بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Nabi mengajarkan adab berakhlak terhadap makanan.  Apabila Rasulullah menyukai makanan tersebut, Rasulullah memakannya.

Sebaliknya, jika tidak, maka Rasulullah meninggalkannya.  Dalam arti tidak menyentuhnya, tidak memberi komentar apapun dan bahkan tidak menunjukkan reaksi wajah apapun.

Jadi tidak pernah Rasulullah menunjukkan ketidaksukaannya tersebut.  Dengan cara apapun.

Karena Rasulullah menyadari penuh, bahwa semua makanan dan minuman di dunia ini adalah ciptaan Allah Ta’ala.  Dan tidak patut sedikitpun seorang hamba menujukkan keluhannya terhadap ciptaan Tuhannya.

Tidak menyukai suatu makanan adalah hal yang wajar.  Amat manusiawi.  Karena soal selera tergantung pada masing masing pribadi.

Bila Rasulullah tidak atau kurang suka terhadap suatu makanan, belum tentu orang lain juga tidak atau kurang suka. Itulah sebabnya Rasulullah tidak memberikan reaksi apapun.  Karena khawatir mengganggu selera makan orang lain.

Brgitu juga dengan sikap suka Rasulullah terhadap makanan.  Rasulullah suka makan pad bagian paha dari daging kambing.  Bila ada yang lebih suka bagian dada, atau bahkan buntut, itu tidak mengapa. Tetapi yang perlu dipahami adalah bahwa daging kambing termasuk makanan yang disunnahkan Rasulullah.  Hanya saja Rasulullah lebih menyukai bagian paha.

Selanjutnya yang perlu dipahami juga adalah, dari sekian banyak makanan yang disunnahkan Rasulullah, tidak mengapa bila kita tidak menyukainya.  Misalnya kita tidak suka kurma, karena rasanya yang terlalu manis atau legit.  Tapi tidak perlu mengatakan atau memberi reaksi apapun.  Tinggalkan saja.  Karena masih banyak makanan sunnah Nabi yang lain yang bisa kita ikuti.

Hanya saja bila kita niat memakan kurma karena sunnah Rasul, padahal kita tidak menyukainya, tentu hal ini akan sangat baik dan ada pahala yang dijanjikan Allah dan RasulNya.

 

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
. .