بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

285 M           Romawi terbagi dua

Sebelumnya Romawi berpusat di Roma [Italia] kemudian oleh Kaisar Diocletian dipecah :

* Romawi Barat : ibukota tetap di Roma. Agama Kristen Trinitas [politheisme] dipimpin Paus, bahasa : Yunani
* Romawi Timur : ibukota Nikomedia [Tahun 324 dipindah ke Konstantinopel]. Agama Kristen Ortodoks, bahasa : Latin

Kedua Romawi itu pun sempat perang besar. Adanya perebutan sumber daya alam maupun perkara bantuan militer ditambah perbedaan pandangan soal Kristen Trinitas dan Ortodoks, menjadi pemicunya. Ajaran Protestan kala itu belum lahir.  Faktanya, ketidakseimbangan kekayaan, dimana wilayah Romawi Timur hidup lebih makmur dibanding orang orang Romawi Barat.

2 abad berikutnya, Romawi Barat runtuh dan musnah untuk selama  lamanya.

Tinggal Romawi Timur yang kemudian disebut sebagai Romawi Baru atau Byzantium.  Tetapi  Kaisar Theodosius I [379-395 yang memimpin Romawi [Baru] selanjutnya, tetap membagi dua kota administratif itu.

Abad 3 – 4    Setelah revolusi Bar Kokhba [132 – 135 M]

Al Quds masih tetap dibawah kekuasaan Romawi Timur/ Byzantium

Selama abad ke-4, Kaisar Romawi Konstantin I membangun tempat tempat Kristen di Yerusalem seperti Gereja Makam Kudus. Luas wilayah dan populasi Yerusalem mencapai puncak di akhir Periode Bait Kedua : Kota mencakup dua kilomoter persegi dan memiliki populasi 200.000. Dari dari hari Konstantin hingga abad ke-7, Al Quds tetap terlarang bagi orang Yahudi. Kecuali semasa pemerintahan singkat Kekaisaran Parsi pada tahun 614 – 629M.

Dalam rentang beberapa dekade, Al Quds berganti penguasa dari Romawi menjadi Persia dan kembali dikuasai Romawi sekali lagi. Dengan adanya tekanan Khosrau II dari Sassania di awal abad ketujuh terhadap Byzantium [Romawi Timur] hingga ke Syria, Jendral Sassania Shahrbaraz dan Shahin menyerang Al Quds, kota yang dikendalikan Byzantium.

325 M          Kaisar Romawi Timur Memeluk Kristen

♦ Masjidil Aqsha dijadikan tempat sampah
♦ Lahirnya agama Kristen

Konsili Nicea Pertama (325) yang dihimpun oleh Kaisar Romawi Konstantin I kemudian melahirkan ajaran baru, yakni Kristen dengan Yesus sebagai Anak Tuhan [Tritunggal].

Selama 150 tahun setelahnya, Syria Palaestina [Al Quds] menjadi tidak terlalu penting bagi Kekaisaran Romawi. Tetapi Kaisar Romawi Timur [Byzantium] yaitu Constantine telah memeluk agama Kristen, lalu menjadikan agama itu sebagai agama kekaisaran Romawi.

Selanjutnya Syria Palaestina ‘dikuasai’ oleh kaum Kristen [Kristen Katolik ⇒ Protestan baru lahir tahun 1517 M]. Sebagai bentuk penghinaan terhadap kaum Yahudi, bekas reruntuhan Solomon Temple [Masjidil Aqsha] ⇒ Kiblat kaum Yahudi dan pernah jadi kiblat Islam, dijadikan tempat pembuangan sampah.

325  ⇒ Kemudian tempat tempat yang berhubungan dengan Nabi Isa al Masih terus diagungkan, didirikan bangunan bangunan.  Kemudian Constatine membangun bangunan yang termegah yakni Gereja Holy Sepulchre [Gereja Makam Kudus]

Gereja Holy Sepulchre menjadi tempat paling suci bagi umat Kristen karena diyakini sebagai lokasi Penyaliban Kristus dan Kuburan Yesus. Di tempat Yesus disalib terdapat batu yang retak terbelah tanda adanya gempa bumi waktu itu [Mat 7: 21 ]

330 M  ⇒ Constantine membangun gereja pertama didunia, gereja tertua.  Itulah Gereja Kelahiran Yesus atau Gereja Nativitas (Arab: كنيسة المهد‎) yang berada di tengah tengah wilayah Bait Lehm atau Betlehem, di atas sebuah gua tempat Yesus dilahirkan [Holy Crypt]

Kemudian Ratu Helina ibu suri berziarah ke Yerusalem dan mendirikan Gereja Makam Isa Al Masih.

300-400 M

Pada abad ke-3 ini, Kekaisaran Septimius Severus mengangkat status Lod menjadi sebuah kota yang disebut dengan Colonia Lucia Septimia Severa Diospolis. Diospolis berarti kota para dewa.

