Al Mubasysyirat artinya perkara perkara yang memberitakan sebuah kabar gembira yang didapat lewat mimpi kaum muslim.  Jadi meskipun yang bermimpi baik itu non muslim, maka hal itu tidak bisa dianggap al mubasysyirat.

Al mubasysyirat inilah satu satunya yang tersisa.  Karena setelah masa keNabian terputus, maka kaum muslim sudah tidak bisa lagi mendapatkan wahyu. Kecuali al mubasysyirat ini yang merupakan bagian dari keNabian.

Bagian dari Kenabian

  • Dari Abu Hurairah ra. berkata : Aku mendengar Rasulullah bersabda :
    • لَمْ يَبْقَ مِنَ النُّبُوَّةِ إِلَّا الْمُبَشِّرَاتُ قَالُوا وَمَا الْمُبَشِّرَاتُ قَالَ الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ

  • Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
    • إِنَّ الرِّسَالَةَ وَالنُّبُوَّةَ قَدِ انْقَطَعَتْ فَلَا رَسُولَ بَعْدِي وَلَا نَبِيَّ قَالَ فَشَقَّ ذَلِكَ عَلَى النَّاسِ فَقَالَ لَكِنِ الْمُبَشِّرَاتُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْمُبَشِّرَاتُ قَالَ رُؤْيَا الْمُسْلِمِ وَهِيَ جُزْءٌ مِنْ أَجْزَاءِ النُّبُوَّةِ

      • Sesungguhnya kerasulan dan kenabian telah terputus, maka tidak ada Rasul dan tidak ada nabi setelah aku. Maka hal itu terasa berat bagi para sahabat. Lalu beliau bersabda: “Kecuali al mubasysyirat (perkara-perkara yang memberikan berita gembira). Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah al mubasysyirat itu?”, beliau menjawab: “Mimpi seorang muslim, hal itu satu bagian dari bagian-bagian kenabian”. [HR. Ahmad III/267; Tirmidzi no: 2272, dan Al Hakim, dari Anas bin Malik. Dishahihkan oleh Al Albani di dalam Irwaul Ghalil no:2473 dan Shahih Al-Jami’ush Shaghir no:1631]
  • Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata:  “Apabila kiamat sudah dekat, hampir tidak ada mimpi orang mukmin yang bohong. Mimpi orang mukmin adalah satu dari 46 bagian keNabian, dan apapun yang menjadi bagian keNabian tidaklah bohong” [ HR Bukhari 7017 ]
  • ِ‫ي‬ ِ‫ر‬ْ‫د‬ُ‫خ‬‫ال‬ ٍ‫د‬‫ي‬ِ‫ع‬َ‫س‬ ‫ي‬ِ‫ب‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬َ‫ع‬:َ‫ر‬ َ‫ع‬ِ‫م‬َ‫س‬ ُ‫ه‬َّ‫ن‬َ‫أ‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫هللا‬ ‫ى‬َّ‫ل‬َ‫ص‬ ِ َّ‫اَّلل‬ َ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬،َ‫م‬َّ‫ل‬َ‫س‬ َ‫و‬ ِ‫ه‬ْ‫ي‬ ُ‫ل‬‫و‬ُ‫ق‬َ‫ي‬:«َّ‫ت‬ِ‫س‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ٌ‫ء‬ ْ‫ز‬ُ‫ج‬ ُ‫ة‬َ‫ح‬ِ‫ل‬‫ا‬َّ‫ص‬‫ال‬ ‫ا‬َ‫ي‬ْ‫ؤ‬ُّ‫الر‬َ‫ن‬ِ‫م‬ ‫ا‬‫ء‬ ْ‫ز‬ُ‫ج‬ َ‫ين‬ِ‫ع‬َ‫ب‬ ْ‫ر‬َ‫أ‬ َ‫و‬ ٍ‫ة‬ِ‫ة‬ َّ‫و‬ُ‫ب‬ُّ‫ن‬‫ال‬»
  • Sesungguhnya kerasulan dan kenabian telah terputus, maka tidak ada Rasul dan tidak ada nabi setelah aku. Maka hal itu terasa berat bagi para sahabat. Lalu beliau bersabda: “Kecuali al mubasysyirat (perkara-perkara yang memberikan berita gembira). Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah al mubasysyirat itu?”, beliau menjawab: “Mimpi seorang muslim, hal itu satu bagian dari bagian-bagian kenabian”. [HR. Ahmad III/267; Tirmidzi no: 2272, dan Al Hakim, dari Anas bin Malik. Dishahihkan oleh Al Albani di dalam Irwaul Ghalil no:2473 dan Shahih Al-Jami’ush Shaghir no:1631]