Menjenguk Orang Musyrik

Menjenguk orang Kafir dinilai maksruh oleh sebagian ulama.  Karena hal itu secara implicit (tidak langsung) berarti penghormatan. (LIhat At Tamhid)

Namun sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa menjenguk orang kafir boleh dilakukan apabila ada harapan untuk masuk Islam.  Pendapat ini lebih dekat kepada tindakan Nabi.

Anas bin Malik meriwayatkan,

“Bahwasanya ada seorang anak muda Yahudi yang pernah menjadi pembantu Nabi.  Dia sakit.  Lalu Nabi datang menjenguknya.  Kemudian beliau bersabda “Masuklah Islam!” Maka diapun masuk Islam.

(Fuad Abdul Aziz Asy-Syalhub, ’ Etika Menjenguk Orang Sakit’, Pustaka Elba)