بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dalam setiap peperangan, para sahabat selalu berebut untuk mengambil posisi di dua tempat.  Yakni di garis paling depan, dan satu lagi disamping Rasulullah ﷺ.

Sahabat sahabat selalu berebut ingin berada di garis paling depan, ingin paling pertama bertemu orang kafir, dan ingin paling pertama menebas pedang ke leher lawan.   Kerena mereka sungguh ingin menjadi orang yang pertama mati syahid, yang pertama gugur di jalan Allah

Selain itu sahabat sahabat juga berebut ingin berdiri disamping Rasulullah ﷺ, menjadi pelindung Rasulullah ﷺ, menjadi ‘bodyguard’.  Mereka selalu bermimpi untuk bisa menggadaikan nyawa mereka demi melindungi sang Kekasih di medan perang.

Itulah sebabnya sebelum perang, Rasulullah ﷺ biasa memanggil nama sahabat yang akan ditugaskan untuk berada di samping Rasulullah ﷺ. Menjaga keselamatan Rasulullah ﷺ.  Berjaga jaga jangan sampai pedang lawan menembus Rasulullah ﷺ hingga membahayakan nyawa beliau.

Karena sudah bukan rahasia lagi, Rasulullah ﷺ selalu ikut dalam setiap peperangan, dan beliau terkenal berani dalam menghadapi musuh musuhnya.  Meski dalam beberapa peperangn beliau hanya bertugas sebagai arsitek saja, mengamati dari tendanya.

Karena jika tidak ada penugasan ‘resmi’ ini, Rasulullah ﷺ khawatir para sahabat jadi terganggu konsentrasinya hanya untuk melindungi beliau. Rasulullah ﷺ phawatir mereka berebut ingin di samping beliau, sehingga malah membuat kacau.

Dan inilah nama para sahabat yang beruntung dipilih Rasulullah ﷺ untuk menjadi bodyguard Beliau :

  1. Abbad bin Bisyr, dialah kepala dari segenap pengawal Rasulullah dan dialah yang menemani setiap orang yang sedang mengawal Rasulullah.  Ubbad menjadi lapis pertama, kemudian sang bodyguard, barulah Rasulullah.
  2. Sa’ad bin Muadz, pengawal Rasulullah saat perang Badar dan perang Uhud
  3. Muhammad bin Maslamah, pengawal Rasulullah di perang Uhud.
  4. Zubair bin Awwam, pengawal Rasulullah dalam perang Khandaq.
  5. Mughirah bin Syu’bah, pengawal Rasulullah dalam perang Hudaibiyah.
  6. Sa’ad bin Abi Waqqas dan Abu Ayyub Al Anshari, pengawal Rasulullah di perang Khaibar
  7. Sa’ad bin Abi Waqqas, Dzakwan bin Qais dan Bilal, pengawal Rasulullah di Wasil Quraa’
  8. Martsad bin Abi Martsad Al Ghanawi, pengawal beliau pada perang Hunain.

 

Dalam beberapa sumber disebut masih banyak yang menjadi pengawal Rasulullah ﷺ.  Dan kemudian turunlah Surat Al Maa’idah [5] ayat 67 :

 يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

Sesudah Rasulullah ﷺ menerima ayat tersebut dari Allah, segera ayat tersebut disampaikan pula kepada para sahabat.  Dengan adanya ayat : ‘Allah memelihara kamu dari gangguan manusia … ‘ maka Rasulullah tidak lagi menunjuk pengawal pengawal.

Selain pengawal, Rasulullah ﷺ juga punya kelompok ‘eksekusi’ atau yang Rasulullah ﷺ tugaskan untuk melaksanakan hukuaman pancung kepada musuh musuh yang dianggap berbahaya. Tugas ini amatlah penting, karena perannya sebagai penumpas titik kekuatan lawan. Mereka bertugas untuk mengincar lawan yang paling kuat dan hebat, untuk kemudian berhadapan satu lawan satu dengannya.

Maka, lagi lagi, para sehabat berebut ingin mendapat tugas keren ini.

Dan inilah nama para sahabat yang ditunjukkan Rasulullah ﷺ :

  1. Ali bin Abu Thalib
  2. Zubair bin Awwam
  3. Muhammad bin Maslamah
  4. Dhahak bin Sufyan
  5. Ashim bin Tsabit
  6. Qais bin Sa’ad
  7. Miqdad bin Amer

 

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

.