Mempersingkat Waktu Kunjungan

Orang yang menjenguk orang sakit hendaknya tidak terlalu lama berada di tempat si sakit. Karena si sakit sedang menderita kareta sakit yang dideritanya. Sehingga menjenguk terlalu lama bisa membebani dan bahkan menambah penderitaannya. Oleh karena itu sebaiknya tidak terlalu lama menjenguk si skait.

Ibnu Thowus mengatakan bahwa ayahnya pernah berkata, “Sebaik baik kunjungan kepada orang sakit adalah yang paling singkat waktu berkunjungnya”

Sementara Al Auza’i mengatakan, “Aku pernah pergi ke Basrah hendak menemui Muhammad bin Sirin. Kemudian aku mendapatinya sedang sakit perut. Maka jadilah kami menemuinya dan menjenguknya sambil berdiri”

Asy Sya’bi mengatakan, “Kunjungan orang dungu lebih berat di rasakan oleh keluarga si sakit daripada sakitnya salah seorang anggota keluarga mereka. Yaitu orang yang datang menjenguk pada waktu yang tidak tepat dan duduk terlalu lama” (Lihat At Tmhid, Ibnu Abdil Bar)

Namun perlu diketahui bahwa apabila si sakit suka berlama lama dengan penjenguknya dan ingin dikunjungi sesering mungkin, maka sebaiknya si penjenguk mengabulkan keinginannya. Sebab hal itu berarti memberikan kegembiraan dan dukungan moral kepadanya. Hal itu pernah di lakukan oleh Nabi terhadap Sa’ad bin Mu’adz sewaktu ia menjadi korban perang Khandaq. Ketika itu Nabi memerintahkan agar Sa’ad dibuatkan kemah di dalam masjid agar beliau bisa menjenguknya dari dekat. Dan sahabat mana yang tidak suka ditunggui oleh Nabi dan dikunjunginya berulang kali? [ Lihat Bukhari 463