Nasab Nabi Muhammad adalah nasab yang mulia.  Terpelihara dan terjaga kehormatannya. TIdak ada kebejatan setitikpun disana.

Lihatlah silsilah keluarga Rasulullah, baik dari sisi ayah, maupun ibu beliau.  Semua sama indahnya dan elok dilihat.

Nasab atau garis keturunan adalah sesuatu yang sangat dijaga dan diperhatikan oleh Islam. Demikian kuatnya Islam dalam memperhatikan nasab, ia pun dijadikan salah satu dari lima hal yang wajib dijaga dalam Islam.

Karena itu Islam melarang perzinahan, salah satu hikmahnya agar nasab terjaga.  Dengan demikian, Allah tentusaja berkepentingan menjaga nasab Rasulullah.

Hadis ini diriwayatkan secara mursal dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam :

خرجت من نكاح ، و لم أخرج من سفاح ، من لدن آدم إلى أن ولدني أبي و أمي ، لم يصبني من سفاح الجاهلية شيء

“Aku lahir dari pernikahan dan tidaklah Aku dilahirkan dari perzinaan. Mulai dari Nabi Adam sampai pada ayah ibuku. Tidak ada kebejatan Jahiliyah sedikitpun dalam nasabku” [ HR. Ath Thabrani 4728, dalam Shahih Sirah Nabawiyah(1/10) Al Albani mengatakan sanadnya mursal jayyid ]

Oleh karena itulah kita katakan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam lahir dari nasab terbaik. Beliau merupakan keturunan orang-orang pilihan di setiap generasinya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

Dari Keturunan Terbaik

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :

بعثت من خير قرون ابن آدم ، قرنا فقرنا ، حتى كنت من القرن الذي كنت فيه

“Aku diutus dari keturunan bani Adam yang terbaik pada setiap kurunnya, hingga sampai pada kurun dimana aku dilahirkan” [ HR. Bukhari 3557 ]

 

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda :

إنَّ اللهَ اصطفَى كِنانةَ من ولدِ إسماعيلَ . واصطفَى قريشًا من كنانةَ . واصطفَى من قريشٍ بني هاشمَ . واصطفاني من بني هاشمَ

Allah telah memilih Kinanah dari keturunan Isma’il, dan memilih Quraisy dari keturunan Kinanah, dan memilih Bani Hasyim dari keturunan Quraisy, dan memilih aku dari keturunan Bani Hasyim” [ HR. Muslim 2276 ]

 

ان الله اصطفى من ولد ابراهيم اسماعيل . واصطفى من ولد اسماعيل بنى كنانة . واصطفى من بنى كنانة قريشا . واصطفى من قريش بنى هاشم . واصطفانى من بنى هاشم

“Sesungguhnya Allah memilih Ismail dari anak-anak keturunan Ibrahim. Dan memilih Kinanah dari anak-anak keturunan Ismail. Lalu Allah memilih Quraisy dari anak-anak keturunan Kinanah. Kemudian memilih Hasyim dari anak-anak keturunan Quraisy. Dan memilihku dari anak keturunan Hasyim.”  [ HR. Muslim dan Ibnu Majah ]

 

Nasab Nabi Muhammad saw adalah nasab yang paling mulia. Baginda Nabi Muhammad berasal dari kabilah yang paling mulia dalam bangsa Arab, bangsa yang Allah pilih untuk menegakkan Islam. Allah juga telah memberikan keistimewaan yang cukup besar pada Bahasa Arab menjadi Bahasa Al Quran.

Imam Tirmizi meriwayatkan :

Rasulullah saw naik ke atas mimbar dan bertanya, ‘siapakah saya?’ Para Sahabat menjawab, ‘Kamu Rasulullah saw, keatas kamu kesejahteraan.’ Saya Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutalib. Sesungguhnya Allah menjadikan makhlukNYA dan menjadikan mereka dua kelompok dan Allah menjadikan saya dari kelompok yang terbaik. Kemudian Allah menjadikan mereka berbagai kabilah dan Allah melahirkan saya dari kabilah yang paling baik. Kemudian Allah menjadikan mereka beberapa rumah dan Allah menjadikan saya dari rumah yang paling baik dan manusia yang paling baik.

