Sariyyah Ubaidilla  bin Harits merupakan satuan perang ketiga [ sariyyah ]  yang dikirim Rasulullah setelah pasukan  Hamzah gagal tanpa ada hasil.  Pasukan perang ini dikirim Rasulullah pada bulan ke 10 [ Syawal ] tahun pertama Hijriah.

Rasulullah mengirimkan sepupu beliau yakni Ubaidillah bin al Harith untuk menghadapi serangan dan gangguan kaum kafir Quraisy Mekah.  Terdiri dari  60 orang  Muhajirin [ dan masih tanpa Anshar ]. Bendera putih dipegan oleh sahabat Misthah bin Atsastah.  Mereka pergi menuju ke suatu tempat air di Hijaz, yang disebut Wadi Rabigh, antara Mekah dan Madinah.

Disini mereka bertemu dengan kelompok Quraisy yang terdiri dari 200 orang dipimpin oleh Abu Sufyan.  Namun pasukan Quraisy merasa ketakutan dan akhirnya mengundurkan diri.

Diantara mereka ada dua orang yang menyerahkan diri kepada pasukan Muslimin. Kedua orang itu adalah Miqdad bin Al Aswad dari Bani Zuhrah dan Atbah bin Ghazwan dari Bani Naufah.  Mereka berdua keturunan Quraisy dan setelah menyerahkan diri mereka ikhlas masuk Islam.

 

Tetapi mereka bubar juga tanpa suatu pertempuran; kecuali apa yang diceritakan orang, bahwa Said bin a Abi Waqqash ketika itu telah melepaskan anak panahnya, “dan itu adalah anak panah pertama yang dilepaskan dalam  Islam.”

Demikianlah ketika Said bin Abi Waqqash dikirim ke daerah Hijaz dengan membawa 8 orang Muhajirin menurut satu sumber atau 20 orang menurut sumber yang lain. Kemudian mereka kembali karena tidak bertemu siapa-siapa.