بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ramadhan disebut juga Syahrul Maghfiroh atau  bulan ampunan. Karena dibulan inilah Allah Ta’ala menjanjikan ampunan atas dosa dosa yang telah kita perbuat selama ini atas semua amalan yang kita lakukan dalam bulan Ramadhan.

Lalu, pertanyaannya, apakah semua dosa bisa dihapuskan bila telah melakukan seluruh amalan bulan Ramadhan ?

Jawabannya adalah : tentu saja.  Semua dosa baik dosa besar maupun dosa kecil Allah janjikan akan terhapus dalam bulan Ramadhan.  Namun yang perlu dipahami disini, untuk dosa besar ada persyaratan tambahan sebagai syarat penghapusan dosa.

Karena tidak semua dosa bisa terhapus begitu saja oleh amalan puasa Ramadhan, seperti : shalat tarawih dan shalat witir di bulan Ramadhan.

Dosa-dosa yang telah lalu dan bisa dihapuskan tersebut adalah sebatas dosa dosa kecil semata. Sementara dosa dosa besar tidak akan terhapus “hanya” dengan puasa Ramadhan, shalat tarawih dan shalat witir di bulan Ramadhan.

Untuk dosa besar, perlu ditambah dengan memenuhi syarat syarat penghapusan dosa besar.

Dalil dalil yang menjelaskan hal tersebut adalah firman Allah Ta’ala dalam Al Quran surat An Nisaa‘ [4] ayat 31 :

إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا

Jika kalian menjauhi dosa dosa besar yang kalian diperintahkan untuk menjauhinya, niscaya Kami akan menghapuskan kesalahan kesalahan (dosa dosa kecil) kalian dan Kami memasukkan kalian ke dalam tempat yang mulia (surga).

Dan Al Quran surat An Najm [53] ayat 32 :

الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ

Yaitu orang orang yang menjauhi dosa dosa besar dan perbuatan perbuatan keji kecuali al lamam (dosa dosa kecil), sesungguhnya Rabbmu Maha Luas ampunanNya.

Imam Ibnu Katsir ad Dimasyqi menjelaskan makna ayat ke-31 surat An-Nisa’ dengan mengatakan: “Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar yang kalian dilarang melakukannya, niscaya Kami menghapuskan dosa-dosa kecil kalian dan Kami memasukkan kalian ke dalam surge. Oleh karenanya Allah berfirman ‘dan Kami memasukkan kalian ke dalam tempat yang mulia‘.” (Ibnu Katsir ad-Dimasyqi, Tafsir al Quran al-Azhim, 2/271)

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bahwa sesungguhnya Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Sholat lima waktu dan (sholat) Jum’at ke (sholat) Jum’at serta dari Ramadhan ke Ramadhan semua itu menjadi penghabus (dosanya) antara keduanya selama ia tidak terlibat dosa besar.” (HR Muslim 2/23)

Hal itu juga telah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam dalam hadits hadits shahih.

Di antaranya adalah hadits dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id al-Khudriyi radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam menyampaikan khutbah kepada kami dari atas mimbar. Beliau bersabda: “Demi Allah Yang nyawaku berada di tanganNya. Demi Allah Yang nyawaku berada di tangan-Nya. Demi Allah Yang nyawaku berada di tangan-Nya.”

Beliau lalu terdiam, sehingga setiap orang di antara kami mulai menangis karena sedih mendengar sumpah beliau. Beliau lantas bersabda:

«مَا مِنْ عَبْدٍ يَأْتِي بِالصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ، وَيَصُومُ رَمَضَانَ، وَيَجْتَنِبُ الْكَبَائِرَ السَّبْعَ، إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، حَتَّى أَنَّهَا لَتَصْطَفِقُ»

“Tiada seorang hamba pun yang melaksanakan shalat lima waktu, melaksanakan shaum Ramadhan dan menjauhi 7 dosa besar, melainkan akan dibukakan baginya pintu-pintu surga pada hari kiamat, sampai suara pintu-pintu surga itu berderit derit.”

