بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Qaaf adalah nama surat ke 50 dalam  Al Quran secara tartib Mushhafi dan surat ke 34 secara tartib Nuzuli.  Qaaf terdiri dari 45 ayat dan turun di Mekah.

Dinamakan Qaf (Arab: ق , “Qaf”)  karena surat ini dimulai dengan huruf Qaf [ huruf hijaaiyyah dan disebut  Fawaatihushshuwar.  Yakni  surat surat  dalam Al Quran yang pada awal pembukaannya berupa rangkaian huruf hijaaiyyah yang tidak seorangpun mengetahui  makna sebenarnya kecuali Allah SWT..

Menurut hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, bahwa Rasulullah ﷺ senang membaca surah ini pada raka’at pertama salat subuh dan pada salat hari raya.

Sedang menurut riwayat Abu Daud, Al Baihaqi dan Ibnu Majah bahwa Rasulullah ﷺ membaca surat ini pada tiap tiap membaca Kotbah pada salat Jumat. Kedua riwayat ini menunjukkan bahwa surah Qaaf sering dibaca Rasulullah ﷺ di tempat tempat umum, untuk memperingatkan manusia tentang kejadian mereka dan nikmat nikmat yang diberikan kepadanya, begitu pula tentang hari berbangkit, hari berhisab, surga, neraka, pahala, dosa, dsb.

Surat ini dinamai juga Al Basiqat diambil dari perkataan Al Basiqat yang terdapat pada ayat 10 surah ini.

Al Qaaf 

Arti
Tidak Ada Yang Mengetahui Kecuali Allah

Nama lain
al-Basiqat
(Yang Tinggi-Tinggi)
Klasifikasi Makkiyah
Surah ke 50
Juz Juz 26

Jumlah ruku'
3 ruku
Jumlah ayat 45 ayat
Tartib Mushhafi Surat ke 49 Al Hujuraat
Surat ke 50 Qaaf Surat ke 51 Adz Dzaariyaat
Tartib NuzuliSurat ke 33 Al Mursalaat
Surat ke 34 Qaaf
Surat ke 35 Al Balad

Tafsir Surat Qaaf

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-11:

Pengingkaran kaum musyrik terhadap kenabian Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan hari berbangkit, dan bahwa kejadian-kejadian di alam membuktikan kebenaran adanya hari berbangkit.
ق وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ (١) بَلْ عَجِبُوا أَنْ جَاءَهُمْ مُنْذِرٌ مِنْهُمْ فَقَالَ الْكَافِرُونَ هَذَا شَيْءٌ عَجِيبٌ (٢) أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا ذَلِكَ رَجْعٌ بَعِيدٌ (٣) قَدْ عَلِمْنَا مَا تَنْقُصُ الأرْضُ مِنْهُمْ وَعِنْدَنَا كِتَابٌ حَفِيظٌ (٤) بَلْ كَذَّبُوا بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ فَهُمْ فِي أَمْرٍ مَرِيجٍ (٥) أَفَلَمْ يَنْظُرُوا إِلَى السَّمَاءِ فَوْقَهُمْ كَيْفَ بَنَيْنَاهَا وَزَيَّنَّاهَا وَمَا لَهَا مِنْ فُرُوجٍ (٦) وَالأرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ (٧) تَبْصِرَةً وَذِكْرَى لِكُلِّ عَبْدٍ مُنِيبٍ (٨) وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ (٩) وَالنَّخْلَ بَاسِقَاتٍ لَهَا طَلْعٌ نَضِيدٌ (١٠) رِزْقًا لِلْعِبَادِ وَأَحْيَيْنَا بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا كَذَلِكَ الْخُرُوجُ (١١)

1. [1]Qaaf. Demi Al Quran yang mulia.

2. (Mereka tidak menerimanya) bahkan mereka[2] tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri[3], maka berkatalah orang-orang kafir[4], “Ini adalah suatu yang sangat ajaib[5].”