476 M           Runtuhnya Romawi Barat

♦ Era Romawi Timur yang sering disebut Byzantium.  Ibukota Romawi Timur tetap Konstantinopel

Konflik yang tak kunjung selesai antara Romawi Barat dan Timur, menyebabkan Romawi Barat semakin lemah. Sementara Romawi Timur melesat tak tertahankan

Adanya distribusi kekayaan yang tidak adil antara Barat dan Timur [Timur jauh lebih kaya dan makmur] menyebabkan suku suku Barat merasa ‘gerah’ dan ingin membebaskan diri.

Ditambah Kekaisaran Roma memang tidak memiliki hubungan yang harmonis dengan suku Jerman selama berabad abad. Keadaan itu pula yang mendorong suku Barbar brulang kali menginvasi Romawi Barat.

Di tahun 410, Alaric, Raja Visigoth berhasil menguasai wilayah Kekaisaran Romawi Barat. Selama beberapa tahun selanjutnya kekaisaran ini berada di bawah kekuasaan bangsa Goth, hingga pada tahun 455 Kota Abadi ini kembali diserang oleh kelompok Vandal, yang juga berasal dari Jerman Timur.

Di tahun 476, pemimpin Jerman Odoacer melakukan aksi pembantaian dan berhasil melengserkan Kaisar Romulus Augustulus. Tahun itu kemudian disebut-sebut sebagai tahun runtuhnya Kekaisaran Romawi Barat.

Setelah runtuhnya Romawi Barat, orang hanya akan menyebut Romawi untuk kekaisaran yang masih ada, yakni Romawi Timur.  Namun istilah Byzantium baru muncul pada tahun 1557 M untuk menyamarkan orang akan sejarah jatuhnya Romawi Barat.

Konon, istilah ini dimunculkan oleh sejarawan Jerman, Hieronymus di tahun 1557. Dia menerbitkan karyanya berjudul Byzantinae Historiae. Dia menyebutkan bahwa Romawi yang bermarkas di Konstantinopel itu sebagai Byzantium, untuk membedakan Romawi yang di Roma.

Sejak itu Istilah Byzantium semakin populer dan orang semakin lupa akan sejarah jatuhnya Romawi Barat.

Bagi umat Islam sekarang, jika yang tertulis adalah kekaisaran Byzantium, tentu bisa membingungkan. Karena Al Quran menceritakan tentang kisah Ar Rum itu adalah perihal tentang Romawi [Timur]  yang kemudian ditaklukkan di tangan Islam.  Ketepatan nubuwat dalam Al Quran ini tentu berakibat tidak senangnya para pendeta Nasrani dan Yahudi, sehingga bisa jadi akhirnya mereka lebih senang menggunakan istilah Byzantium ketimbang Romawi Timur, karena istilah Romawi Timur adalah istilah yang dipakai dalam Al Quran.

486 M           Yahudi di Spanyol : The Third Council of Toledo 

Di Spanyol, Yahudi sudah ada di wilayah ini, sekitar tahun 300 M. Raja Aleric II (485-507), diilhami oleh Code of Theodosius, memberikan batasan ketat terhadap Yahudi. Nasib Yahudi Spanyol semakin terjepit, menyusul konversi Raja Recarred I (586-601) menjadi Katolik. Sang Raja melakukan konversi itu pada The Third Council of Toledo (589), dan kemudian menjadikan Katolik sebagai agama negara. The Council of Toledo itu sendiri membuat sejumlah keputusan: (1) larangan perkawinan antara pemeluk Yahudi dengan pemeluk Kristen, (2) keturunan dari pasangan itu harus dibaptis dengan paksa, (3) budak-budak Kristen tidak boleh dimiliki Yahudi (4) Yahudi harus dikeluarkan dari semua kantor publik, (5) Yahudi dilarang membaca Mazmur secara terbuka saat upacara kematian.

570 M           Muhammad ﷺ Lahir di Mekah

♦ Peristiwa Pasukan Gajah

Abraha Ash Shabbah Al Habsy, raja Kerajaan Yaman [Kristen] berkeinginan menguasai Kabah di Mekah.  Karena dia sudah membangun banyak tempat ibadah [gereja] yang indah indah, tapi orang orang Arab tidak ada yang mau datang.  Bahkan demi untuk mendatangkan jemaah, Abraha sampai menaruh berhala berhala di gereja buatannya.  Tapi tetap saja orang orang Arab lebih suka ziarah ke Kabah, beribadah sesuai dengan ajaran moyang mereka, Ibrahim.  Yang tentu saja kita paham, ibadah yang mereka jalankan sudah amat melenceng dari syariat Nabi Ibrahim عليه السلام.

Singkat cerita Abraha bersama pasukan gajahnya betul betul datang ke Mekah dengan niat untuk menghancurkan Kabah, dengan demikian orang orang akan ziarah ke gereja miliknya di Yaman.  Tetapi Allah ﷻ menunjukkan kekuasaannya.  Pasukan gajah yang amat kuat dan banyak itu, dikalahkan Allah ﷻ dan pasukan AbabilNya..

Abad VI        Kota Lod yang diubah namanya menjadi kota Lydda [selama perang Kitos, tahun 115 M – 117 M]

diubah lagi namanya menjadi Georgiopolis [ untuk menghormati seorang prajurit Kekaisaran Diocletian, St George ] Gereja dengan nama yang sama juga dibangun di kota tersebut untuk mengenangnya.

