بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Quroysy [ قر يش‎ ] adalah nama seorang leluhur Rosulullah Muhammad.  Meskipun nama asli Quroysy masih diperdebatkan, tetapi semua sejarawan muslim sepakat bahwa Quroysy adalah salah seorang leluhur Rosulullah.  Dalam bahasa lain, Quroysy juga disebut dengan “Quresh”, “Qurrish”, “Qurish”, “Qirsh”, “Quroysh”, “Qureshi”, “Koreish”, dan “Coreish”

Sekarang kita lihat silsilah lengkap Rosulullah, yakni : Muhammad bin Abdullah bin ‘Abd al-Muththalib bin Hâsyim bin ‘Abd al-Manâf bin Qushay bin Kilab bin Murra bin Kaa’b bin Lu’ay bin Ghalib bin Quraisy (Fihr) bin Malik bin Nazar bin Kinanah bin Khuzaymah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mazar bin Nazar bin Ma’ad bin Adnan bin Ismail bin Ibrahim.

Mengacu pada nama Quraisy inilah kemudian dijadikan sebagai nama :

  • Kaum Quroysy, sebuah Suku Arab kuno yang mendiami Jaziroh Arob, yang mendapatkan kehormatan untuk memelihara Ka’bah.
  • Suroh Quroysy, salah satu suroh di dalam Al Qur’an [suroh ke 106] yang menerangkan kehidupan Kaum Quroysy serta kewajiban yang seharusnya mereka penuhi.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan :

إِنَّ اللهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ، وَاصْطَفَى قُرَيْشًا مِنْ كِنَانَةَ، وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ، وَاصْطَفَانِي مِنْ بَنِي هَاشِمٍ

Sesungguhnya Allah memilih Kinanah diantara keturunan Ismail, dan memilih Quraisy diantra keturunan Kinanah, dan memilih Bani Hasyim diantara suku Quraisy. Dan Allah memilihku diantara Bani Hasyim. (HR. Muslim 2276, Ahmad 16986 dan lainnya)

Berdasarkan hadis di atas, orang yang bernama Quraisy adalah keturunan Bani Kinanah. Menurut para ahli sejarah, Quraisy adalah nama gelar dan bukan nama asli. Lalu siapakah nama asli Quraisy?

Ahli sejarah berbeda pendapat tentang siapakah nama asli Quraisy. Ada 2 pendapat dalam hal ini:

[1] Nama asli Quraisy adalah an Nadhr, putranya Kinanah [an Nadhr bin Kinanah].

Dia digelari Quraisy al-Akbar (Senior). Berdasarkan pendapat ini, Quraisy adalah kakek Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ke-13.

Ini merupakan pendapat mayoritas ahli sejarah, diantranya Ibnu Sa’d, al-Hazimi, al-Qurthubi, Ibnu Hisyam, ar-Rafi’i, an-Nawawi dan beberapa ulama lainnya.

[2] Nama asli Quraisy adalah kakek Nabi yang bernama Fihr [atau Fahr]. Putrnya Malik bin an-Nadhr [Fihr bin Malik bin an-Nadhr bin Kinanah].

Dialah Quraisy al Ausath (junior). Berdasarkan pendapat ini, Quraisy adalah kakek Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ke-11.

Ini merupakan pendapat Ibnu Abdil Bar, az-Zubairi, Ibnu Hazm dan Zubair bin Bakkar.

Ketika menyimpulkan kedua pendapat ini, Ibnu Khaldun mengatakan,

النضر هو الذي يسمى قريشا. وإنما انتسبوا إلى فهر لأن عقب النضر منحصر فيه لم يعقب من بني النضر غيره

An-Nadhr itulah orang yang digelari Quraisy. Hanya saja, sebagian orang menyebut Fihr sebagai Quraisy, karena keturunan an-Nadhr yang lelaki hanya Fihr. Dan Nadhr tidak memiliki keturunan lelaki selain Fihr. (Tarikh Ibnu Khaldun, 2/377).
Mengapa Dijuluki Quraisy?

Ada beberapa versi yang menyebutkan hal ini. Diantaranya yang dinyatakan al-Qalqasynadi,

روي عن ابن عباس أن النضر كان في سفينة فطلعت عليهم دابة من دواب البحر يقال لها قريش فخافها أهل السفينة فرماها بسهم فقتلها وقطع رأسها وحملها معه إلى مكة

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa an-Nadhr pernah naik kapal bersama rombongan, tiba-tiba muncul ikan hiu besar (mereka menyebut Quraisy). Semua penumpang perahu ketakutan, lalu ditombak oleh an-Nadhr, dan berhasil terbunuh. Lalu dia memotong kepalanya dan membawanya ke Makkah.