 

Dari Dua Orang Yang Dikorbankan 

Rasulullah bersabda :”Aku  adalah anak dari dua orang yang akan disembelih”  Dalam beberapa sumber tertulis redaksinya : ‘Aku berasal dari keturunan dua orang yang akan dikorbankan’

Dua orang yang dimaksud tersebut adalah   Nabi Ismail dan  Abdullah. Karena pada dua orang ini ada janji Allah akan lahir penghulu para Nabi dan Rasul, maka Allah menyelamatkan keduanya dari disembelih.

 

Demikianlah Allah menjaga kemuliaan Nabi Muhammad sehingga tidak ada perdebatan dari kalangan kafir saat itu untuk meragukan kebenaran risalah yang diemban Nabi Muhammad.

Dan sebagai umat Nabi Muhammad, kita sepatutnya mengenal nasab beliau.

 

Nasab Nabi Muhammad

Nama lengkap Rasulullah adalah :

Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an-Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan

[ Ibnu Hisyam: Sirah an-Nabawiyah, 1:1 ]

Kemudian para sejarawan menyebutkan ada empat nama di atasnya hingga sampai ke Nabi Ismail bin Ibrahim.

Tidak ada perselisihan di kalangan ahli sejarah bahwa Adnan adalah anak dari Nabi Ismail ‘alaihissalam. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari kalangan Arab Adnaniyah atau al-Arab al-Musta’rabah.

Para ahli sejarah membagi orang-orang Arab menjadi tiga golongan :

Pertama : al-Arab al-Baidah (العرب البائدة) mereka adalah orang-orang Arab kuno yang sudah punah. Seperti kaum ‘Aad, Tsamud, Kan’an, dll.

Kedua : al-Arab al-‘Aribah (العرب العاربة) mereka adalah orang Arab asli dari keturunan Ya’rib bin Yasyjub bin Qahthan. Karena itu, mereka juga disebut Arab Qahthaniyah. Mereka berasal dari Yaman.

Ketiga : al-Arab al-Musta’robah (العرب المستعربة) mereka adalah orang yang ter-arabkan dari keturunan Nabi Ismail bin Ibrahim ‘alaihimassalam. Mereka dikenal dengan Arab Adnaniyah (al-Mubarakfury: ar-Rahiq al-Makhtum, Hal: 16).

Mengapa Arab Adnaniyah disebut al-Arab al-Musta’robah, orang yang ter-arabkan, karena nenek moyang mereka Nabi Ismail bin Ibrahim ‘alaihimassalam bukanlah seorang yang berasal dari Jazirah Arab.

Nabi Ibrahim berasal dari Irak [ Utsman al-Khomis: Fabihudahum Iqtadir, Hal:113 ]. Kemudian beliau membawa anaknya Ismail ke Jazirah Arab. Nabi Ismail menetap di sana, menikah dengan orang-orang setempat, dan memiliki keturunan. Inilah yang menyebabkan keturunan Nabi Ismail ini disebut dengan al-Arab al-Musta’robah.

Para ulama berpendapat siapapun yang nasabnya sampai kepada Hasyim, maka dia adalah keluarga ahlul bait Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berbeda dengan orang-orang Syiah yang hanya mengkategorikan ahlul bait Nabi hanya dari anak keturunan Ali dan Fatimah saja.

 

Ayah dan Ibu Nabi Muhammad

Ayah Rasulullah adalah

Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hisyam bin Abdu Manaf bin Qushayyi bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luayyi bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan

Ibu Rasulullah adalah

Aminah binti Wahab bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murarh bin Ka’ab bin Luayyi bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan

 

Jadi jelaslah, bahwa silsilah Rasulullah dari pihak ayah dan ibunya bertemu pada :

  • nenek ke lima [ dari pihak ayah ]
  • nenek ke empat [ dari pihak ibu ]

Yakni Kilab bin Murrah.  Karena Kilab memiliki dua anak lelaki [ yang tercatat dalam shirah ] yakni Qushayyi dan Zuhrah [ atau Zurah ].

Qushayyi atau Qushai itulah yang menurunkan Abdullah dan Zuhrah menurunkan Aminah.

Jadi Abdullah dan Aminah adlaah satu kabilah [ kabilah Quraisy ] dalam satu negri [ Hijaz ] dan dan dalam satu keturunan yagn dekat sekali.