Dan tahun 1099, Tentara Salib merebut kota Lod dari bangsa Arab dan menamainya menjadi St Jorge de Lidde. Namun, kota tersebut direbut kembali dari Tentara Salib pada 1191 oleh pasukan Saladdin. Penjelajah Yahudi Benjamin Tudela mengatakan, saat Saladdin menaklukkan Lod, sebanyak 1.170 keluarga Yahudi tinggal di sana.

610 M           Era Nabi Muhammad
13 BH [ Before Hijriah ]

Nabi Muhammad ﷺ diangkat sebagai Nabi dan Rasul yang terakhir, inilah nabi yang disebut sebut dalam Kitab Kitab Yahudi dan Kristen.  Tetapi karena Muhammad Rasulullah ﷺ asal usulnya bukan dari keturunan yang mereka harapkan, kenabian Muhammad Rasulullah ﷺ  serta merta mereka tolak.  Kaum Kristen dan Yahudi berharap Sang Mesiah yang dijanjikan itu berasal dari keturunan Ishaq dan bukan Ismail.

Alhasil, Rasulullah ﷺ yang mendapat tugas untuk mendakwahi seluruh umat manusia, harus mendapat pertentangan tidak hanya dari suku suku di Arab.  Tapi juga Rasulullah ﷺ dimusuhi dan diperangi oleh banyak Kerajaan besar seperti Romawi Timur/ Kristen, Persia/ Majudi, Yaman dll.

612 M           Yahudi di Spanyol : dijadikan budak
11 BB

Dalam periode 612-620, banyak kasus tejadi dimana Yahudi dibaptis secara paksa. Ribuan Yahudi melarikan diri ke Prancis dan Afrika. Pada 621-631, di bawah pemerintahan Swinthila, perlakuan Yahudi agak lebih lunak. Pelarian Yahudi kembali ke tempat tinggalnya semula dan mereka yang dibaptis secara paksa kembali lagi ke agama Yahudi. Tetapi, Swinthila ditumbangkan oleh Sisinad (631-636), yang melanjutkan praktik pembaptisan paksa. Pada masa pemerintahan Chintila (636-640), dibuatlah keputusan dalam The Six Council of Toledo (638), bahwa selain orang Katolik dilarang tingal di wilayahnya. Euric (680-687) membuat keputusan : seluruh Yahudi yang dibaptis secara paksa ditempatkan di bawa pengawasan khusus pejabat dan pemuka gereja. Raja Egica (687-701) membuat keputusan : semua Yahudi di Spanyol dinyatakan sebagai budak untuk selamanya, harta benda mereka disita, dan mereka diusir dari rumah-rumah mereka, sehingga mereka tersebar ke berbagai profinsi. Upacara keagamaan Yahudi dilarang keras. Lebih dari itu, anak-anak Yahudi, umur 7 tahun keatas diambil paksa dari orang tuanya dan diserahkan kepada keluarga Kristen.

Perang Terbesar & Terakhir
Majusi Persia Vs Katolik Romawi Timur 

614 M           Palestina direbut Kekaisaran Persia, Romawi Timur kalah
9 BB

♦ Yahudi diperbolehkan masuk kembali ke Al Quds 136 M 478
♦ Salib Yesus dibawa ke Persia

Pada pengepungan Palestina, setelah 21 hari peperangan tanpa ampun, Palestina berhasil direbut Kekaisaran Persia. Riwayat Bizantium menceritakan bahwa tentara Sassana dan orang Yahudi membantai puluhan dari ribuan orang Kristen di dalam kota, ini menjadi episode yang masih diperdebatkan para sejarawan.

Perang antara Romawi Timur dengan Persia, kali ini dimenangkan oleh Persia.
Dibawah panglimanya yg bernama Syahravaraz atau Syahrabaraz atau Syera vizeh atau Khoriyam/. Dan mengalahkan tentara Romawi Timur di Azri’at [atau dalam sejarah lama dikenal dengan Edrei] dan di Busra [35 km dari Azriat], tidak jauh dari Syam.

Orang orang Romawi Timur banyak yg terbunuh, kota kota dihancurkan, kebun zaitun di rusak.
Palestina berhasil direbut dan salib Yesus dibawa ke Persia. Mereka menghancurkan semua gereja kecuali Gereja Kelahiran Yesus atau Gereja Nativitas (Arab: كنيسة المهد‎) di Betlehem [tempat lahir Kristus, dan dihormati sebagai tempat suci oleh umat Kristiani].  Gereja Kelahiran dibangun oleh Konstantin Agung [tahun 330 M], berdiri di berdiri di tengah tengah wilayah Bait Lehm atau Betlehem, di atas sebuah gua tempat Yesus dilahirkan [Holy Crypt]  Inilah gereja Kristen tertua di dunia.

Kaum Yahudi, setelah dilarang masuk selama 478 tahun, [dilarang Romawi pada tahun 136 M] diperbolehkan lagi masuk ke Al Quds.