وقيل لغلبة قريش وقهرهم سائر القبائل كما تقهر هذه الدابة سائر دواب البحر وتأكلها وقيل أخذًا من التقريش وهو التجميع سموا بذلك لاجتماعهم بعد تفرقهم وقيل لقرشهم عن حاجة المحتاج وسد خلته وقيل من التقاريش وهو التجارة

Ada yang mengatakan karena keturunannya suka mengalahkan kabilah yang lain, sebagaimana ikan hiu Quroysy yang mengalahkan kawanan ikan yang lain. Ada versi yang mengatakan, kata Quraisy diambil dari kata at-Taqrisy, yang artinya at-Tajmi’ (berkumpul). Dinamakan demikian, karena mereka berkumpul setelah mereka terpecah. Ada yang mengatakan, kata Quraisy dari kata at-Taqarisy yang artinya perdagangan. (Nihayah al-Irb fi Ma’rifati al-Ansab al-Arab, hlm. 456).

Keistimewaan Quroysy

Terdapat beberapa dalil yang menunjukkan keistimewaan kabilah Quroysy. Diantaranya adalah dengan dijadikan nama sebuah suroh dalam Al Qur’an.  Yakni suroh ke 106 dimana Allah ceritakan tentang kebiasaan mereka berdagang dan Allah pilih mereka sebagai penghuni kota Makkah yang di dalamnya ada Ka’bah.

Disamping itu, ada beberapa hadis yang menunjukkan keistimewaan orang Quroysy,

[1] Hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,

Kami pernah berada di salah satu rumah penduduk anshar. Lalu datanglah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau berdiri dengan memegang kedua tiang pintu. Kemudian beliau bersabda,

الْأَئِمَّةُ مِنْ قُرَيْشٍ، وَلَهُمْ عَلَيْكُمْ حَقٌّ، وَلَكُمْ مِثْلُ ذَلِك

Pemimpin itu dari Quraisy. Mereka memiliki hak yang harus kalian tunaikan, kalian juga demikian… (HR. Ahmad 12900 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

[2] Quroysy kabilah pilihan

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan,

إِنَّ اللهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ، وَاصْطَفَى قُرَيْشًا مِنْ كِنَانَةَ، وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ، وَاصْطَفَانِي مِنْ بَنِي هَاشِمٍ

Sesungguhnya Allah memilih Kinanah diantara keturunan Ismail, dan memilih Quraisy diantra keturunan Kinanah, dan memilih Bani Hasyim diantara suku Quraisy. Dan Allah memilihku diantara Bani Hasyim. (HR. Muslim 2276, Ahmad 16986 dan lainnya)

[3] Manusia mengikuti Quroysy

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

النَّاسُ تَبَعٌ لِقُرَيْشٍ فِى هَذَا الشَّأْنِ ، مُسْلِمُهُمْ تَبَعٌ لِمُسْلِمِهِمْ ، وَكَافِرُهُمْ تَبَعٌ لِكَافِرِهِمْ

Manusia mengikuti Quraisy dalam urusan agama. Muslimnya mengikuti muslim Quraisy, kafirnnya juga mengikuti kafir Quraisy. (HR. Bukhari 3495 & Muslim 4804).

Bukan Suku Asli

Secara garis silsilah, Quroysy sesungguhnya bukanlah orang Arob asli.  Tetapi merupakan Arob pendatang.  Orang Arob berdasarkan garis silsilah dibagi menjadi 3 :

  1. Ba’idah (العرب البائدة): artinya punah, merupakan suku yang pernah tinggal di Jazirah Arab dan telah punah. Sejarah mereka sedikit sekali yang dapat diketahui, kebanyakan berasal dari Perjanjian Lama dan Al-Qur’an. Selain itu dari penggalian-penggalian arkeologis yang ditemukan. Mereka termasuk ʿĀd, Tsamud, Tasam, Jadis, Imlaq dan lainnya.
  2. Qahtani (العرب العاربة): Menurut dugaan mereka berasal dari keturunan Ya’rub bin Yasyjub bin Qahtan bin Hud, sering pula dikenal dengan Arab Qahtan. Mereka kebanyakan tinggal di Yaman dan kemudian menyebar ke daerah lainnya. Peradaban mereka diketahui cukup tinggi. Dibuktikan dengan penemuan-penemuan arkeologis yang mengungkapkan cara kehidupan mereka. Keturunan dari Qahtani ini ada yang menyebar sampai ke Yatsrib, nama kuno untuk Madinah, yaitu Bani ‘Aus dan Bani Khazraj yang dikenal sebagai Kaum Anshar.
  3. Adnani (عدنان): Mereka diduga berasal dari keturunan Ismail (Bani Ismail) melalui anaknya Adnan. Ada juga yang menyebut Arab Adnan dan Quraisy termasuk cabang dari ini.

 

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