3. [6]Apakah apabila Kami telah mati dan sudah menjadi tanah (akan kembali lagi)? Itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin[7].

4. Sungguh, Kami telah mengetahui apa yang ditelan bumi dari (tubuh-tubuh) mereka, sebab pada Kami ada kitab (catatan) yang terpelihara baik (Al Lauhul Mahfuzh)[8].

5. [9]Bahkan mereka telah mendustakan kebenaran ketika (kebenaran itu) datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau[10].

6. [11]Maka tidakkah mereka[12] memperhatikan langit yang ada di atas mereka[13], bagaimana cara Kami membangunnya[14] dan menghiasinya[15], dan tidak terdapat retak-retak sedikit pun?

7. Dan bumi yang Kami hamparkan[16] dan Kami pancangkan di atasnya gunung-gunung yang kokoh, dan Kami tumbuhkan di atasnya tanam-tanaman yang indah[17],

8. untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi setiap hamba yang kembali (tunduk Allah)[18].

9. Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah lalu Kami tumbuhkan dengan (air itu) pepohonan yang rindang dan biji-bijian yang dapat dipanen,

10. dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun,

11. (sebagai) rezeki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan (air itu) negeri yang mati (tandus)[19]. Seperti itulah terjadinya kebangkitan (dari kubur)[20].

Ayat 12-15: Pelajaran yang dapat diambil dari umat-umat yang dahulu yang menentang para nabi.
كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَأَصْحَابُ الرَّسِّ وَثَمُودُ (١٢) وَعَادٌ وَفِرْعَوْنُ وَإِخْوَانُ لُوطٍ (١٣) وَأَصْحَابُ الأيْكَةِ وَقَوْمُ تُبَّعٍ كُلٌّ كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ وَعِيدِ (١٤) أَفَعَيِينَا بِالْخَلْقِ الأوَّلِ بَلْ هُمْ فِي لَبْسٍ مِنْ خَلْقٍ جَدِيدٍ (١٥)

12. [21]Sebelum mereka, kaum Nuh, penduduk Rass dan Tsamud telah mendustakan (rasulrasul),

13. Dan (demikian juga) kaum Aad, kaum Fir’aun dan kaum Luth,

14. dan (juga) penduduk Aikah serta kaum Tubba'[22]. Semuanya telah mendustakan rasulrasul[23], maka berlakulah ancaman-Ku atas mereka[24].

15. [25]Maka apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama?[26] (Sama sekali tidak), bahkan mereka dalam keadaan ragu-ragu tentang penciptaan yang baru[27].

FootNote :

[1] Allah ﷻ bersumpah dengan Al Quran yang mulia; luas maknanya dan sungguh agung, banyak sisi sisinya dan banyak berkahnya serta banyak kebaikannya. Majd (mulia) artinya luasnya sifat dan agung, dan ucapan yang paling berhak disifati dengan itu (majd) adalah Al Quranul Karim yang mengandung ilmu orang-orang terdahulu dan yang datang kemudian, yang mengandung kefasihan yang paling sempurna dan lafaz yang paling fasih, makna yang paling merata dan paling baik.

Hal ini tentu mengharuskan untuk diikuti secara sempurna dan segera tunduk kepadanya serta bersyukur kepada Allah ﷻ atas nikmat ini. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak menghargai nikmat nikmat Allah ﷻ dengan penghargaan yang semestinya. Oleh karena itu, Allah ﷻ berfirman, “(Mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri.”

[2] Yakni orang-orang yang mendustakan Rasulullah ﷺ.

[3] Yaitu Rasulullah ﷺ yang memperingatkan mereka dengan neraka. Atau maksudnya, Beliau memperingatkan mereka sesuatu yang memadharratkan mereka agar mereka menjauhinya dan memerintahkan sesuatu yang bermanfaat bagi mereka. Beliau berasal dari jenis mereka sendiri yang memungkinkan mereka untuk menimba ilmu dari Beliau serta mengetahui keadaan Beliau serta kejujurannya. Namun mereka heran terhadap sesuatu yang tidak pantas diherankan.

[4] Dimana kekafiran dan pendustaan mereka mendorong mereka untuk mengatakan seperti yang disebutkan dalam ayat di atas, bukan karena kurangnya kecerdasan dan pandangan mereka.

[5] Yakni sesuatu yang aneh, dimana keadaan mereka dalam dua kemungkinan; bisa anggapan aneh itu benar-benar terjadi pada mereka, maka jika demikian menunjukkan dalamnya kebodohan mereka dan lemahnya akal mereka seperti halnya orang yang gila yang menganggap aneh kata-kata orang yang berakal dan seperti orang yang bakhil yang merasa heran terhadap kedermawanan orang yang dermawan, dan keheranan mereka menunjukkan dalamnya kezaliman dan kebodohan mereka, atau bisa saja mereka heran karena tahu kesalahan mereka, maka ini merupakan kezaliman yang paling besar dan paling buruk.

[6] Selanjutnya Allah menyebutkan sisi keheranan mereka.

[7] Mereka menyamakan kemampuan Allah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu lagi sempurna dari berbagai sisi dengan kemampuan hamba yang fakir dan lemah dari berbagai sisi, serta menyamakan yang jahil yang tidak mengetahui sesuatu dengan yang mengetahui segala sesuatu, dimana Dia mengetahui apa yang ditelan bumi dari (tubuh-tubuh) mereka selama mereka berada dalam kubur mereka, dan Dia mencatat dalam kitab-Nya yang terpelihara dari perobahan (Lauh Mahfuzh) semua yang terjadi pada mereka ketika masih hidup dan setelah mereka mati.

[8] Ayat ini berdalih dengan kesempurnaan dan keluasan ilmu Allah untuk menunjukkan kekuasaan-Nya menghidupkan orang-orang yang telah mati.

[9] Maksudnya, ucapan yang muncul dari mereka adalah sikap membangkang dan mendustakan kebenaran yang kebenarannya berada pada posisi yang paling tinggi.

[10] Sesekali mereka mengatakan sebagai sihir, sesekali sebagai sya’ir dan sesekali sebagai dukun. Mereka tidak kokoh dalam sesuatu, bahkan mereka membagi bagi Al Quran sebagian mereka percayai dan sebagian lagi mereka ingkari, masing-masing berkata tentang Beliau dan Al Quran dengan pendapatnya yang rusak. Demikianlah semua orang yang mendustakan kebenaran, keadaannya kacau balau, tidak ada arah dan hal yang tetap. Kita dapat melihat, semua urusannya bertentangan dan dibuat-buat. Sebaliknya, orang yang mengikuti kebenaran dan membenarkannya, maka akan lurus urusannya, lurus jalannya dan benarnya antara perbuatan dengan perkataannya.

[11] Setelah Allah ﷻ menyebutkan keadaan orang-orang yang mendustakan dan celaan mereka terhadap Rasul dan Al Quran yang dibawanya, maka Allah mengajak mereka untuk memperhatikan ayatayat-Nya yang ada di ufuk langit agar mereka mengambil pelajaran dan berdalih dengannya untuk menunjukkan hakikat kebenaran.

[12] Ketika mereka mengingkari kebangkitan.

[13] Yang tidak perlu susah payah menyaksikannya, bahkan dapat melihatnya dengan mudah.

[14] Tanpa tiang.

[15] Dengan bintang-bintang. Tampak indah dilihat dan tidak tampak adanya cacat dan kekurangan. Allah ﷻ menjadikannya sebagai atap bagi penghuni bumi dan menyediakan di dalamnya segala kebutuhan dharuri (penting) yang dibutuhkan.

[16] Yakni Allah ﷻ melapangkannya dan meluaskannya agar semua makhluk hidup dapat tinggal di atasnya dan dapat menetap serta Dia menyiapkan semua maslahatnya, dan menancapkan gunung-gunung agar tidak goncang.

[17] Yang menyenangkan orang yang melihatnya dan membuat tercengang orang yang memandangnya serta menyejukkan pandangannya. Tanaman-tanaman tersebut dapat dimakan manusia, dimakan hewan serta memberikan manfaat bagi mereka. Terlebih dengan kebun-kebun yang terdapat buah-buahan yang enak dimakan seperti anggur, delima, jeruk, apel dan buah-buahan lainnya. Adapula pohon kurma yang menjulang tinggi ke langit yang mempunyai mayang yang bersusun-susun yang di tangkainya terdapat rezeki bagi hamba, dimana mereka dapat memakannya dan menyimpannya. Belum lagi dengan apa yang Allah keluarkan dengan hujan dan yang dihasilkan dari sungai-sungai yang mengalir di permukaan bumi, dan dari biji-biji yang ada di bumi yang dapat dipanen seperti beras, gandum, jagung, dsb. Maka dengan memperhatikan semua itu terdapat pelajaran yang dengannya seseorang dapat melihat dari butanya kebodohan sekaligus sebagai pengingat terhadap hal yang bermanfaat pada agama dan dunianya, dan ia pun dapat mengingat apa yang Allah dan Rasul-Nya beritakan, namun hal itu tidak untuk semua orang, bahkan hanya untuk hamba yang kembali (tunduk Allah).

Kesimpulannya, bahwa apa yang tampak di alam semesta berupa penciptaan yang besar, indah dan rapi terdapat dalil yang menunjukkan sempurnanya kekuasaan Allah, kebijaksanaan-Nya dan ilmu-Nya. Demikian pula apa yang ada di sana berupa manfaat dan maslahat bagi hamba terdapat dalil yang menunjukkan luasnya rahmat Allah dan meratanya kepemurahan-Nya. Apa yang tampak di sana berupa besarnya ciptaan Allah, rapih dan indahnya terdapat dalil yang menunjukkan bahwa Allah Ta’ala Mahaesa, Tuhan yang semuanya bergantung kepada-Nya, Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia, dan bahwa tidak ada yang berhak diibadahi, diberikan kehinaan dan dicintai selain Allah ﷻ.

[18] Yakni yang menghadap kepada-Nya dengan mencintai-Nya, takut dan berharap kepada-Nya serta memenuhi seruan-Nya. Adapun orang yang mendustakan atau berpaling, maka peringatan dan ayatayat tidaklah bermanfaat baginya.

[19] Dihidupkan-Nya bumi setelah matinya terdapat dalil bahwa Allah mampu menghidupkan orang-orang yang telah mati untuk diberi-Nya balasan.

[20] Lalu mengapa kamu mengingkarinya?

[21] Setelah Allah ﷻ mengingatkan mereka (orang orang kafir) dengan ayat ayatNya yang ada di langit dan yang ada di bumi, maka Dia menakut-nakuti mereka dengan hukuman-Nya kepada umat umat terdahulu dan agar mereka tidak terus menerus mendustakan sehingga mereka ditimpa seperti yang menimpa saudara-saudara mereka yang mendustakan.

[22] Menurut penyusun kitab tafsir Al Jalaalain, Tubba’ adalah seorang raja di Yaman yang masuk Islam, lalu mengajak kaumnya masuk Islam, namun mereka mendustakannya. Menurut Syaikh As Sa’diy, Tubba’ adalah semua raja Yaman di zaman dahulu sebelum Islam, kaum Tubba’ mendustakan Rasul yang Allah utus kepada mereka, namun Allah tidak memberitahukan kepada kita siapa rasul yang didustakan tersebut. Wallahu a’lam.

[23] Mereka semua mendustakan para rasul yang diutus Allah ﷻ, maka mereka berhak mendapatkan ancaman Allah dan hukuman-Nya, sedangkan kamu wahai orang-orang yang mendustakan Rasulullah ﷺ tidaklah lebih baik dari mereka, dan para rasul mereka tidaklah lebih mulia di sisi Allah dari rasul yang diutus kepada kamu. Oleh karena itu, berhati-hatilah jika kamu tetap mendustakan; kamu akan ditimpa seperti yang menimpa mereka.