Kota yang ditaklukkan masih berada di tangan Sassania hingga sekitar 15 tahun saat Kaisar Romawi TImur [Byzantium] Heraklius merebutnya kembali di tahun 629.

614 M           Situasi di Arabia : dakwah terbuka
9 BB

Ketika Persia berhasil menaklukan Romawi Timur, saat itu Rasulullah ﷺ baru saja diperintahkan untuk melakukan dakwah secara terbuka.  Kini Rasulullah ﷺ tidak hanya mengajak keluarga, kerabat dan sahabat sahabat untuk menyembah Satu Tuhan, Allah Ta’ala.  Tetapi ajakan dan seruan itu harus disampaikan terbuka kepada semua orang.

Ini bukanlah tugas yang mudah dan ringah.  Mengingat pertentangan kaum kafir Quraisy juga datang dari kerabat Rasulullah ﷺ sendiri.

Bahkan bukan hanya pertentangan yang diterima Rasulullah ﷺ  dan para sahabat, tetapi juga siksaan dan pukulan yang kejam tanpa belas kasihan.  Begitu kerasnya siksaan kaum kafir Quraisy, sampai sampai beberapa sahabat memohon ijin kepada Rasulullah untuk diperbolehkan hijrah keluar dari Mekah.

614 M           Situasi di Arabia. Ini adalah tahun ke 4 kenabian Rasulullah ﷺ Dan Tahun ke-9 BB.
8 BH

Dalam setahun setelah kemenangan itu, pasukan Persia menaklukkan Yordania, Palestina dan seluruh Semenanjung Sinai, dan mencapai perbatasan Mesir.Persis pada masa itu pula peristiwa yang jauh lebih bernilai sejarah berlangsung di Makkah. Kaum mu’min yang dipimpin Nabi Muhammad ﷺ sedang memperjuangkan eksistensi mereka di tengah kaum musyrikin Quraisy,

Dan ketegangan pun memuncak pada tahun 615 M, sehingga sebagian kaum mu’min harus meninggalkan rumah mereka dan menjadi pengungsi ke wilayah kerajaan Kristen Abesinia, yang waktu itu merupakan sekutu Kekaisaran Byzantium.

Kemenangan Persia/ Sasanid atas Byzantium menjadi pembicaraan di kota, dan kaum musyrik Makkah pun mengejek kaum mu’min. Mereka berkata : “Lihatlah para pemuja api Persia menjadi pemenang perang di mana mana dan orang orang Kristen berserakan ke mana mana. Begitu juga kami, para pemuja patung Arabia, akan membasmi kalian berikut agama kalian !”
Menghadapi cemoohan kafir Quraisy, maka Allah ﷻ menurunkan surat Ar Ruum :

Turunnya surat Ar Ruum [30] ayat 1 – 4 :

الم 1
Alif Laam Miim.
غُلِبَتِ الرُّومُ 2
Telah dikalahkan bangsa Rumawi,
فِي أَدْنَى الأرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُون 3
di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang,
فِي بِضْعِ سِنِينَ لِلَّهِ الأمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ 4
dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman

Mendengar ayat itu, kaum kafir Quraisy tertawa terbahak bahak.
Ubbay bin Khalaf bertaruh akan memberi Abu Bakar 10 ekor unta bila Romawi bisa menang dalam tiga tahun. Ketika Rasulullah ﷺ mendengar taruhan itu, beliau berkata :  “Al Quran menggunakan kata bidh-i-sinîn, dan kata itu dalam bahasa Arab mengacu pada jumlah di atas 10. Karena itu, naikkan taruhannya menjadi 10 tahun, dan tambah jumlah untanya menjadi 100,”

Maka Abu Bakar pun menyampaikan ucapan Rasulullah ﷺ itu kepada Ubay dan bertaruh 100 unta untuk 10 tahun.  Taruhan itu terjadi sebelum judi diharamkan Allah ﷻ.
Kelak pada tahun 617 M,  ramalah Al Quran terbukti benar.  Kaisar Heraclius berhasil menumpas Kerajaan Persia

615 M           Hijrah Pertama ke Habasyah [kini Ethiopia] ⇒ sekutu Kerajaan Romawi Timur/ Byzantium
7 BB

83 laki laki dan perempuan, dari pengikut pertama ( sahabat ) melarikan diri dari penganiayaan luar biasa yang dilakukan oleh kafir Quraisy . Setelah meminta ijin kepada Rasululah ﷺ, mereka hijrah ke Kerajaan Aksum di Abyssinia atau Habasyah [kini Ethiopia].  Diantara mereka terdapat anak kedua Rasulullah, Ruqayyah dan suaminya yang juga sahabat Rasulullah ﷺ, Utsman bin Affan.  Kafilah itu dipimpin oleh Ja’far bin Abu Thalib, sepupu Rasulullah ﷺ.

Raja Aksum waktu itu dikenal dalam bahasa Arab sebagai Ashama bin Abjar , yang umumnya sejarawan mengaitkan dengan sejarah dan kontemporer raja Raja Armah , seorang Kristen yang dianggap “terkenal karena menjadi orang yang benar dan takut akan Allah”.

