بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Raudhah adalah area di sekitar mimbar di dalam masjid Nabawi, yang biasa digunakan oleh Rasulullah ﷺ untuk berkhutbah.

Raudhah adalah tempat yang paling mulia di Masjid Nabawi, karenanya disyariatkan untuk memperbanyak ibadah sunnah seperti shalat, dzikir dan membaca al Quran, dengan syarat bisa khusyu’ dan tidak menyakiti orang lain saat berada disana maupun saat menuju kesana. Adapun untuk shalat wajib, shaf-shaf yang ada di depan Raudhah lebih utama.

Taman Surga

Raudhah secara bahasa artinya adalah taman.  Dan pemahaman  Raudhah sebagai taman surga ada pada hadits :

Rasulullah ﷺ bersabda :

مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الجَنَّةِ

Tempat yang terletak diantara rumah saya dan mimbar saya adalah salah satu di antara taman taman surga [ HR. al-Bukhari no. 1195 dan Muslim no. 1390 ]

Hadis ini juga diriwayatkan  At Tirmidzi dari Ali bin Abi Thalib dan Abu Hurairah, hadits ini hasan gharib dari Ali

Juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Muslim dan selainnya dari jalan lain yang di dalamnya terdapat tambahan :

ومنبري على حوضي

‘dan mimbarku (kelak) akan berada di atas telaga Aku‘

Dalam riwayat Thabrani di al Mu’jam al Ausath no. 3112, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa yang rumah yang dimaksud adalah rumah Aisyah رضي الله عنه.  Dimana di rumah itulah Rasulullah ﷺ wafat sekaligus tempat Rasulullah ﷺ dimakamkan.

Riwayat ini menjelaskan bahwa rumah yang di maksud adalah rumah Aisyah,  karena Rasulullah ﷺ memiliki beberapa rumah di sekitar Masjid Nabawi dan masing masing ditinggali oleh para isteri Rasulullah

Ibnu Hajar rahimahullah menyebutkan tiga penafsiran untuk hadits ini,  yaitu :

a. Tempat ini seperti taman surga, dalam ketenangan dan kedamaian yang didapati orang yang memasukinya.
b. Beribadah di tempat ini akan membuat pelakunya masuk surga.
c. Tempat ini akan dipindah ke surga dan menjadi salah satu tamannya di akhirat kelak.

Keutamaan Raudhah

  1. Bahwa Allah ﷻ menurunkan rahmat-Nya dan berbagai kebahagiaan di tempat itu, karena di tempat itu dilakukan zikir dan pemujaan kepada Allah ﷻ , yang karenanya dijanjikan surga.
  2. Tempat paling makbul untuk berdoa.
  3. Tempat itu kelak setelah kiamat benar-benar akan dipindahkan oleh Allah ﷻ ke surga, sehingga ia menjadi bagian dari taman surga yang hakiki.
  4. Orangaorang yang pernah berdoa di Raudhah akan melihat Raudhah kembali di surga.

Tempat Terdekat Dengan Makam Rasulullah ﷺ :

Selain untuk berdoa, bagi umat Islam sekarang, Raudhah adalah jarak terdekat yang dapat dicapai untuk bersanding secara fisik dengan Sang Nabi karena tepat dibalik bangunan persegi empat berwarna hijau dengan kaligrafi emas yang terletak di sebelah kiri saat mereka bersujud di Raudhah itulah makam Nabi Muhammad ﷺ.

Dimana Letak Raudhah Sekarang ?

Dahulu rumah Nabi Muhammad ﷺ dan  Aisyah رضي الله عنه  terletak di luar kompleks Masjid Nabawi namun karena perluasan area masjid kini rumah tersebut berada di dalam kawasan masjid. Untuk mencari posisi Raudhah di area Madjid Nabawi yang terus diperluas hingga kini dapat menampung hingga satu juta jamaah tersebut tidak sesulit yang dibayangkan.

Sesuai dengan hadits Rasulullah ﷺ yang menyatakan bahwa letak Raudhah adalah antara rumah dan mimbar Rasulullah ﷺ, maka luas Raudhah itu sekitar 22 m x 15 m, yakni jarak antara rumah Nabi ﷺ dan mimbarnya kurang lebih 22 meter dan panjang ke belakang kurang lebih 15 meter.

Bagaimana Mencapai Raudhah

Dari pelataran masjid yang dihiasi oleh kanopi kanopi berbentuk payung payung raksasa karya arsitek Jerman Mahmoud Bodo Rasch, kawasan Raudhah dapat dicirikan dari kubah berwarna hijau.

Cukup berdiri di sisi terluar pelataran untuk dapat melihat seluruh warna kubah di Masjid Nabawi, tepat di bawah kubah berwarna hijau yang terletak di samping kubah perak lokasi imam itulah lokasi taman surga.

