بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Bagian Pertama

Prolog

Apakah Syiah itu ?

Syiah adalah sebuah agama
yang mengajarkan pada penganutnya bahwa Tuhan mereka adalah Allah yang telah memberi perintah kepada Nabi Muhammad untuk menunjuk Ali bin Abu Thalib dan keturunannya menjadi Imam umat Islam, menggantikan Nabi Muhammad. ꖴ

Itulah penjelasan sederhana dari Syiah. Saya pribadi, saya akan langsung menyebut Syiah adalah agama tersendiri, dan lepas dari ajaran Islam.

Dari penjelasan sederhana diatas, kita bisa mengkrucutkannya dalam 1 kalimat sederhana.

Yakni : Keyakinan bahwa Ali dan keturunannya adalah pengganti Rasulullah yang sah.

Dari dua hal sederhana diatas, maka lahirlah kemudian sejumlah besar perbedaan perbedaan antara Islam dan Syiah.

Berikut adalah perbedaan tersebut :

  • Tidak mempercayai seluruh Hadis yang dinukil oleh Imam Imam Hadis ahlu Sunnah, mereka hanya percaya dengan Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Imam mereka sendiri. Konsekuensi dari ketidakpercayaan itu adalah seluruh praktek ibadah mereka menjadi berbeda dengan apa yang dilakukan oleh umat Islam. Mulai dari ibadah sholat, doa, puasa, haji, zakat dst.
  • Tuhannya bukanlah Tuhan yang sama dengan yang diimankan oleh umat Islam. Tuhan mereka adalah Tuhan yang memberi perintah kepada Nabi Muhammad bahwa pengganti beliau adalah Ali bin Abu Thalib dan keturunannya
  • Syahadatnya ditambah tambahi dengan bersaksi terhadap Ali, Fathimah, Hasan Husein dan mencaci Abu Bakar, Umar, Ustman dan Aisyah
  • Syiah meyakini bahwa Al Quran yang sekarang ini ada ditangan umat Islam adalah Al Quran yang tidak lengkap.
  • Mereka percaya, ada Ayat Ayat yang disembunyikan dalam Al Quran, yang dihilangkan ketika proyek pengumpulan Al Quran dilakukan pada jaman Sayyidina Ustman. Ayat Ayat yang dihilangkan itu adalah Ayat tentang pengangkatan Ali bin Abu Thalib sebagai pengganti Nabi Muhammad yang sah. ‘Tidak seorangpun mampu untuk mengaku bahwa padanya terdapat kumpulan Al Quran yang lengkap lahir dan batin selain orang orang yang mendapatkan wasiat [ yakni para Imam ]’. Ushul al Kafi Juz I hal 136.
  • Mereka melaknat sahabat sahabat Nabi yang mulia karena dianggap berkhianat, makar, dan mendzolimi Ali

Jadi jelas bahwa perbedaan Syiah dengan Ahlusunnah bukanlah sekedar dan semata mata masalah khilafiyah furu’iyah saja.
Perbedaan ajaran Syiah sudah berada di wilayah prinsip sehingga masuk pada wilayah penyimpangan.

ΩΩ

Dari inti keyakinan bahwa Ali dan keturunannya adalah pengganti Rasulullah yang sah :
berkembanglah tunas tunasnya,
cabang cabangnya
dan ranting rantingnya.
Berdaun banyak bahkan hingga berbuah dan menghasilkan biji.

Begitulah dari inti masalah akidah, terus merembet ke hal hal lain, ke soal soal lain. Dan pada akhirnya, sejen gkal demi sejengkal, seluruh ajaran Islam telah diubah total sekehendak mereka.

Sudah hukum alam. Tidak ada kebohongan yang berdiri sendiri. Satu kebohongan akan menyeret kebohongan lainnya. Satu keburukan akan mengundang keburukan lainnya. Satu kezaliman akan menyeret kezaliman lainnya.
Demikianlah, inti ajaran Syiah ini tidak bisa berdiri tegak hanya dari satu ‘fakta’ bahwa Ali-lah Khalifah berikutnya menggantikan Rasulullah . Ia hanya bisa berdiri bila kemudian ada sejuta alasan lainnya sebagai penguat.
Inti ajaran ini hanya bisa berdiri tegak bila dia diperkuat lagi oleh sederet argument lainnya. Ditunjang oleh sejumlah data, sebaris logika dan argumen yang kesemuanya hanya penuh dusta saja.