 

621 M           Terjadi peristiwa Isra’ Mi’raj
1 BB

Rasulullah mengunjungi Masjidil Aqsha

Pada peristiwa Isra’ Mi’raj, saat Rasulullah ﷺ berhenti di Masjidil Aqsha bersama Jibril, tempat itu sedang dikuasai oleh Majusi Persia. Itulah sebabnya bangunan Masjidil Aqsha saat itu dalam keadaan hancur luluh lantak dan kotor oleh sampah sampah. Dan orang orang Yahudi diperbolehkan masuk ke Al Quds.

Di Masjidl Aqsha inilah Rasulullah ﷺ memimpin shalat dengan makmum para nabi, rasul dan malaikat. Al Quran surat Al Israa’ [17] ayat 1 :

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ 1

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat

10 tahun kemudian, tepatnya 630 M Rasulullah ﷺ memulai ekspedisi pembebasan Al Quds

622 M           Romawi Timur/ Byzantium berhasil memukul balik Kerajaan Persia
1 H

Surat Ar Ruum [30] terbukti benar
♦ Tengah berlangsung hijrah ke Yastrib/ Madinah
♦ Salib besar dibawa kembali ke Palestina
♦ Umat Islam mulai hijrah ke Yastrib
♦ Dimulainya penanggalan Hijriyah

Kaisar Heraclius diam diam berangkat ke Trabzon dari Konstatinopel melalui Laut Hitam dan mulai bersiap menyerap Persia dari belakang. Untuk itu ia meminta uang kepada Gereja, dan Paus Sergius merentenkan kolekte (uang hasil sumbangan) Gereja, dengan pesan agar ia menyelamatkan agama Kristen dari tindasan agama Zoroaster.

Heraclius memulai serangan baliknya pada tahun 623 M dari Armenia. Tahun berikutnya, 624 M, ia memasuki Azerbaijan dan menghantam Clorumia, tempat kelahiran Zoroaster, serta memorak-porandakan biara api Persia di kota itu.

Persis pada masa itu, kaum muslim mencapai kemenangan dalam perang Badar, perang pertama melawan kaum musyrik Makkah. Dengan demikian, kedua ramalan dalam surat Ar Ruum [30] terpenuhi dalam waktu yang ditetapkan, yaitu sekitar 10 tahun.

Pasukan Byzantium terus menekan keras pasukan Persia, dalam sebuah pertempuran di Niniveh [627 M], mereka menghantamkan pukulan terkeras. Mereka menawan para bangsawan Dastagerd, dan kemudian terus menekan lebih jauh lagi hingga ke sebelah kanan Ctesiphon, ibukota Persia pada masa itu.

Pada tahun 628 M, dalam sebuah gerakan revolusi, Khusrau Parvez dipenjarakan dan 18 orang putranya dieksekusi di hadapannya. Beberapa hari kemudian, ia sendiri mati di dalam penjara.

Byzantine, yang mengumbar janji manis untuk mengembalikan hak hak milik orang Yahudi yang kemudian ia ingkari setelah jatuhnya Palestina Prima dan segera, kerajaan Byzantine mengisukan larangan terhadap Judaisme di kerajaannya.

Pada waktu itulah Perjanjian Hudaibiyah [628 M/ 6 H]  dilakukan, yang dalam Al Quran disebut sebagai kemenangan sejati (fat-han mubîn). Dan persis pada tahun itu, putra Khusrau, Qubad II, menyerahkan daerah daerah Romawi yang diduduki Persia, kemudian membuat perjanjian damai dengan Byzantium.

Jatuhnya Persia, membuktikan kebenaran Al Quran.  Setelah itu, tak ada orang yang meragukan kebenaran ramalan Al Quran, dan hasilnya kebanyakan kaum musyrik Arab pun masuk Islam. Keturunan Ubbay bin Khalaf kalah taruhan, sehingga mereka harus menyerahkan seratus unta kepada Abu Bakar. Ia mengambil taruhan tersebut di hadapan Rasulullah, karena taruhan itu dilakukan pada masa judi belum diharamkan. Rasulullah menyuruhnya untuk membagikan semua sebagai derma.

623 M            Hijah Kedua : Ke Yastrib
1 H                  ♦ Inilah kali pertama Rasulullah berinteraksi secara intens dengan Yahudi, yakni dari suku Bani                                        Qainuqa, Bani Nadhir, dan Bani Quraizhah.  Mereka migrasi ke Madinah tahun 132 M setelah Yahudi                                kalah perang melawan Romawi.  Dan sejak itu mereka dilarang memasuki Al QudsKhabar kenabian Rasulullah tentu telah didengar Yahudi yahudi itu sejak awal pertama Rasulullah mendapatkan wahyu.  Tetapi mereka menolaknya, karena kecewa nabi akhir jaman itu ternyata bukanlah seorang Yahudi.  Padahal, semua tanda tanda kenabian Muhammad mereka sepakati sebagai benar adanya.  Karena mereka sudah amat kenal tanda tanda itu.  Mereka amat paham apa saja syarat kenabian itu.  Mereka mengenalinya seperti mereka mengenali anak anak mereka sendiri.  Tetapi karena kezaliman mereka sendiri, mereka menolak kenabian Muhammad.