Bagi jamaah laki laki, pintu terdekat untuk mencapai Raudhah adalah melalui gerbang Babus Salam atau gerbang Jibril yang memang dikhususkan bagi peziarah. Sementara untuk jamaah perempuan masuklah melalui pintu Ali bin Abu Thalib atau pintu nomor 25-29.

Jemaah wanita diberi kesempatan untuk sholat sunat di Roudloh pada waktu Dhuha, dari pagi sampai menjelang sholat zhuhur.

Karpet Hijau dan Merah

Dari dalam masjid, kawasan Raudhah ditandai oleh karpet berwarna hijau. Sementara seluruh bagian masjid yang lain dilapisi oleh karpet berwarna merah. Jadi ketika kaki belum menjejak karpet berwarna hijau maka belumlah tiba di taman surga.

Selain karpet hijau, arsitektur bagian dalam Masjid Nabawi di sekitar Raudhah juga tampak berbeda dari bagian masjid yang lain.

Langit-langit Raudhah dihisasi oleh fresco bergambar jalinan bunga berwarna merah, hijau dan biru dalam latar putih serta kaligrafi sementara itu tiang-tiangnya tidak berwarna putih dan abu-abu dengan hiasan emas seperti bagian masjid yang lain melainkan berwarna merah jambu dengan hiasan emas dan kayu.

Lampu gantung yang dipasang hampir di setiap satu meter langit-langitnya juga tidak sepenuhnya berwarna emas melainkan merupakan perpaduan antara emas dan putih dengan tulisan Allah berwarna biru.

Apa Saja Yang Ada Di Dalam Raudhah

 

Ada 3 Makam

Di rumah Rasulullah ﷺ, terdapat tiga makam yaitu makam Rasulullah ﷺ yang berada paling depan disusul dengan makan Khalifah Abu Bakar As Siddiq رضي الله عنه yang merupakah ayah dari Aisyah رضي الله عنه dan kemudian di sisi Abu Bakar adalah makam Khalifah Umar bin al-Khatab رضي الله عنه.  Posisi ketiga makam tersebut berundak dan bukannya sejajar.

Tiang Tiang Penting

Di Roudloh terdapat beberapa tiang (usthuwaanah) yang penting. Tiang-tiang tersebut adalah sebagai berikut :

a. Tiang Siti Aisyah. Tiang ini yang disebut Usthuwaanah Aisyah, terletak di tengah Roudloh, yakni tiang yang ketiga dari mimbar dan dinding makam rasulullah SAW. Di tengah tiang ini terdapat tulisan dalam bahasa Arab : Usthuwaanah Aisyah.

b. Tiang taubah. Tiang ini disebut Usthuwaanah At-taubah. Tiang At-Taubah ini terletak antara tiang Aisyah dan tiang As-Sarir (dinding makam Rasulullah SAW). Tiang ini terkenal juga dengan tiang Abu Lubabah (Usthuwaanah Abu Lubabah).

c. Tiang As-Sarir (Usthuwaanah As-Sarir). As-Sarir artinya tempat tidur. Tiang As-sarir letaknya sebelah timur (disamping) tiang At-Taubah, menempel pada dinding makam Rasulullah SAW.

d. Tiang Al-Haras (Usthuwaanah Al-Haras). Tiang ini menempel pada dinding makam Rasulullah SAW sebelah utara tiang As-sarir. Tiang ini bersejarah karena di situlah para sahabat mengawal Nabi dan menjadikan tempat itu sebagai pos keamanan untuk keselamatan dan keamanan Rasulullah SAW, sampai dating jaminan keamanan dari Allah SWT untuk Rasulullah SAW melalui firman-Nya :

Artinya, ‘Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia’ (QS Al-Maidah : 67)

e. Tiang Al-Wufud (Usthuwaanah Al-Wufud). Tiang ini terletak paling utara dari tiang As-Sarir dan tiang Al-Haras. Letaknya menempel pada dinding makam Rasulullah SAW. Tiang Al-Wufud ini asalnya adalah tempat Rasulullah menerima tamu-tamu pentingnya, baik para petinggi Arab maupun orang-orang mulia dan terkemuka dari para sahabat.

Semua tiang bersejarah itu hingga kini masih tetap dipelihara dan ada pada tempatnya. Setiap jemaah yang mengunjungi Masjid Nabawi dapat menyaksikannya.

Pada saat Mu’awiyah pergi haji beliau menambahkan beberapa tiang pada Mimbar Rasulullah ﷺ itu dan yang asli diletakkan pada bagian yang paling atas. Semuanya menjadi 9 tingkat dengan tempat duduknya. Para khalifah berdiri pada tingkat yang ke-tujuh yaitu tingkat pertama Mimbar Rasulullah ﷺ, kebiasaan ini terus berlanjut sampai terjadi kebakaran tahun 654 H / 1256 M yang sempat menyentuh mimbar ini.