Sehingga ketika Syiah mengatakan bahwa Ali adalah pengganti Rasulullah yang sah, mereka membutuhkan ‘fakta’ lainnya untuk menunjang dan memperkuat kabar dusta mereka.
Fakta, data dan argument ini untuk selanjutnya akan kita sebut hujjah. Maka lahirlah sejumlah hujjah Syiah. Yang kemudian hujjah itu berkembang lagi kemana mana. Melebar ke segala arah. Sehingga pada akhirnya, tidak ada lagi yang tersisa dari kemurnian ajaran Islam yang kaffah. Semua sudah habis dikunyah, dicacah dan dibakar tanpa ampun.

Dari sekian banyak hujjah, syiah menimpakan pada satu tiang. Yakni hujjah akan kewajiban untuk mencintai [ dan mentaati ] Ahlul Bait yang suci [ maksum, tidak berdosa ]. Kecintaan terhadap Ahlul Bait inilah yang menjadi dagangan Syiah dimana mana. Karena siapa yang tidak terpesona dan luluh hatinya, bila disebut sebagai Cinta Ahlul Bait, Cinta Keluarga Nabi.
Inilah senjata utama yang dipakai Syiah untuk menelikung agama Islam. Terutama bagi mereka yang pengetahuan akan Shirah Nabi-nya minim dan imannya tipis.

Tetapi meski Cinta Ahlul Bait adalah dagangan Syiah dalam menarik simpati, tapi pahamilah. Pintu pertama mereka BUKANLAH cinta ahlul bait. Melainkan Cinta Nabi

 

♥ Inilah Pintu Jebakan pertama Syiah, yakni cinta Nabi. ♥

Dan untuk masuk ke pintu pintu itu, Syiah memiliki 4 kunci penting agar umat bisa digiring masuk ke pintu pintu jebakan Syiah.
Di belakang akan kita bahas secara detil dan terang benderang apa saja 4 kunci itu dan apa saja Pintu Pintu jebakan itu.

Jadi jelaslah, karena untuk menegaskan bahwa Ali dan keturunannya yang 12 Imam itu yang berhak menjadi Khalifah, maka Syiah melakukan banyak sekali kebohongan. Syiah bahkan jelas menolak semua Hadis yang disandarkan pada Imam Hadis selain Imam Hadis Syiah .
Penolakan terhadap Hadis Hadis yang dinukil dari Imam Imam seperti Imam Bukhari, Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Syafi’ie dst berakibat sungguh luar biasa kerusakannya.

♥ Apa artinya itu?

Itu artinya tata cara berislam yang telah diajarkan Rasulullah dan bisa kita ketahui dari Hadis Hadis, menjadi tidak diakui oleh Syiah.
Dan subhanallah, Maha Suci Allah, Syiah telah mengganti Hadis Hadis itu dengan Hadis buatan ulama ulama Syiah , yang tentunya isinya berbeda samasekali dari yang asli.

Ribuan Hadis yang sanadnya mutawattir, ditolak mentah mentah meski sanadnya tidak terputus hingga ke Rasulullah. Dan Syiah hanya mempercayai Hadis Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Imam mereka.
Apa akibat dari tidak dipercayainya Hadis Hadis sahabat ? Apa akibatnya ketika Syiah hanya percaya Hadis Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Imam Syiah ?

Tidak mempercayai Hadis Hadis yang diriwayatkan oleh sahabat dan para Imam ahli Hadis Ahlussunnah sama artinya dengan tidak percaya pada seluruh sendi beragama yang telah diajarkan Nabi, Semua telah berubah total. Semua penjelasan detil dari Ayat Ayat Al Quran telah diubah Syiah menurut kehendak mereka saja.

Sehingga otomatis berubah pula seluruh tatacara ibadah dari sholat hingga haji. Dari soal wudhu hingga puasa. Dari soal muamalah hingga cara bertetangga.
Semua sudah dihancurkan dan diubah sesuai dengan hadis hadis yang dibuat oleh imam imam mereka.
Sebagai contoh, soal yang ringan, masalah wudhu saja. Kalau kita mencuci tangan, mulut, muka dst dianjurkan 3 kali sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah [yang kita tahu lewat hadist hadist ] maka Syiah melakukannya berbeda dengan kita.
Mereka bukan 3 kali, tapi cukup 2 kali atau kalau ingin lebih yakin soal kebersihannya ya 4 kali. Tapi tidak 3 kali. Kenapa?

