Sanad adalah silsilah atau rangkain para rawi.  Mulai dari rawi awal sampai terakhir yang meriwayatkan hadits dari Rasulullah.

Rangkaian para rawi ini dimulai dari rawi terakhir, misalnya al Bukhari dan berakhir kepada rawi pertama shahabat. Maka dari sisi sanad, al Bukhari bisa disebut sebagai sanad pertama tetapi sebagai rawi terakhir, sedangkan shahabat disebut sebagai sanad terakhir tetapi sebagai rawi pertama.

 

Sanad memberikan gambaran keaslian suatu riwayat.

Jika diambil dari contoh sebelumnya maka sanad hadits bersangkutan adalah

Al-Bukhari –> Musaddad –> Yahya –> Syu’bah –> Qatadah –> Anas –> Nabi Muhammad S.A.W

Sebuah hadits dapat memiliki beberapa sanad dengan jumlah penutur/rawi yang bervariasi dalam lapisan sanadnya; lapisan dalam sanad disebut dengan thabaqah. Signifikansi jumlah sanad dan penutur dalam tiap thabaqah sanad akan menentukan derajat hadits tersebut, hal ini dijelaskan lebih jauh pada klasifikasi hadits.

Jadi yang perlu dicermati dalam memahami hadits terkait dengan sanadnya ialah :

  • Keutuhan sanadnya
  • Jumlahnya
  • Perawi akhirnya

Sebenarnya, penggunaan sanad sudah dikenal sejak sebelum datangnya Islam. Hal ini diterapkan di dalam mengutip berbagai buku dan ilmu pengetahuan lainnya. Akan tetapi mayoritas penerapan sanad digunakan dalam mengutip hadis hadis nabawi.

.