Sejak saat itu orang tidak bisa lagi duduk di tempat berkah tersebut. Sebagai penggantinya dibuatlah mimbar oleh penguasa Yaman, Al-Muzhoffar tahun 656 H/1258 M dan pada tahun 666 H/1268 M diganti lagi dengan mimbar yang baru yang dikirim Azh-Zhohir Bibris. Dan kemudian terjadi beberapa kali pergantian, yaitu pada tahun 797 H oleh Barquq, tahun 820 H oleh Al-Muayyad. Terbakar lagi pada tahun 886 H/1481 M. Penduduk Madinah kemudian membuat mimbar baru dari batu bata yang dicat kapur dan inipun kembali diganti oleh Qoyit Bey dengan mimbar dari marmer tahun 888 H/1483 M.

Mimbar Rasulullah

Di dalam Raudhah peziarah dapat menemukan bekas mimbar yang digunakan oleh Rasulullah ﷺ yang terbuat dari kayu dengan hiasan kaligrafi emas dan hijau serta mihrab yang konon digunakan oleh Rasulullah ﷺ untuk memimpin shalat.

Pembatas makam Rasulullah ﷺ merupakan sebuah dinding dengan tiga pintu berwarna hijau dengan hiasan kaligrafi berwarna emas.

Para askar atau petugas Masjid Nabawi, selalu mengingatkan pada antrian jamaah untuk tidak berebut mencari posisi terdekat makam Rasulullah ﷺ karena seluruh area yang beralaskan karpet berwarna hijau adalah Raudhah.

Mereka juga mengingatkan jamaah untuk tidak shalat menghadap makam Sang Nabi namun tetap menghadap kiblat.

Umumnya jamaah akan berebut untuk berusaha mencari posisi shalat yang terdekat dengan makam Sang Nabi, tak jarang bahkan yang mencuri-curi kesempatan untuk mengintip ke balik dinding berwarna hijau dan emas itu. Sisanya mencoba memotret bagian dalam Raudhah sebelum dihentikan oleh askar.

Ketika terjadi lagi kebakaran pada tahun 886 H/1481 M. Penduduk Madinah kemudian membuat mimbar baru dari batu bata yang dicat kapur dan inipun kembali diganti oleh Qoyit Bey dengan mimbar dari marmer tahun 888 H/1483 M.

Oleh Sultan Murad III, mimbar marmer itu dibawa ke Quba dan dikirim kubah baru tahun 998 H. Mimbar ini sangat bagus dan rapi, terbuat dari marmer tetapi luarnya dipoles emas dan berbentuk ukiran. Bagian atasnya berbentuk kubah dengan empat tiang penyangga. Di atas pintunya ada tulisan ayat Al Quran yang selalu nampak seperti baru selesai disepuh emas. Pemerintah Arab Saudi mengecatnya dengan air emas asli. Mimbar ini diletakkan persis pada posisi Mimbar Rasulullah SAW, sebelah barat Mihrab Rasulullah ﷺ. Berjumlah 12 tingkat (tangga), tiga di luar pintu mimbar dan 9 tingkat berada di dalamnya.

Dalam kitab Khulashoh Al-Wafa halaman 145 disebutkan ada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Sahl Ibn Sa’ad ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Mimbarku adalah pintu (tir’ah) dari pintu-pintu surga’. Sahl Ibn Sa’ad menjelaskan bahwa kata tir’ah artinya pintu, tetapi ada juga yang berpandangan bahwa kata itu artinya sebuah taman yang berada di tempat yang tinggi, atau berarti sebuah tingkat.

Dalam kitab Akhbar Madinah Al-Rasul disebutkan, Mimbar Nabi mempunyai keutamaan karena disebut dalam sebuah hadits yang terkenal, ‘Antara rumah dan mimbarku adalah roudloh (taman) yang merupakan bagian dari taman surga, dan mimbarku berada di telagaku’.

Tiang Harum Mukhallaqah adalah tiang yang diletakkan pada 4 batang yang digunakan Rasulullah SAW berkhutbah sebelum dibuatnya mimbar. Dalam kitab Al-Wafa bi Ahwal al-Mushthafa Juz I halaman 490 diterangkan, Ibnu Buraidah menyebutkan bahwasanya Rasulullah ﷺ bila berdiri khutbah dan lama merasa berat, maka dibawalah sebatang korma yang ditancapkan di sampingnya, sehingga bila beliau berkhutbah dan lama berdiri bisa bersandar pada batang itu.

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