Karena Syiah tidak ingin sama dengan apa yang sebenarnya diajarkan Rasulullah.
Itu baru soal wudhu, belum lagi akidah soal konsep pemahaman tentang Allah SWT itu sendiri, soal iman dst. Anda bisa pingsan berhari hari kalau tahu yang sebenarnya.

Intinya, seluruh ajaran Agama Syiah, adalah berbeda dari A sampai Z dengan agama Islam.
Sampai disini, tentu kita bisa paham bila Syiah bisa disebut agama yang berbeda dari Islam.

Syiah adalah agama yang berdiri sendiri. Dan ia sudah sepatutnya disebut tanpa mendompleng nama Islam.

Lagipula, bukan rahasia lagi jika orang orang Syiah juga kerap menunjukkan ketidak senangannya bila disebut Bergama Islam.
‘Kita adalah seorang mukmin, bukan Islam’ demikianlah ucapan Syiah bila ditanya religionnya.
Tapi dengan catatan, anda bertanya pada Syiah dari negera Iran, dan bukan Indonesia yang masih dalam taraf ‘malu malu’. Syiah Indonesia masih ‘kuat’ taqiyahmya dan mereka masih ngotot ingin disebut Islam.

Mereka masih belum terlalu kuat dan pengikutnya juga masih kisaran ratusan ribu, jadi untuk bisa diterima di Indonesia mereka harus, [terpaksa] menyamakan diri dulu, memakai satu label: yakni label ‘Islam‘.
Statement ukhuwah Islamiyah, masih mereka pakai agar keberadaan Syiah dapat diterima dulu dengan aman di sini. Nanti, bila pengikut mereka bertambah banyak, mereka pun tidak akan ragu ragu lagi menyatakan : Saya bukan Islam, Saya Mukmin, Saya Syiah . ..

ΩΩ

Sumber dari kekacauan ini bermula dari ketika Syiah bersikukuh bahwa Ali adalah pengganti yang sah setelah Rasulullah.
Dan bukannya Abu Bakar, Umar dan Ustman. Sampai disini, sebenarnya bila kita paham sejarah Nabi [ Shirah Nabi ], bila kita minimal tahu sedikit saja soal silsilah Rasulullah, maka kita bisa mengajukan sejumlah pertanyaan kritis seperti dibawah ini

Siapasih Ali itu sehingga Allah memerintahkan Nabi untuk memilih ia sebagai pengganti beliau?
Apa istimewanya Ali sehingga ia yang terpilih?
Mengapa bukan sahabat sahabat lain yang juga memiliki derajat keistimewaan yang tak kalah cemerlangnya?
Jika karena Ali adalah menantu Nabi, bukankah ada juga Ustman yang juga menantu Nabi? Yang kedudukan dan kemuliaannya juga tak kalah dengan Ali ? Bahkan Ustman menikahi dua anak Nabi yakni Ruqayyah dan Ummi Kultsum sehingga Ustman dijuluki Dzunnurain [ pemilik dua cahaya ] ?
Bukankah juga ada Abi Al Ash, suami Zainab ? Yang meskipun terlambat masuk Islam, namun ia adalah menantu yang juga dicintai dan disayang Nabi ?
Bukankah anak Nabi tidak hanya Fathimah? Tapi ada juga Zaynab, Ruqayah dan Ummi Kultsum?
Lalu mengapa Syiah hanya memilih Fathimah sebagai ahlul bait [keluarga] Nabi? Lalu bagaimana dengan istri istri Rasululullah seperti Khadijah, Aisyah, Hafsah, Zaynab dst?
Tidakkah mereka juga layak disebut sebagai keluarga Nabi ?

Dari pertanyaan pertanyaan dasar ini sebenarnya sudah bisa kita counter balik Syiah.
Karena percayalah, semakin mereka menjawab pertanyaan pertanyaan tersebut, maka akan kelihatan tidak masuk akalnya agama ini.

Tapi tentu saja terlebih dahulu kita harus mempelajari shirah Nabi. Ayo jangan malas untuk belajar sejarah Nabi. Karena dengan belajar shirah Nabi kita sekaligus akan lebih mengenal siapa Allah SWT. Bagaimana agama ini lahir, apa saja inti iman dan akidah Islam dst.

