بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ruqayyah binti Muhammad adalah anak ke empat Nabi Muhammad dengan Khadijah binti Khuwailid.  Dan ia adalah puteri kedua Rasulullah.  Ia satu diantara 7 anak anak Rasulullah.

Suami keduanya adalah khalifah ke 3 yakni, Ustman bin Affan.  Setelah Ruqayyah wafat, Ustman menikahi sang adik Ummu Kultsum, sehingga Ustman dijuluki Dzunnurain atau pemilik dua cahaya..

Ruqayyah-lah satu satunya anak Rasulullah yang mengikuti Hijrah hingga 2 kali.  Pertama hijrah ke Kerajaan Aksum dan kedua hijrah ke Madinah.

Nama lengkapnya adalah Ruqayyah binti Muhammad binti Abdullah. Nasabnya adalah anak Muhammad dan Khadijah.

 


Nasab Ruqayyah

 

Ayahnya adalah Muhammad bin Abdullah

Ibunya adalah Khadijah binti Khuwailid

Suami Ruqayyah :

Ruqayyah menikah hingga dua kali.  Suami suami Ruqayyah :

  1. Utbah bin Abu Lahab : tidak memiliki anak
  2. Ustman bin Affan.   Anak :  Abdullah, lahir di Habasyah pada tahun 614 M dan diperkirakan wafat pula di sana.   Setelah itu Ruqayyah tidak lagi memiliki anak.

 

 


Tahun Lahirnya  Ruqayyah

 

Ruqayyah  lahir pada tahun 602 M atau 7 tahun setelah Muhammad SAW menikah dengan Khadijah.  Waktu itu usia Rasulullah sekitar 32 tahun. Jadi Ruqayyah lahir  8 tahun sebelum tahun bi’tsah [ tahun atau 21 tahun sebelum Hijrah ].

 


Tahun wafatnya Ruqayyah

Ruqayyah wafat tepat pada saat terjadinya perang Badar, yakni pada tahun 624 M atau 2 H.  Waktu itu Rasulullah telah berusia 54 tahun dan Ruqayyah 22 tahun.

Rasulullah memasuki Madinah [ setelah perang Badar ] pada saat Ruqayyah telah dikubur.

Beberapa bulan sebelum wafatnya Ruqayyah, Fathimah dipinang oleh Ali bin Abi Thalib.

 


Kisah Ruqayyah

Ruqayyah dipersuntingkan oleh pamannya sendiri yakni Utbah bin Abu Lahab  sekitar tahun 610 M [ merupakan tahun Bi’tsah atau tahun dimana Muhammad diangkat menjadi Rasul ].

Dan adiknya Ummu Kultsum disunting oleh ‘Utaibah bin Abi Lahab.

Utbah dan Utaibah adalah sepupu  Rasulullah, anak dari salah satu paman  Rasulullah yang bernama Abu Lahab.

Namun,  pernikahan itu tak berjalan lama. Berawal dengan diangkatnya Muhammad sebagai Rasul, menyusul kemudian turun Surat Al Lahab yang berisi cercaan terhadap Abu Lahab, maka Abu Lahab dan istrinya, Ummu Jamil, menjadi berang. Dia berkata kepada dua putranya, Utbah dan Utaibah yang menyunting putri-putri Rasulullah , “Haram jika kalian berdua tidak menceraikan kedua putri Muhammad!”

Kembalilah dua putri yang mulia ini dalam keteduhan naungan ayah bundanya, sebelum sempat memiliki anak dari suami suaminya. Bahkan dengan itulah Allah selamatkan mereka berdua dari musuh-musuh-Nya. Ruqayyah dan Ummu Kultsum pun berislam bersama ibunda dan saudari-saudarinya.

Allah memberi ganti yang jauh lebih baik bagi Ruqayyah binti Rasulullah, ia disunting oleh seorang sahabat mulia, Ustman bin Affan.

Sebagaimana kaum muslimin yang lain, mereka berdua menghadapi gelombang ujian yang sedemikian dahsyat melalui tangan kaum musyrikin Mekkah dalam menggenggam keimanan. Hingga akhirnya, pada tahun kelima setelah nubuwah, Allah bukakan jalan untuk hijrah ke bumi Habasyah, menuju perlindungan seorang raja [ Najasy ] yang tidak pernah menzalimi siapa pun yang ada bersamanya. ‘

LIhat kisah lengkapnya di Kisah Abu Lahab

Hijrah ke Habasyah

Ustman bin Affan.  membawa Ruqayyah istrinya di atas keledai, meninggalkan Mekkah, bersama sepuluh orang sahabat yang lainnya, berjalan kaki menuju pantai. Di sana mereka menyewa sebuah perahu seharga setengah dinar untuk hijrah ke Kerajaan Aksum.
Di bumi Habasyah, Ruqayyah melahirkan seorang putra yang bernama Abdullah. Akan tetapi, putra Ustman ini tidak berusia panjang.  Konon, suatu ketika, ada seekor ayam jantan yang mematuk matanya hingga membengkak wajahnya.  Dengan sebab musibah ini, Abdullah meninggal dalam usia enam tahun.
Perjalanan mereka belum berakhir.

Saat kaum muslimin meninggalkan negeri Makkah untuk hijrah ke Madinah, mereka berdua pun turut berhijrah ke negeri itu.

Begitu pun Ummu Kultsum, berhijrah bersama keluarga Rasulullah.
Selang berapa lama mereka tinggal di Madinah, bergema seruan perang Badar. Para sahabat bersiap untuk menghadapi musuh-musuh Allah.

Namun bersamaan dengan itu, Ruqayyah bintu Rasulullah diserang sakit. Rasulullah pun memerintahkan Ustman bin Affan untuk tetap tinggal menemani istrinya.
Ternyata itulah pertemuan mereka yang terakhir. Di antara malam-malam peristiwa Badr, Ruqayyah binti Rasulullah kembali ke hadapan Rabb-nya karena sakit yang dideritanya. Ustman bin Affan sendiri yang turun untuk meletakkan jasad istrinya di dalam kuburnya.

Ketika Rasulullah kembali keMadinah seusai perang Badar., bleiau hanya bisa menemui pusara Ruqayyah.

Ruqayyah wafat sekitar tahun 624 M atau 2 Hijriah.

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ .