بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

II. Taqiyyah Adalah Keyakinan Dasar Syiah

 

Orang orang Syiah sering disebut sebagai orang yang suka bertaqiyyah [ berbohong ].

Apakah taqiyyah itu sendiri?

Taqiyyah yaitu kamu mengatakan atau melakukan [ sesuatu ], berlainan dengan apa yang kamu yakini. Untuk menolak bahaya dari dirimu atau hartamu atau untuk menjaga kehormatanmu. [ As Syi’ah fil Mizaan, oleh Muhammad Jawaad Mughniyah, hal : 48 ]

Atau menyembunyikan keimanan karena tidak mampu menampakkannya ditengah tengah orang kafir dalam rangka menjaga jiwa, kehormatan dan hartanya dari kejahatan mereka. ( Disarikan dari Atsarut Tasyayyu’ hal 33 – 34 )
Inilah inti taqiyyah, yakni ketertutupan yang menjurus pada kepura puraan. Menampakkan sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang dibatin, atau menampakkan keimanan dan menyembunyikan kekafiran.

Dengan kata lain, taqiyyah atau biasa disebut juga dengan nifak itu adalah lain di mulut lain di hati.
Itulah akidah orang Syiah, maka hati hatilah akan segala ucapan tutur kata orang orang Syiah. Hal ini penting untuk kita ketahui bersama. Karena banyak masyarakat awam yang yang tidak tahu soal taqiyyah ini.

Kebanyakan dari kita menganggap penjelasan yang keluar dari mulut Syiah tentang ajaran Syiah, adalah penjelasan yang sebenarnya.
Sehingga apapun yang dijelaskan oleh orang Syiah, kita mengaggapnya sebagai yang sebenarnya, tak ada kecurigaan bahwa dia berbohong. Kita menerima begitu saja ucapan orang orang Syiah itu. Karena memang sedikit awam yang paham soal taqiyyah.
Bahkan yang tidak tahu kemudian kita beritahu, pun belum tentu juga percaya.
Padahal bagi orang Syiah, bedusta atau bertaqiyyah itu bukan masalah besar.
Mereka malah dengan enteng mengatakan bahwa Nabipun bertaqiyyah. Astagfirullah …

Sungguh fitnah yang amat keji!

Begini ceritanya :
Umar berkata kepada Rasulullah : ’Tidakkah Allah telah melarangmu dari hal itu?’ -yakni berdiri di atas kuburan munafik ini- Lalu Rasulullah menjawabnya : ’Celaka kamu, kamu tidak tahu apa yang sesungguhnya saya ucapkan. Sesungguhnya saya mengucapkan : ’Ya Allah isilah perutnya dengan api, dan penuhilah kuburannya dengan api dan selalulah api membakar dirinya’.[ Furuu’ul Kafii, kitab AL Janaaiz, hal : 188 ]
Padahal saat itu Rasulullah tidak dalam bahaya yang mampu mengancam jiwanya, Islam saat itu telah mencapai kemenangannya, jadi apa yang ditakutkan Rasulullah terhadap orang orang munafik itu?

Lihatlah !
Syiah menuduh Rasulullah telah bersikap munafik. Berpura pura. Astagfirullah .. !!

Al Kulaini dalam buku Usuulul Kafi [ Usuulul Kafii, hal : 482-483 ] : Berkata Abu Abdillah :

‘Wahai Abu Umar sesungguhnya sembilan persepuluh (sembilan puluh persen) agama ini terletak pada (akidah) Taqiyyah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak melakukan Taqiyyah. Taqiyyah ada pada setiap sesuatu kecuali di nabidz [ kurma yang direndam dalam air untuk membuat arak ] dan pada menyapu khuuf [ kaus atau kulit ]’.

Dinukil juga dari Abi Abdillah ia berkata : ’Jagalah agama kalian dan tutuplah agama itu dengan Taqiyyah, karena tidak ada iman bagi orang yang tidak mempunyai Taqiyyah’.

Maka orang Rafidhah memandang Taqiyyah, itu adalah fardu [ wajib ]. Tidak akan berdiri agama ini kecuali dengan Taqiyyah,, dan mereka menerima pokok-pokok agama secara sembunyi sembunyi dan terang terangan.

Mereka bahkan melaksanakan Taqiyyah, itu terlebih lebih, dalam kondisi apapun. Terancam maupun tidak. Mereka terbiasa bertaqiyyah. Itu juga sebabnya tidak semua orang orang Syiah paham inti sari ajaran mereka. Karena para Imam Syiah juga terbiasa bertaqiyyah terhadap umatnya sendiri bila dirasa orang itu belum yakin benar akan syiah [ ragu ragu ]. Jadi jangan heran bila sebagian Syiah ’pemula’ akan mati matian menolak tuduhan orang Islam. Dan bahkan balik menuduh orang Islamlah yang telah memfitnah dan menzolimi mereka.

Pada tahun tahun awal kajian Syiah, Jalaluddin Rakhmat sendiri tak pernah mau mengakui secara terang terangan kalau ia adalah penganut Syiah.

Dan meskipun belakangan ia mau berterus terang mengakui ke-Syiah-nya, ia tetap berhati hati dan seringkali tidak mengakui apa apa yang sesungguhnya telah ia ucapkan dalam kajian Syiah.

Al Khomeini di dalam Kasyful Asrar hal. 147 mendefinisikan makna taqiyyah lebih rinci lagi : “Seseorang yang mengucapkan atau mengamalkan sesuatu, berbeda dengan kenyataan (hatinya) yang membatalkan timbangan-timbangan syariat …”

Dari sini kita bisa melihat bahwa mereka seringkali tidak bisa membedakan apakah taqiyyah mereka amalkan itu dilakukan dihadapan kaum muslimin ataukah orang-orang kafir. Menjadi pertanyaan bagi kita , apa sesungguhnya yang mereka sembunyikan ? Apa yang mereka takutkan ? Sungguh sebuah ajaran yang penuh tipu muslihat !



Daftar Isi :

Kata Pengantar  [ Pintu Jebakan Syiah Dalam Menjerat Umat [1] ]

Bagian Pertama                                      ]

Prolog

I. Apa Dan Siapa Syiah Itu [ Pintu Jebakan Syiah Dalam Menjerat Umat [2] ]

II. Taqiyyah Adalah Keyakinan Dasar Syiah [ Pintu Jebakan Syiah Dalam Menjerat Umat [3] ]

III. Perbedaan Sunni Syiah HANYA Masalah Khilafah?  [ Pintu Jebakan Syiah Dalam Menjerat Umat [4] ]

IV. Empat Kunci Pembuka Pintu Jebakan Syiah  [ Pintu Jebakan Syiah Dalam Menjerat Umat [5] ] ]

Bagian Kedua : Pintu Jebakan Syiah

Prolog

V. Pintu I : Cinta Nabi  [ Pintu Jebakan Syiah Dalam Menjerat Umat [6]  ]

VI. Ghuluw  [ Pintu Jebakan Syiah Dalam Menjerat Umat [7] ]

  • Dua Jaring Setan
  •  Makna & Jenis Ghuluw

VII. Pintu II : Keagungan dan Keajaiban Nabi  [ Pintu Jebakan Syiah Dalam Menjerat Umat [8] ]

VIII. Pintu III : Keutamaan dan Kekhususan Nabi Muhammad   [ Pintu Jebakan Syiah Dalam Menjerat Umat [9] ]

IX. Pintu IV : Shalawat, Syafa’at, Washilah dan Tawassul Nabi  [ Pintu Jebakan Syiah Dalam Menjerat Umat [10] ]