Dengan memahami Shirah Nabi, inshaAllah kita tidak akan terpengaruh oleh Syiah. Karena kita tahu dan paham betul, bahwa Syiah hanyalah kebohongan semata.

I. Apa Dan Siapa Syiah Itu

♥ Apakah Syiah itu?

Syiah adalah sebuah agama yang mengajarkan pada penganutnya bahwa Tuhan mereka adalah Allah yang telah memberi perintah kepada Nabi Muhammad untuk menunjuk Ali bin Abu Thalib dan keturunannya menjadi Imam umat Islam, menggantikan Nabi Muhammad

Dan cikal bakal agama Syiah dicetuskan oleh seorang Yahudi bernama Abdullah bin Saba. Kemudian agama buatan ini disemai oleh bangsa Parsi [Iran] secara massif, terukur dan terencana dengan tujuan menghancurkan agama Islam dan menggantinya dengan agama Syiah.

Mengapa saya sebut secara gamblang tentang peran bangsa Parsi dalam ‘membesarkan’ Syiah ?
Sejak sejarah mula ditulis, telah wujud persaingan antara Bangsa Parsi dan Bangsa Arab dari sudut kebudayaan, tamadun [peradaban ], kepercayaan agama dan sebagainya. Dan persaingan ini sering kali dimenangkan bangsa Parsi.

Namun jaman kegemilangan Parsi berakhir pada zaman pemerintahan Amirul Mukminin Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anh. Di era Khalifah Umar inilah, negara Parsi telah diambil alih oleh pemerintahan Islam. Empayar Sasanid dan sistem Istana yang menjadi tuntunan beragama sejak nenek moyang diruntuhkan.

Ini merupakan satu tragedi yang amat buruk bagi bangsa Parsi. Sebagian dari mereka ada yang memeluk Islam dengan ikhlas. Namun sebagian lagi, mereka yang memiliki semangat kebangsaan yang amat kuat serta kesetiaan yang tinggi kepada dinasti kesultanan, pura pura memeluk Islam karena ingin membalas dendam dari jalan dalam. Dan cara yang mereka pilih adalah sama dengan jalan pikiran Abdullah bin Saba.

 

♥ Apakah inti ajaran Syiah?

Inti ajaran Syiah adalah mengimami 12 Imam Syiah yang maksum [ suci bersih tak berdosa ] dan dalam melaksanakan perintah agama Syiah berpedoman pada kaidah hukum yang dibuat oleh 12 Imam Syiah tersebut.

 

♥ Apakah arti Syiah ?

Syiah (شيعة) dari sudut istilah berasal dari kata tasyayyu’.
yang berarti : membela, menolong.

Sedangkan Syiah itu sendiri artinya : para penolong atau para pengikut.
Misalnya disebut sebagai Syiah seseorang (شيعة الرجل). Berarti pengikutnya (أتباعه), pendukungnya (أنصاره) dan kerabatnya (الفرقة على حدة).

Namun seiring dengan waktu, kata kata Syiah ini menjadi khusus merujuk pada Pengikut Ali. Jadi Syiah adalah mereka yang mengklaim sebagai pembela Ali Radhiyallahu ‘anhu dan keluarganya.

 

♥ Kata Kata Syiah Dalam Al Quran

Kata kata Syiah (mufrad) disebut sebanyak 4X dalam Al Quran dan kesemuanya memiliki arti yakni golongan atau kumpulan.

  • Surat As Shaaffaat Ayat 83 – 84 :
    وَإِنَّ مِنْ شِيعَتِهِ لإبْرَاهِيمَ
    Dan sesungguhnya Ibrahim benar benar termasuk golongannya (Syiatihi) (Nuh).
    إِذْ جَاءَ رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
    (Ingatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci.
  • Surat Maryam Ayat 69 :
    ثُمَّ لَنَنْزِعَنَّ مِنْ كُلِّ شِيعَةٍ أَيُّهُمْ أَشَدُّ عَلَى الرَّحْمَنِ عِتِيًّا
    Kemudian pasti akan Kami tarik dari tiap-tiap golongan (Syiatihi) siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.
  • Surat Al Qashash Ayat 15 :
    وَدَخَلَ الْمَدِينَةَ عَلَى حِينِ غَفْلَةٍ مِنْ أَهْلِهَا فَوَجَدَ فِيهَا رَجُلَيْنِ يَقْتَتِلانِ هَذَا مِنْ شِيعَتِهِ وَهَذَا مِنْ عَدُوِّهِ فَاسْتَغَاثَهُ الَّذِي مِنْ شِيعَتِهِ عَلَى الَّذِي مِنْ عَدُوِّهِ فَوَكَزَهُ مُوسَى فَقَضَى عَلَيْهِ قَالَ هَذَا مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ عَدُوٌّ مُضِلٌّ مُبِينٌ
    Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi; yang seorang dari golongannya (Syiatihi) (Bani Israel) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Firaun). Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Musa berkata : “Ini adalah perbuatan syaitan sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya).