[24] Yakni sudah mesti azab turun kepada mereka semua. Oleh karena itu, janganlah engkau wahai Muhammad bersempit dada karena kekafiran orang orang Quraisy kepadamu.

[25] Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta’aala berdalih dengan penciptaan-Nya yang pertama untuk menunjukkan berkuasanya Dia mengulangi penciptaan kembali.

[26] Yakni sama sekali tidak, sehingga Dia tidak pula letih mengulangi penciptaan kembali, bahkan mengulangi penciptaan lebih ringan bagi-Nya daripada memulai pertama kali.

[27] Yaitu pembangkitan.

MushshafiNama SuratBhs ArabArtiJml AyatTurun Di Nuzuli
1Al Faatihahالفاتحة Pembukaan7Mekah 5
2, Al Baqarah, البقرة ,Sapi Betina, 286, Madinah 87
3, Ali 'Imran, آل عمران, Keluarga 'Imran, 200, Madinah 89
4 ,An Nisaa' النّساء ,Wanita, 176 ,Madinah 92
5, Al Maa-idah, المآئدة ,Jamuan (hidangan makanan), 120, Madinah 112
6 ,Al An'aam, الانعام ,Binatang Ternak, 165, Mekah55
7 ,Al A'raaf, الأعراف ,Tempat yang tertinggi, 206, Mekah39
8, Al Anfaal, الأنفال ,Harta rampasan perang, 75, Madinah 88
9, At Taubah, التوبة‎‎ ,Pengampunan, 129, Madinah 113
10 ,Yunus, ينوس ,Nabi Yunus, 109,
Mekah51
11, Hud, هود ,Nabi Hud, 123 ,Mekah52
12, Yusuf, يسوف ,Nabi Yusuf, 111, Mekah53
13, Ar Ra'd, الرّعد, Guruh (petir), 43, Mekah96
14 ,Ibrahim , إبراهيم ,Nabi Ibrahim, 52, Mekah72
15, Al Hijr ,الحجر , Al Hijr (nama gunung), 99 ,Mekah54
16 ,An Nahl, النّحل ,Lebah, 128, Mekah70
17 ,Al Israa' , الإسرا ,Perjalanan Malam, 111, Mekah50
18, Al Kahfi , الكهف ,Penghuni-penghuni gua, 110, Mekah69
19, Maryam ,مريم ,Maryam (Maria) ,98, Mekah44
20 ,Thaahaa, طه ,Ta Ha ,135 ,Mekah45
21 ,Al Anbiyaa', الأنبياء ,Nabi-Nabi, 112, Mekah73
22, Al Hajj, الحجّ, Haji ,78, Madinah 103
23, Al Mu'minuun, المؤمنون, Orang mukmin, 118, Mekah74
24 ,An Nuur, النّور, Cahaya, 64 ,Madinah 102
25, Al Furqaan, الفرقان ,Pembeda, 77 ,Mekah42
26 ,Asy Syu'araa, الشّعراء ,Penyair, 227, Mekah47
27 ,An Naml ,النّمل, Semut ,93, Mekah48
28, Al Qashash , القصص, Cerita, 88, Mekah49
29 ,Al 'Ankabuut, العنكبوت ,Laba-laba, 69 ,Mekah85
30 ,Ar Ruum, الرّوم ,Bangsa Romawi, 60, Mekah84
31 ,Luqman, لقمان ,Keluarga Luqman, 34, Mekah57
32, As Sajdah, السّجدة ,Sajdah, 30 ,Mekah75
33 ,Al Ahzab, الْأحزاب ,Gol yg bersekutu, 73, Mekah90
