Romawi adalah sebuah kekaisaran  dengan wilayah kekuasaan yang saling bersebelahan di seluruh Eropa, Afrika Utara, dan Timur Tengah. [1]

Ada sebuah frasa bahasa Latin :  imperium sine fine yang berarti kekaisaran tanpa ujung. [2]  Ini menunjukkan ideologi tidak ada waktu ataupun ruang yang membatasi Kekaisaran.

Dalam puisi epik Vergil, Aeneid, disebutkan bahwa kekaisaran yang tidak terbatas ini dianugerahkan kepada bangsa Romawi oleh dewa agung Jupiter. [3] Klaim kekuasaan universal ini diperkokoh dan diperbarui ketika Kekaisaran berada di bawah pemerintahan Kristen pada abad ke-4.[4]

Orang orang Islam pada jaman Rasulullah menyebut Romawi dengan sebutan Rum atau Bani Ashfar.

Sekarang ini yang cukup dapat mewakili Romawi modern adlaah Amerika Serikat dan Eropa, dan yang cukup urgent adalah Amerika Serikat.

Dalam hal ini terdapat suatu riwayat dari Sa’id bin Jabir, bahwa seorang lelalki dari keluarga Muawiyah bertanya kepadanya: “Tidakkah engkau pernah membaca kitab milik Ka’ab, saudaramu itu?”
Lalu Sa’id bin Jabir, “Kemudian dia memberikan sebuah shahifah kepadaku, yang didalamnya terdapat kalimat : ‘Katakanlah kepada …. kota Rum, dan ia diberi sebutan dengan nama yang banyak’ ….”

Hal tersebut menginsyaratkan bahwa Rum atau Romawi di jaman modern ini adalah Amerika dan negara negara Eropa [ Inggris, Perancis, Italia dll ]

 

Catatan Kaki :

[1] Kelly, The Roman Empire, hlm. 3.
[2] Nicolet, Space, Geography, and Politics in the Early Roman Empire, hlm. 29; translated as “power without end” in Pat Southern, The Roman Empire from Severus to Constantine (Routledge, 2001), hlm. 16.
[3] Vergil, Aeneid 1.278; Nicolet, Space, Geography, and Politics, hlm. 29; David J. Mattingly, Imperialism, Power, and Identity: Experiencing the Roman Empire (Princeton University Press, 2011), hlm. 15; G. Moretti, “The Other World and the ‘Antipodes’: The Myth of Unknown Countries between Antiquity and the Renaissance,” in The Classical Tradition and the Americas: European Images of the Americas (Walter de Gruyter, 1993), hlm. 257; Southern, The Roman Empire from Severus to Constantine, hlm. 16.
[4] Prudentius (348–413) in particular Christianizes the theme in his poetry, as noted by Marc Mastrangelo, The Roman Self in Late Antiquity: Prudentius and the Poetics of the Soul (Johns Hopkins University Press, 2008), hlm. 73, 203. St. Augustine, however, distinguished between the secular and eternal “Rome” in The City of God. See also J. Rufus Fears, “The Cult of Jupiter and Roman Imperial Ideology,” Aufstieg und Niedergang der römischen Welt II.17.1 (1981), hlm. 136 et passim, on how Classical Roman ideology influenced Christian Imperial doctrine; Peter Fibiger Bang, “The King of Kings: Universal Hegemony, Imperial Power, and a New Comparative History of Rome,” in The Roman Empire in Context: Historical and Comparative Perspectives (John Wiley & Sons, 2011); and the Greek concept of globalism (oikouménē).