بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Masjid Sab’ah [ Arab : المساجد السبعة‎ ] adalah sebutan untuk sekelompok masjid kecil yang berjumlah 7 buah.  Terletak di kaki Bukit Sala’, yaitu sebelah barat laut Masjid Nabawi [ tempat terjadinya perang Khandaq ].  Jaraknya sekitar 3 km dari Kota Madinah al Munawwarah.

Secara harfiah, Masjid Sab’ah berarti masjid yang berjumlah 7 buah, yaitu Masjid Salman, Masjid Abu Bakr, Masjid Umar, Masjid Utsman, Masjid Ali, Masjid Fatimah, dan Masjid Fath.

Tidak ada perintah dari Rasulullah ﷺ maupun dalil syari’at yang menunjukan atas keutamaan mengunjungi masjidmasjid ini.  Tetapi 7 buah masjid kecil ini menjadi penting dalam Sejarah Islam mengingat peran strategis ke 7 masjid tsb.

Sejatinya, Sebenarnya, masjid masjid itu bukanlah tempat untuk shalat karena ukurannya yang sangat kecil.  Karena menurut riwayat, Masjid Sab’ah [ Masjid Tujuh ] merupakan pos keamanan yang ditempati oleh sahabatsahabat Rasulullah ﷺ ketika meletusnya Perang Khandak [ Syawal th 5H atau 627M ]

Secara harfiah Khandak berarti Parit, yaitu perang ketiga setelah Perang Badr [ 2H atau 624M ]  dan Perang Uhud [ 3H atau 625M ]. Perang ini diikuti langsung oleh Rasulullah ﷺ.

 

Sejarah Masjid Sab’ah

Peristiwa ini terjadi ketika Kota Madinah dikepung dan diserang oleh musuh dari pihak Kafir Quraisy. Perang ini juga disebut juga dengan perang Ahzab, karena Kafir Quraisy mengajak suku suku lain, seperti Yahudi dari Khaibar, Bani Salim, Bani Asad, Gatafan, Murah dan Asyja’ untuk bergabung bersama mereka menggempur pertahanan kaum muslimin, khususnya di Kota Madinah.

Menyikapi kondisi seperti ini, Salman Al Farisi, seorang sahabat Rasulullah ﷺ yang berasal dari Persia mengusulkan untuk membentuk benteng pertahanan kaum muslimin dengan membuat parit di sekeliling Kota Madinah terutama di bagian utara kota.

Ketika pasukan sekutu Quraisy sampai di Madinah, mereka tercengang dengan adanya parit yang menganga lebar dan dalam, sehingga tujuan mereka hendak menyerang Kota Madinah gagal total.

Mereka akhirnya hanya menghamburkan anak panah yang dilepas dari busurnya tanpa mengenai sasaran. Sesekali diantara mereka ada yang ingin menyeberang seperti ‘Amr, tetapi ditebas oleh Ali bin Abi Thalib hingga tewas.

Demikian ‘Ikrimah Ibn Abu Jahl gagal menyeberangi khandak (parit), karena dlhalau oleh Ali Bin Abi Thalib serta mujahidin muslimin lainnya, sehingga ia lari terbirit-birit. Akhimya, Kafir Quraisy dan sekutunya memutuskan untuk berkemah di sekitar Kota Madinah tanpa membawa hasil apapun.

Untuk mengawasi benteng pertahanan (parit) tersebut, Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk membangun pos pengawasan 24 jam, sehingga sekaligus berfungsi juga sebagai tempat shalat yang ditempati oleh 7 sahabat utama Rasulullah ﷺ. Maka berdirilah7 buah pos pengawasan, yang kelak dibuatkan bangunan yang merupakan masjid diatas lokasi pos pengamanan tsb.  Bangunan masjid itulah yang sekarang dikenal dengan Masjid Sab’ah (Masjid Tujuh).

Kondisi masjid masjid itu sekarang masih cukup baik, namun oleh karena adanya perluasan kawasan kota oleh pemerintahan Arab Saudi, maka lokasi masjid masjid ini terkena gusuran, sehingga jumlahnya hanya tinggal 5 buah masjid.