Beliau kemudian membacakan ayat :

{إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ، نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ}

Jika kalian menjauhi dosa dosa besar yang kalian diperintahkan untuk menjauhinya, niscaya Kami akan menghapuskan kesalahan-kesalahan (dosa-dosa kecil) kalian. (QS. An-Nisa’ [4]: 31).

(HR. An-Nasai no. 2438, Al-Hakim no. 719 dan 2943, dan Ibnu Hibban no. 1748. Dinyatakan shahih oleh Al-Hakim dan disetujui oleh Adz-Dzahabi)

Di antaranya lagi adalah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

«الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ»

Shalat wajib lima waktu, shalat Jum’at ke shalat Jum’at berikutnya, dan puasa Ramadhan ke puasa Ramadhan berikutnya akan menghapuskan dosa-dosa di antara kedua waktu tersebut, selama ia menjauhi dosa-dosa besar. (HR. Muslim no. 233)

Dalam hadits ini ditegaskan bahwa shaum Ramadhan dengan shaum Ramadhan tahun berikutnya akan menghapuskan dosa-dosa di antara kedua shaum Ramadhan tersebut, dengan satu syarat yaitu selama ia menjauhi dosa-dosa besar. Maka dosa-dosa yang dihapuskan oleh shaum Ramadhan tersebut adalah dosa-dosa kecil. Wallahu a’lam.

Dalam hadits lainnya dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda :

«الصَّلَاةُ الْخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ، مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ»

Shalat wajib lima waktu dan shalat Jum’at ke shalat Jum’at berikutnya adalah penghapus dosa-dosa di antara kedua waktu tersebut, selama tidak dilakukan dosa-dosa besar. (HR. Muslim no. 233)

Dalam hadits lainnya dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

«مَا مِنَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ تَحْضُرُهُ صَلَاةٌ مَكْتُوبَةٌ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهَا وَخُشُوعَهَا وَرُكُوعَهَا، إِلَّا كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا قَبْلَهَا مِنَ الذُّنُوبِ مَا لَمْ يُؤْتِ كَبِيرَةً وَذَلِكَ الدَّهْرَ كُلَّهُ»

“Tiada seorang muslim pun yang tiba baginya waktu shalat wajib, lalu ia melaksanakan wudhu dengan baik dan menunaikan shalat dengan khusyu’ dan memperbagus ruku’nya, melainkan akan menjadi penghapus dosa-dosa sebelumnya, selama ia tidak melakukan dosa besar. Dan hal itu berlaku untuk seluruh waktu (sepanjang tahun). (HR. Muslim no. 228)

Dari beberapa ayat Al Quran dan haditshadits shahih di atas bisa disimpulkan bahwa dosa-dosa pada masa yang telah lalu yang bisa dihapuskan oleh shalat wajib, shalat Jum’at, puasa Ramadhan, shalat tarawih dan witir, dan amal-amal kebaikan lainnya adalah dosa-dosa kecil.

 

Dosa Besar Memerlukan Taubat Nashuha

Adapun dosa-dosa besar pada masa yang telah lalu tidak secara otomatis terhapuskan oleh shalat wajib, shalat Jum’at, puasa Ramadhan, shalat tarawih dan witir, dan amal-amal kebaikan lainnya.

Untuk menghapuskan dosa-dosa besar tersebut diperlukan amalan tambahan, yaitu bertaubat secara nashuha, yaitu taubat yang sungguh-sungguh dan tulus.

Hal itu sebagaimana dijelaskan oleh firman Allah Ta’ala dalam surat At Tahriim [66] ayat 8 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat nashuha, niscaya Rabb kalian akan menghapuskan kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.

Dan surat Thaahaa [20] ayat 82 :

وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى

Dan sesungguhnya Aku benar-benar Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, dan beramal shalih kemudian mengikuti jalan petunjuk.

Dengan memahami hal ini maka kita semakin terpacu untuk segera bertaubat dan beramal shalih. Amal-amal shalih yang kita kerjakan di bulan suci Ramadhan ini harus kita iringi dengan taubat yang sungguh-sungguh atas semua dosa yang telah kita lakukan di masa lalu. Wallahu a’lam bish-shawab.

 

Wallahu a’lam bishowab Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

..