34 ,Saba' ,سبا ,Kaum Saba' ,54 ,Mekah58
35, Fathir , فاطر ,Pencipta ,45 ,Mekah43
36 ,Yassiin, يس ,Yaasiin ,83, Mekah41
37 ,Ash Shaaffaat, الصّافات ,Barisan-barisan, 182, Mekah56
38, Shaad ,ص, Shaad, 88, Mekah38
39 ,Az Zumar ,الزّمر, Rombongan-rombongan ,75 ,Mekah59
40 ,Al Mu’min, المؤمن ,Orang yg Beriman, 85 ,Mekah60
41 ,Al Fushshilat, فصّلت ,Yang dijelaskan, 54, Mekah61
42 ,Asy Syura, الشّورى ,Musyawarah ,53 ,Mekah62
43, Az Zukhruf الزّخرف Perhiasan, 89, Mekah63
44 ,Ad Dukhaan, الدّخان ,Kabut, 59 ,Mekah64
45 ,Al Jaatsiyah, الجاثية ,Yang bertekuk lutut, 37 ,Mekah65
46 Al Ahqaaf ,الَأحقاف ,Bukit-bukit pasir ,35 ,Mekah66
47 ,Muhammad, محمّد ,Muhammad, 38, Madinah 95
48, Al Fath, الفتح ,Kemenangan, 29, Madinah 111
49, Al Hujuraat , الحجرات, Kamar kamar, 18, Madinah 106
50 , Qaaf , ق ,Qaaf ,45 ,Mekah34
51, Adz Dzaariyaat, الذّاريات ,Angin yang menerbangkan, 60, Mekah 67
52 ,Ath Thuur, الطّور, Bukit ,49, Mekah, 76
53 ,An Najm, النّجْم ,Bintang, 62, Mekah, 23
54 ,Al Qamar ,القمر ,Bulan, 55 ,Mekah37
55 ,Ar Rahmaan, الرّحْمن ,Yang Maha Pemurah, 78, Madinah & Mekkah, 97
56 ,Al Waaqi'ah, الواقعه ,Hari Kiamat 96, Mekah,46
57 ,Al Hadiid, الحديد ,Besi ,29 ,Madinah 94
58 ,Al Mujaadilah, المجادلة ,Wanita yang mengajukan gugatan, 22 ,Madinah 105
59 ,Al Hasyr, الحشْر ,Pengusiran ,24, Madinah ,101
60 ,Al Mumtahanah, الممتحنة ,Wanita yang diuji ,13, Madinah ,91
61 ,Ash Shaff, الصّفّ ,Satu barisan ,14 ,Madinah 109
62 ,Al Jumu'ah, الجمعة, Hari Jum’at, 11, Madinah 110
63 ,Al Munaafiquun, المنافقون ,Orang-orang yang munafik, 11, Madinah , 104
64 ,At Taghaabun التّغابن ,Hari dinampakkan kesalahan-kesalahan ,18 ,Madinah , 108
65 ,Ath Thalaaq, الطّلاق ,Talak ,12 ,Madinah 99
66 ,At Tahriim, التّحريم ,Mengharamkan, 12, Madinah , 107
67 ,Al Mulk, الملك ,Kerajaan ,30 ,Mekah ,77
68, Al Qalam, القلم ,Pena, 52, Mekah 2
69 ,Al Haaqqah, الحآقّة ,Hari kiamat ,52 ,Mekah ,78
70 ,Al Ma'aarij, المعارج ,Tempat naik ,44 ,Mekah79
71 ,Nuh, نوح ,Nuh, 28, Mekah ,71
72, Al Jin, الجنّ Jin, 28, Mekah 40
73 ,Al Muzzammil, المزمّل, Orang yang berselimut ,20 ,Mekah3
74 ,Al Muddatstsir, المدشّر ,Orang yang berkemul, 56, Mekah4
75, Al Qiyaamah, القيمة ,Hari Kiamat ,40, Mekah, 31
76, Al Insaan, الْاٍنسان, Manusia ,31 ,Madinah 98