 

♥ Kata Kata Syiah dalam Hadis

Kata kata Syiah (mufrad) juga disebut dalam Hadis Nabi lebih dari tiga kali.
Diantaranya disebut oleh Imam As Suyuti dalam tafsirnya Durr al Manthur, Beirut, Jilid 6, hal.379 – Surah al-Bayyinah, Nabi S.A.W bersabda : ‘Wahai Ali, engkau dan Syiah engkau (golongan engkau) di Hari Kiamat nanti keadaannya dalam ridha dan diridhai’
Kemudian di hadis : ‘Ini (Ali) dan Syiahnya (golongannya) (bagi) mereka itulah yang mendapat kemenangan di Hari Kiamat nanti’.
Dengan ini kita dapati bahwa perkataan Syiah itu telah disebutkan dalam Al Quran dan Hadis Nabi S.A.W.

Penjelasan :

Yang dimaksudkan dalam Al Quran dan Hadis itu bukanlah kata khusus kepada golongan Syiah ini. Melainkan kata umum kepada pengikut atau golongan pengikut, yakni golongan Ibrahim a.s, golongan yang durhaka, golongan Musa a.s.

Bahkan Rasulullah sendiri pernah bersabda mafhumnya:‘
‘Golongan kamu Ali akan terbagi tiga.
orang yang terlampau memuja mu,
orang yang terlampau membenci mu dan
orang yang cinta kepadamu kerana Allah.
Golongan pertama dan kadua itu masuk neraka. Golongan ketiga itu masuk surga. Terbukti golongan pertama dan kedua itu adalah golongan Syiah dan Khawarij.

Sila rujuk : Al Jam’iyah Al Khairiyah.

♥ Ada berapa aliran dalam Syiah ?

Aliran Syiah terpecah menjadi banyak sekali cabang cabang kecil. Ulama mereka bahkan menyebut ada sekitar 300 sempalan Syiah. Namun ada 3 cabang yang utama pada masa kini mempunyai bilangan pengikut yang besar.

  1. Kelompok Rafidhah.
    Buku At Ta’liiqaatu ‘Ala Matni Lum’atil ‘Itiqaad, karya Syeikh Alaamah Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin, menjelaskan bahwa mereka dinamakan rafidhah, karena mereka datang ke Zaid bin Ali bin Husein.
    Lalu mereka berkata : ‘Berlepas dirilah kamu dari Abu Bakar dan Umar sehingga kami bisa bersamamu!’.
    Lalu Zaid bin Ali bin Husein menjawab : ‘Mereka berdua (Abu Bakar dan Umar) adalah sahabat kakekku, bahkan aku setia kepada mereka’.
    Mereka berkata : “Kalau begitu, kami menolakmu [ rafadhdaak ] maka dinamakanlah mereka Raafidhah [ yang menolak ].
    Syiah Rafidhah juga dikenal dengan nama Syiah Ja’fariyyah, karena menisbatkan kepada Ja’far Ash-Shadiq
  2. Syiah Imamiyyah
    Syiah Itsna ‘Aysariyyah, karena memiliki keyakinan Imam dua belas. Kelompok inilah yang paling besar dewasa ini. 99 persen mereka ada di Iran, lalu sisanya sebagian besar di Irak, kemudian diSyam, Libanon, Pakistan, Afghanistan Barat, Ahsa’, dan Madinah, Indonesia.
  3.  Zaidiyyah, mereka adalah para pengikut Zaid bin Ali bin Al-Husain. Mereka tinggal di Yaman.
    4. Isma’iliyyah. Mereka menisbatkan kepada Isma’il bin Ja’far Ash-Shadiq dan meyakini keimamannya, sehingga disebut Isma’iliyyah. Mereka berada di Jazirah Arab Utara, Afrika Utara, Afrika Tengah, Syam, Pakistan, India, dan lainnya.