Oleh karena itu masjid masjid yang dulunya disebut Masjid Sab’ah (Masjid Tujuh), sekarang berubah nama menjadi Masjid Khamsah (Masjid Lima). Sementara khandak (parit) yang disebutkan dalam sejarah tersebut, juga sudah tiada lagi, sebab sudah diratakan untuk menjadi sebuah jalan.

Mengunjungi Masjid Khamsah dapat mengingatkan setiap jamaah kepada kearifan Rasulullah ﷺ dalam menerima pendapat orang lain yang lebih baik dan benar walau berasa) dari bawahannya sendiri. Setiap muslim dapat berbuat seperti itu, manakala semangat menjunjung tinggi kebenaran telah merasuk dalam kalbu kita masing-masing.

Masjid masjid di Madinah
Masjid Nabawi • Masjid Quba • Masjid Qiblatain • Masjid Tujuh • Masjid Al-Ijabah • Masjid Jum'at • Masjid Ar-Rayah • Masjid As-Sabaq • Masjid As-Sajadah • Masjid As-Suqya • Masjid Al-'Ashabah • Masjid Al-'Anbariyah • Masjid Al-Fash • Masjid Al-Fadhikh • Masjid Al-Fuqair • Masjid Al-Manaratain • Masjid Bani Bayadhah • Masjid Bani Haram • Masjid Bani Khudarah • Masjid Bani Khathmah • Masjid Bani Zuraiq • Masjid Bani Ghaffar • Masjid Dzulhulaifah • Masjid Itban bin Malik • Masjid Mishbah • Masjid Masyrabah Ummi Ibrahim • Masjid 'Ainain

 

Inilah ke 7 Masjid masjid tersebut :

Merupakan masjid terbesar di antara masjidmasjid yang lainnya, terletak di kaki Gunung Sala’ bagian barat. Diriwayatkan bahwa masjid ini dinamakan dengan Al Fath karena tempat ini merupakan tempat salat Nabi Muhammad selama Pertempuran Khandaq atau dikarenakan hasil pertempuran tersebut adalah kemenangan bagi orang islam, (dalam bahasa Arab Fath berarti kemenangan). Masjid ini dibangun pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz, dan diperbaharui oleh Menteri Saifuddin Abu al-Hija tahun 575 Hijriah pada masa Kesultanan Utsmaniyah.

Terletak 20 meter selatan Masjid Al Fath, dinamakan dengan nama Salman Al-Farisi karena ialah sebagai penggagas pembuatan parit pada Pertempuran Khandaq. Masjid ini dibangun pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz, dan diperbaharui oleh Menteri Saifuddin Abu al-Hija tahun 575 Hijriah pada masa Kesultanan Utsmaniyah.

Terletak 15 meter tenggara Masjid Salman Al-Farisi. Ketiga masjid ini (Masjid Al-Fath, Masjid Salman Al-Farisi dan Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq) telah dihancurkan dan dibangun menjadi satu masjid dan pelatarannya yang luas.

Terletak 10 meter selatan Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq. Masjid ini berada di tempat yang lebih tinggi, dan bentuknya sesuai dengan bentuk Masjid Al-Fath, diperkirakan dibangun dan diperbaharui pada waktu yang sama.

Terletak di timur Masjid Fathimah Az-Zahra, di sebuah bukit kecil. Masjid ini memiliki panjang 8,5 meter dan lebar 6,5 meter. Diriwayatkan di tempat inilah Ali bin Abi Thalib ikut serta dalam Pertempuran Khandaq. Sekarang ini, Pihak Pemerintah Kota Madinah membangun kembali masjid ini dan mempertahankan bentuk aslinya serta membangun taman-taman disekelilingnya seperti sebuah taman besar yang dihiasi dengan satu bangunan kecil.

Masjid ini disebut juga Masjid Saad bin Muadz. Merupakan masjid terkecil dibandingkan yang lainnya, dengan luas 4 x 3 meter. Masjid ini dibangun pada masa Kesultanan Ustmaniyah, pada masa Sultan Abdul Majid I.

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