter­hadap-Nya.

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
. .