Golongan Syiah yang kecil kecil termasuk al-Kaisaniyyah, al-Zaidiyah, Imamiyyah, al-Ghulat, Nushairiyyah, Duruz, Bahrah, Agha Khaniyyah, dan lainnya.

Alawiyyah dan Duruzi juga menganggap diri mereka Syiah meskipun mereka tidak sentiasa diiktiraf oleh Syiah lain.
Sedang tarikat-tarikat Sufi beraliran Syiah termasuklah Tarikat Alevi, Bektashi Hamadani dan Fatimiyyah. Pengikut Tarekat Alevi diketahui dianut oleh sedikit penduduk Turki.

Sementara di Lybia dan Syria juga terdapat pengikut golongan Duruzi dan Alawi.

Sedang komunitas Nusairiyah-Alawiyah yang mendominasi kekuasaan politik dan ekonomi di Suriah bukanlah jenis Syiah yang religius seperti counterpart-nya di Iran. Ini jenis Syiah yang tidak punya masjid, tidak punya kitab, tidak punya ulama, tidak punya ritual ibadah. Lebih kental fungsinya sebagai identitas entik ketimbang spiritual. Namun setelah terjadi demontrasi besar besaran terhadap Basyar Al-Assad, Syiah Itsna ‘Aysariyyah [Iran] segera membacking mulai dari pesenjataan hingga serdadu. Kini Syiah di Suriah dikuasai penuh oleh Syiah Itsna ‘Aysariyyah.

♥ Kapan pertama kali muncul Syiah

Syiah mucul pertama kali tatkala ada seorang Yahudi yang berpura pura mendakwakan dirinya sudah masuk Islam, namanya Abdullah bin Saba’.

Lalu kemudian Abdullah juga mendakwakan kecintaan terhadap ahli bait, dan terlalu memuja muji Ali, dan mendakwakan, bahwa Ali punya wasiat untuk mendapatkan Khalifah, kemudian ia mengangkat Ali bahkan sampai ke tingkat Ketuhanan.
Hal ini tercantum dalam buku Syiah sendiri Al Maqaalaat wal Firaq [ Lihat ‘Al Maqaalaat wal Firaq’ oleh Al Qummi, hal : 10-21 ], ditulis oleh Al Qummi.
‘Ia mengakui keberadaannya, dan menganggapnya orang pertama yang berbicara tentang wajibnya keimaman Ali, dan raj’iyah Ali [Keyakinan bahwa Ali akan kembali ke dunia sebelum hari kiamat ].
Abdullah bin Saba’ bahkan berani mencela Abu Bakar, Umar dan Utsman serta seluruh sahabat, seperti yang dikatakan oleh An Nubakhti, yang juga Syaikh besar Rafidha di bukunya Firaqus Syiah [Firaqus Syi’ah” oleh An Nubakhti, hal : 19-20 ].

Al Baghdadi berkata : ‘Kelompok Sabaiyah adalah pengikut Abdullah bin Saba’ yang telah berlebih-lebihan [ dalam memuji ] Ali, dan mendakwakan, bahwasanya Ali adalah Nabi, kemudian bersikap berlebih-lebihan lagi, sehingga ia mendakwakan bahwasanya Ali adalah Allah’.
Kemudian dilanjutkan : ‘Adalah ia [ Abdullah bin Saba‘ ] anak orang berkulit hitam, asal usulnya adalah orang Yahudi dari penduduk Hirah [ Yaman ], lalu mengumumkan keislamannya, dan menginginkan agar ia mempunyai kerinduan dan kedudukan di sisi penduduk negeri Kufah, dan ia juga menyebutkan kepada mereka, bahwasanya ia membaca di Taurat, bahwa sesungguhnya bagi tiap-tiap Nabi punya orang yang diwasiatkan, dan sesungguhnya Ali adalah orang yang diwasiatkan Muhammad Sholallahu ‘alaihi wassalam’.

Dan As Syahrastaani menyebutkan dari ibnu Saba’, bahwa ia adalah orang yang pertama kali menyebarkan perkataan keimaman Ali secara nash / telah ditetapkan.