Padahal, mengikuti Rasulullah adalah satu satunya kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan ampunan dari Allah atas segala kezaliman yang mereka perbuat.  Bayangkan, mereka sudah mengubah ubah Taurat dan menolak Injil, membunuhi para nabi dan rasul dari kalangan mereka sendiri, bahkan mereka memiliki tuhan yang baru, yang berbeda dari Allah.  Yang mereka panggil Yahwe.

Demikianlah dengan hijahnya Rasulullah dan para sahabat ke Madinah, maka Yahudi Yahudi itu harus berhadap hadapan langsung dengan Nabi yang selama ini mereka tolak kebenarannya.

Al B

تِلْكَ أُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُمْ مَا كَسَبْتُمْ وَلا تُسْأَلُونَ عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ 134

Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.

 

624 M           Arah kiblat yang semula menghadap Masjidil Aqsha, diubah menjadi menghadap Kabah
2 H

627 M            Nubuwat Rasulullah ﷺ Tentang Bakal Ditaklukkannya Syam [Baitul Maqdis] saat Perang Khandaq
5 H

Ketika Perang Khandaq tahun 627 M, Rasulullah ﷺ dan para sahabat memutuskan untuk membuat parit dalam dan panjang untuk menghalau kaum kafir Quraisy.

Nah, saat menggali parit itulah, ada sebuah batu yang besar dan amat keras yang tidak bisa dipecah oleh para sahabat. Lalu Rasulullah ﷺ dengan mengucapkan doa, mengayunkan kapaknya berupaya membelah batu besar dan keras itu.
Rasulullah ﷺ memulainya dengan membaca, “Bismillah.”
Lalu memukul dan berhasil menghancurkan sepertiganya dan Rasulullah ﷺ mengucapkan : “Allahu akbar ! Aku telah di beri kunci kunci Syam. Demi Allah ﷻ, sekarang saya melihat istana yang merah.”
Rasulullah ﷺ melanjutkan dengan pukulan kedua. Kali ini, Rasulullah ﷺ juga berhasil menghancurkan sepertiga berikutnya dan Rasulullah ﷺ mengucapkan :
“Allahu akbar ! aku telah di beri kunci kunci Persia. Demi Allâh ! Saya melihat istananya yang putih.”
Rasulullah ﷺ melanjutkan dengan pukulan ketiga dan akhirnya batu yang tersisa berhasil dipecahkan. Setelah pukulan ketiga, Rasulullah ﷺ mengucapkan : “Allahu akbar ! aku telah di beri kunci kunci Yaman. Demi Allah aku melihat pintu pintu Shan’a dari tempatku ini.”

[ Musnad Imam Ahmad:(30/626), Fathul Bâri, ta’liq Syekh bin Baz, Bâb Ghazwatil Khandaq, 7/397 ]

Dalam nubuwat Rasulullah diatas, ada 3 kota yang bakal dibebaskan Islam.  Yakni Syam [Palestina], Persia dan Yaman. Ke-3 nubuwat tersebut terbukti benar.

Kemudian Dari Abu Qubail berkata : Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya : “Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Rumiyah?

Abdullah meminta kotak dengan lingkaran lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Abdullah berkata : Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah ﷺ, beliau ditanya : Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu : Konstantinopel atau Rumiyah/Roma?

Rasulullah ﷺ menjawab, “Kota Heraklius dibuka lebih dahulu [Konstantinopel].

(HR. Ahmad, ad Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al Hakim)
Hadits ini dishahihkan oleh al Hakim. Adz Dzahabi sepakat dengan al Hakim. Sementara Abdul Ghani al Maqdisi berkata : Hadits ini hasan sanadnya. Al Albani sependapat dengan al-Hakim dan ad -Dzahabi bahwa hadits ini shahih. (Lihat al-Silsilah al-Shahihah 1/3, MS)

Sabda Rasulullah : ‘Suatu saat Konstantinopel akan takluk di tangan laki laki (Islam). Di tangan dialah sebaik baiknya pemimpin dan di tangan dialah sebaik baiknya pasukan’ .  Tahun 1453, Konstantinopel benar benar di taklukkan di tangan umat Islam. Di bawah komando Sultan Al Fatih, kota itu resmi diubah namanya menjadi Istanbul, artinya “jalan Islam“. Begitu Konstantinopel ditaklukkan, Al Fatih pun bergumam singkat : ‘Sabda Rasul telah terbukti’ ucapnya bersejuk.

627 M            Suku Yahudi di Yastrib diusir Rasulullah
6 H

♦ Setelah menetap sejak 136 M [Perang Bar Kokhba] 3 suku Yahudi di Yastrib diusir oleh Rasulullah.  Mereka adalah suku Bani Qainuqa, Bani Nadhir, dan Bani Quraizhah

Sementara itu  setelah sekitar 5 abad menetap di Yastrib, sekali lagi, orang orang Yahudi kembali harus diusir dan kemudian mengembara entah kemana.