77 ,Al Mursalaat ,المرسلات ,Malaikat-Malaikat Yang Diutus, 50, Mekah, 33
78 ,An Naba' , النّبا, Berita besar ,40 ,Mekah, 80
79 ,An Naazi'aat,النّازعات ,Malaikat-Malaikat Yang Mencabut, 46, Mekah, 81
80 ,'Abasa, عبس, Ia Bermuka masam ,42 ,Mekah, 24
81, At Takwir ,التّكوير ,Menggulung, 29, Mekah, 7
82 ,Al Infithaar ,الانفطار ,Terbelah ,19 ,Mekah, 82
83 ,Al Muthaffifiin ,المطفّفين ,Orang-orang yang curang, 36, Mekah, 86
84, Al Insyiqaaq, الانشقاق ,Terbelah ,25 ,Mekah, 83
85 ,Al Buruuj, البروج ,Gugusan bintang ,22, Mekah, 27
86 ,Ath Thaariq ,الطّارق ,Yang datang di malam hari ,17 ,Mekah, , 36
87 ,Al A'laa, الْأعلى ,Yang paling tinggi, 19 ,Mekah, 8
88 ,Al Ghaasyiyah, الغاشية ,Hari Pembalasan, 26 ,Mekah, , 68
89 ,Al Fajr , الفجر ,Fajar ,30 ,Mekah, 10
90, Al Balad, البلد ,Negeri, 20, Mekah, 35
91 ,Asy Syams, الشّمس ,Matahari ,15 ,Mekah, 26
92 , Al Lail , الّيل ,Malam ,21, Mekah, 9
93 ,Adh Dhuhaa, الضحى‎‎ ,Waktu matahari sepenggalahan naik (Dhuha) ,11, Mekah, 11
94 ,Alam Nasyrah, الانشراح‎‎ ,Melapangkan, 8 ,Mekah, 12
95, At Tiin, التِّينِ, Buah Tin, 8 ,Mekah, , 28
96 ,Al 'Alaq, العَلَق ,Segumpal Darah, 19 ,Mekah, 1
97, Al Qadr, الْقَدْرِ ,Kemuliaan, 5, Mekah, 25
98 ,Al Bayyinah, الْبَيِّنَةُ ,Pembuktian, 8, Madinah 100
99 ,Az Zalzalah, الزلزلة‎‎ ,Kegoncangan, 8, Madinah , 93
100 ,Al 'Adiyaat ,العاديات‎‎ ,Berlari kencang, 11 ,Mekah, 14
101 ,Al Qaari'ah, القارعة‎‎ ,Hari Kiamat ,11, Mekah, 30
102 ,At Takaatsur , التكاثر‎‎ ,Bermegah-megahan ,8, Mekah, ,16
103 ,Al 'Ashr ,العصر ,Masa/Waktu ,3, Mekah, 13
104 ,Al Humazah, الهُمَزة‎‎ ,Pengumpat ,9, Mekah32
105, Al Fiil ,الْفِيلِ ,Gajah, 5 ,Mekah, 19
106 ,Quraisy, قُرَيْشٍ ,Suku Quraisy, 4 ,Mekah, 29
107 ,Al Maa'uun, الْمَاعُونَ ,Barang-barang yang berguna, 7, Mekah, 17
108 ,Al Kautsar ,الكوثر ,Nikmat yang berlimpah, 3 ,Mekah, 15
109 ,Al Kaafiruun, الْكَافِرُونَ ,Orang-orang kafir ,6 ,Mekah, 18
110, An Nashr ,النصر‎‎ ,Pertolongan, 3 ,Madinah, 114
111, Al Lahab, المسد‎‎ ,Gejolak Api/ Sabut ,5, Mekah, 6
112, Al Ikhlash, الإخلاص‎‎, Ikhlas, 4 ,Mekah, 22
113, Al Falaq, الْفَلَقِ, Waktu Subuh, 5 ,Mekah, 20
114An Naasالنَّاسِ
.
Manusia 6Mekah, 21

– See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-qaafayat-1-15.html#sthash.zYXGFZyx.dpuf

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
. .