Ia menyebutkan juga dari kelompok Sabaiyah, bahwa kelompok ini adalah firqah [ golongan ] yang pertama sekali mengatakan masalah ghaibah [Keyakinan menghilangnya imam Askari yang mereka tunggu-tunggu ]. Dan akidah raj’iyah, kemudian Syiah mewarisinya setelah itu, meskipun mereka itu berbeda, dan pecahan golongan mereka banyak. Perkataan tentang keimaman dan kekhilafan Ali merupakan nas dan wasiat, itu merupakan dari kesalahan kesalahan Ibnu Saba’.
Hingga akhirnya Syiah sendiri terpecah menjadi golongan yang banyak sampai puluhan golongan.
Begitulah syiah membuat bid’ah dalam perkataan tentang keyakinan wasiat, raj’iyah, ghaibah, bahkan perkataan menjadikan imam imam sebagai tuhan [ Ushul ‘Itiqad Ahli Sunnah Wal Jama’ah, Al Lalikaai, 1/22-23 ] karena mengikuti Ibnu Saba’ orang Yahudi itu

 

♥ Jaringan Internasional Syiah

Ada dua wilayah :

  1. Wilayah utama adalah bekas Imperium Persia, yang pengembangannya dilakukan melalui pendekatan politik.
  2. Wilayah pinggiran adalah area diluar Imperiuam Persia, yang pengembangannya melalui pendekatan kultural.

 

Di wilayah bekas Persia terdapat 5 maraji penting.

  • Marja Iran yang tokoh utamanya Ali Hosseini Khamenei
  • Marja Iraq yang tokoh utamanya Ali Hosseini Sistani
  • Marja Bahrein yang tokoh utamanya Issa Ahmed Qassim
  • Marja Lebanon yang tokoh utamanya Mohammad Hussein Fadlallah
  • Marja Afganistan yang tokoh utamanya Qorban Ali Kaboli

Lima Marja tersebut merupakan kiblat dalam pengembangan Syiah Internasional.

 

♥ Bagaimana Syiah masuk ke Indonesia

Secara kultural, Syiah telah masuk ke Indonesia bersamaan dengan kedatangan Islam ke Nusantara melalui jalur perdagangan dan dakwah dalam bentuknya yang taqiyyah.
Setelah terjadi Revolusi Islam Iran (1979), pada awal gerakannya bersifat intelektual, namun sejak kehadiran alumnus Qum gerakan Syiah mulai mengembangkan Fiqh Syiah, sehingga muncullah lembaga lembaga Syiah.

♥  Syiah di Indonesia ada dua corak :

  1. Syiah Politik, untuk membentuk Negara Islam (para pengikut ide-ide politik dan intelektual Syiah)
  2. Syiah non politik, untuk membentuk masyarakat Syiah (para pengikut fiqhiyah Syiah)

Di Indonesia Syiah juga mengalami perselisihan, namun tidak mengarah kepada perpecahan, karena pada kenyataannya mereka saling melengkapi.

Kubu pertama adalah LKAB (Lembaga komunikasi Ahlul Bait) yang merupakan wadah para alumni al Qum. Kubu ini dimotori oleh ICC Jakarta yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah Republik Islam Iran (RII). LKAB membawai Yayasan Al Munthazar, Fathimah Aqilah, Ar Radiyah, Mulla Sadra, An Naqi, Al Kubra, Al Washilah, MT Ar Riyahi dan gerakan dakwah Al Husainy. LKAB berkantor di Jl Bintaro KODAM Grand Bintaro Jaksel. Kiblat LKAB, bukanlah ke Iran, melainkan Marja Iraq dan Lebanon di bawah pimpinan Ayatollah Sayyed Mohammad Hussein Fadlallah.
Kemungkinan dari sinilah lahir OASE atau Organization of Ahlulbayt Social Support and Education (OASE) yang berdiri tahun 2001. Kini OASE digawangi oleh Emilia Renita, mantan istri yang dicerai Jalaluddin tahun 2015 lalu karena perbedaaan marja.

Kubu kedua dipegang oleh IJABI. Dalam kubu ini metode taqiyah selalu diutamakan. IJABI juga tampak lebih pluralis. Hal ini terlihat dari beberapa tokoh Sunni yang menjadi pengikut IJABI. Dan ia lebih bisa diterima diberbagai kalangan. Kiblat IJABI adalah dengan marja ke Iran.
Tokoh utama di Indonesia adalah Dr Jalaluddin Rahmat, Ketua Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI). Ketua Dewan Syuro Syiah ini terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari PDIP dan dari daerah pemilihan (dapil) II Jawa Barat.