Hal itu terjadi setelah perang demi perang dan pengkhianatan yang mereka lakukan. Begitulah nasib suku yang diberikan banyak kelebihan oleh Allah, namun karena sifat buruk mereka, mereka menjadi kaum yang paling sering diusir dan mengembara kemana mana.

628 M           Era Mengirimkan Utusan
7 H

Setelah Islam kuat dan besar, Rasulullah ﷺ kemudian mengirimkan sejumlah utusan dengan membawa surat surat dakwah sekaligus berdiplomasi kepada para penguasa negeri yang berbatasan dengan jazirah Arab.

Pertama Rasulullah menugaskan al Harits bin ‘Umair untuk mengirimkan surat dakwah kepada Gubernur Syam (Irak) bernama Hanits bin Abi Syamr Al-Ghassani yg baru diangkat oleh Kekaisaran Romawi. Dalam Perjalanan, di daerah sekitar Mut’ah, al-Harits bin ‘Umair dicegat dan dibunuh oleh penguasa setempat bernama Syurahbil bin ‘Amr al-Ghassani pemimpin dari suku Ghassaniyah (Pada waktu itu yang berkuasa di wilayah Palestina dan sekitarnya).

Lalu Utusan Rasulullah ﷺ pada Banu Sulayman dan Dhat al Talh daerah di sekitar negeri Syam (Irak) juga dibunuh oleh penguasa sekitar.  Sebelumnya, tidak pernah seorang utusan dari Rasulullah ﷺ dibunuh dalam misinya.

629 M           Salib Suci Besar dikembalikan ke Al Quds
8 H

              Palestina masih dalam kekuasan Romawi Timur.  Kaisar Heraclius mengembalikan Salib Suci ke Al                        Quds yang pada tahun 614 M, dibawa tentara Persia.  Salib Suci Besar kemudian diarak di jalan jalan Al                  Quds dengan perayaan yang megah pada 629 M

630 M

9 H

631 M

10 H

632 M          Wafatnya Rasulullah ⇒ Khalifah Abu Bakar
11 H

634 M          Wafatnya Abu Bakar
13 H

♦ Perang Yarmuk

45.000 kaum muslimin dibawah pimpinan Khalid bin Walid dan sahabat mulia Abu Ubaidah bin Al Jarrah radhiyallahu ‘anhum, menghadapi 240.000 pasukan Romawi.

“Wahai hamba-hamba Allah, bersabarlah pada Allah dalam meraih kemenangan. Karena Allah bersama orang-orang yang sabar. Wahai pasukan, kematian kalian akan tercatat sebagai syahid. Dan jika kalian masih hidup, kalian menang dan mendapatkan harta rampasan perang. Akan tetapi, teguhkanlah Iman kalian saat berperang. Tandai tubuh kalian dengan luka tombak. Tandai tubuh kalian dengan pedang. Demi Allah, Allah tidak melihat apapun dari kalian kecuali ketaatan kalian. Dan bersabarlah dari hal-hal yang buruk. Allahu Akbar! Allahu Akbar!” (Seruan semangat dari Abu Ubaidah radhiyallahu ‘anhu kepada pasukan muslimin)

Inilah perang yang dicatat sejarah Islam sebagai perang penentuan nasib negeri Syam.

Berkat kejeniusan strategi Khalid bin Walid sang pedang Allah, dan ketulusan Abu Ubaidah bin Al-Jarrah kaum muslimin berhasil memenangkan perang Yarmuk. Inilah kemenangan yang menandai jatuhnya Syam di tangan kaum Muslimin. Dengan begitu, Suriah yang menjadi jantung negeri Syam jatuh di tangan kaum Muslimin menyusul jatuhnya kota Damaskus.

Kaisar Romawi, terpaksa meninggalkan Syam menuju Konstatinopel. Kemenangan kaum muslimin di perang Yarmuk membuat gentar sisa-sisa pasukan Romawi. Inilah yang memuluskan kaum muslimin maju menaklukkan Palestina.

636 M           Kota Lod menjadi markas pejuang Islam

Kota ini menjadi salah satu lokasi yang penting setelah penaklukan bangsa Arab terhadap Palestina oleh pasukan tentara Muslim yang dipimpin Khalid bin Walid. Selama penaklukan yang dilakukan kaum Muslim, Lod menjadi markas Provinsi Filastin, meskipun selanjutnya dipindahkan ke Ramla.

Tanpa perlawanan Palestina diserahkan pada kaum muslimin. Atas permintaan petinggi nasrani di al-Quds, Umar bin Khaththab sendiri dengan kesederhanaannya yang langsung menerima kunci kota suci al-Quds.