Para pengikut Syiah keturunan Arab melakukan gerakan dengan bertaqiyyah (sikap menyembunyikan diri), tidak mau berterus terang mengakui sebagai pengikut syiah, secara dhahir mereka tampil sebagai orang syafi’i, seperti

  • Habib Ali Baagil (otak pengeboman Gedung BEJ),
  • Habib Husein Al Habsyi (Presiden Ikhwanul Muslimin Indonesia)
  • Abdullah As Segaf (Ikatan persatuan Ahlul Bait Indonesia)
  • Habib Saleh Al Idrus (majelis Dzikir Nurkhaerat Posotokoh perlawanan Poso) dll.

♥  Pusat Syiah di Jawa :

  • Jaringan Syiah di Jawa Timur berpusat di Ponpes YAPI Bangil pimpinan Ustad Husen Al Habsyi
  • Jaringan Syiah di Jawa tengah berpusat di Ponpes Al Hadi Pekalongan pimpinan Ahmad Baraqbah dan Toha Musawa.
  • Di Yogyakarta bepusat di Yayasan Roushan Fikr yang dipimpin oleh Sofwan (kader Syiah radikal).

 

♥ Populasi Syiah di Indonesia Saat ini

Tahun 2012 :

Data penelitian pemerintah menyatakan jumlah pengikut aliran Syiah di Indonesia berkisar 500 orang. Jumlah itu tersebar di pelbagai daerah. Namun, menurut Jalaluddin Rakhmat, Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) jumlah penganut Syiah di Indonesia sekitar 2.5 juta orang.

Pemeluk Syiah itu sebagian besar ada di Bandung, Makassar, dan Jakarta. Selain itu, ada juga kelompok Syiah di Tegal, Jepara, Pekalongan, dan Semarang, Garut, Bondowoso, Pasuruan, dan Madura. Di Sampang, jumlah penganut Syiah tergolong kecil. Mungkin kisaran 700 orang.

 

♥ Langkah utama Syiah Indonesia saat ini :

  • Mengkonsolidasikan semua yayasan Syiah dan meminimalisir perbedaan
  • Berupaya keberadaanya diterima oleh kalangan Muslim Indonesia dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosial.
  • Berupaya mendirikan Marja al Taqlid sebuah institusi agama yang sangat terpusat, diisi oleh ulama-ulama Syiah terkemuka dan memiliki otoritas penuh untuk pembentukan pemerintah dan konstitusi Nasehat Islami

[ sumber : Bagaimana Syiah masuk ke Indonesia : Terorisme. Fundamentis Kristen, Yahudi, Islam. Penulis AM Hendroproyono ]

 

Daftar Isi :

Kata Pengantar  [ Pintu Jebakan Syiah Dalam Menjerat Umat [1] ]

Bagian Pertama                                      ]

Prolog

I. Apa Dan Siapa Syiah Itu [ Pintu Jebakan Syiah Dalam Menjerat Umat [2] ]

II. Taqiyyah Adalah Keyakinan Dasar Syiah [ Pintu Jebakan Syiah Dalam Menjerat Umat [3] ]

III. Perbedaan Sunni Syiah HANYA Masalah Khilafah?  [ Pintu Jebakan Syiah Dalam Menjerat Umat [4] ]

IV. Empat Kunci Pembuka Pintu Jebakan Syiah  [ Pintu Jebakan Syiah Dalam Menjerat Umat [5] ] ]

Bagian Kedua : Pintu Jebakan Syiah

Prolog

V. Pintu I : Cinta Nabi  [ Pintu Jebakan Syiah Dalam Menjerat Umat [6]  ]

VI. Ghuluw  [ Pintu Jebakan Syiah Dalam Menjerat Umat [7] ]

  • Dua Jaring Setan
  •  Makna & Jenis Ghuluw

VII. Pintu II : Keagungan dan Keajaiban Nabi  [ Pintu Jebakan Syiah Dalam Menjerat Umat [8] ]

VIII. Pintu III : Keutamaan dan Kekhususan Nabi Muhammad   [ Pintu Jebakan Syiah Dalam Menjerat Umat [9] ]

IX. Pintu IV : Shalawat, Syafa’at, Washilah dan Tawassul Nabi  [ Pintu Jebakan Syiah Dalam Menjerat Umat [10] ]