“Wahai Amirul mukminin, disini pakaian dan kendaraan tersedia sangat banyak dan kehidupan kami disini sejahtera. Harga barang disini murah, keadaan muslimin disini sejahtera seperti yang kau lihat. Andai saja kau mengenakan pakaian indah, dan mengendarai kendaraan yang bagus, dan memberi makanan kepada muslimin disini dengan makanan yang melimpah maka itu akan lebih baik bagimu. Dan kau akan dipandang mulia oleh orang-orang asing.” Kata petinggi al-Quds, Umar menjawab :

“Demi Allah, aku tidak akan melakukan yang demikian itu. Aku tidak akan meningglakan kesederhanaan yang juga dilakukan dua sahabatku sebelumnya. Dan aku tidak akan berhias dengan hiasan yang tidak disukai Tuhanku. Aku tidak ingin terlihat agung di mata manusia tapi terlihat hina di mata Allah.”

Meskipun

Berakhirnya Perang Terbesar & Terakhir
Majusi Persia Vs Katolik Romawi Timur 

Inilah akhir dari perang 1 abad antara Romawi Vs Persia yang nyaris tanpa jeda, membuat keduanya lemah, miskin dan jumlah tentara yang jauh menyusut.  Hal ini rentan untuk diinvasi oleh kekuatan lain.

Ketika Kavadh II meninggal hanya beberapa bulan setelah naik takhta, Persia dilanda kekacauan dinasti dan perang saudara selama beberapa tahun. Sassaniyah menjadi makin lemah dengan adanya penurunan dalam bidang ekonomi, pajak yang berat untuk membiayai kampanye Khosrau II, kerusuhan agama, dan meningkatnya kekuasaan tuan tanah provinsi.

Kekaisaran Romawi juga sangat terpengaruh, dengan cadangan keuangannya terkuras oleh perang, dan Balkan kini sebagian besar dikuasai oleh bangsa Slav.  Selain itu, Anatolia juga porak-poranda akibat invasi berulang oleh Persia; kekuasaan Romawi di wilayah yang baru saja diperolehnya di Kaukasus, Suriah, Mesopotamia, Palestina, dan Mesir mulai goyah akibat pendudukan Persia selama bertahun-tahun.

Tahun tahun sesudah itu, adalah tahun yang rentan baik bagi Romawi Timur maupun Persia.  Karena dengan wilayah kekuasaan yang luas namun penempatan tentara kerajaan yang sedikit, membuat wilayah jajahan sangat mudah untuk memberontak.  Apalagi ditambah dengan konflik internal, percobaan kudeta dst, semakin membuat dua Kerajaan Besar Dunia itu bak seorang tua yang berjalan memakai tongkat.

Akibatnya, baik Romawi Timur ataupun Persia, sama sama menahan diri untuk saling menyerang.  Mereka masuk pada era perang dingin …

Dalam situasi seperti itulah kekuatan baru yang memiliki semangat tinggi dan amat mendamba kematian, muncul di jazirah Arab.

Kekuatan baru itu adalah Islam. Islam yang syariatnya adalah melengkapi syariat nabi nabi sebelumnya, datang sebagai ajaran yang mempersatukan orang orang Arab untuk melawan.  Muhammad Rasulullah terus menyebarkan ajaran Islam tidak hanya kepada orang orang Arab.  Tetapi utusan utusan Islam juga dikirim melampaui jazirah Arab.

Menurut Howard-Johnston, serbuan orang Arab itu “hanya dapat disamakan dengan tsunami manusia”.  Menurut George Liska, “Konflik panjang yang tidak perlu antara Bizantium dan Persia telah memberi jalan bagi Islam“.  Kekaisaran Sassaniyah dengan cepat menyerah terhadap serangan Islam dan pada akhirnya benar benar takluk.

Selama Perang Romawi TImur Vs Islam, wilayah provinsi timur dan selatan Kekaisaran Romawi, yaitu : Suriah, Armenia, Mesir dan Afrika Utara, pada akhirnya berhasil direbut tentara Islam.  Padahal wilayah wilayah itu baru saja diperoleh kembali  Romawi.

Hal itu jelas mengurangi wilayah Romawi menjadi tinggal sebagian Anatolia serta daerah-daerah dan pulau pulau yang terpencar pencar di Balkan dan Italia.  Wilayah Romawi yang tersisa itu juga terus menerus diserang, menandai peralihan dari peradaban perkotaan klasik ke bentuk masyarakat abad pertengahan yang lebih bersifat pedesaan.

Akan tetapi, tidak seperti Persia, Kekaisaran Romawi Timur [Bizantium] berhasil bertahan dari gelombang serangan tentara Islam.

Romawi bertahan di sisa-sisa wilayahnya dan dua kali secara telak berhasil memukul mundur pengepungan Arab atas ibu kotanya, yaitu pada 674–678 M dan 717–718 M.  Kekaisaran Romawi juga kehilangan wilayahnya di Kreta dan Italia selatan akibat direbut oleh Islam dalam konflik berikutnya, meskipun wilayah wilayah tersebut berhasil diambil kembali oleh Romawi.

Dan berikut, adalah dimulainya era babak baru …

Perang Islam Vs Kristen 'Romawi Timur'

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Sejarah Baitul Maqdis [Yerusalem] [1]
Sejarah Baitul Maqdis [Yerusalem] [2]
Sejarah Baitul Maqdis [Yerusalem] [3]
Sejarah Baitul Maqdis [Yerusalem] [4]