بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Masjid Jum’at (Arab: مسجد الجمعة‎ Masjid Al-Jum’ah) adalah nama masjid yang terletak tak jauh dari Quba.  Di lokasi tempat berdirinya mesjid inilah, Rasulullah ﷺ dulu melakukan shalat Jumat pertamanya setelah hijrah.

Nama lain masjid Jum’at adalah Masjid Bani Salim, Masjid Al-Wadi, Masjid Al-Ghubaib, atau Masjid ‘Atikah.
Masjid Jum’at terletak di barat daya Madinah, di dekat Wadi Ranuna’, dengan jarak 900 meter utara Masjid Quba‘ dan 6 kilometer dari Masjid Nabawi.

 

Sejarah Berdirinya Mesjid Jum’at

Pada hari Senin, 12 Rabiul Awwal Tahun 1 Hijriah atau 623 Masehi, Rasulullah ﷺ bersama Abu Bakar singgah di Quba selama 4 hari.  Di Quba, Rasulullah dan para sahabat mendirikan masjid Quba.

Kemudian pada Jumat paginya, 16 Rabiul Awwal, Rasulullah ﷺ bersama dengan Abu Bakar as-Siddiq melanjutkan perjalanan menuju Yatsrib, yakni Madinah sekarang. Namun, karena waktunya sudah menjelang shalat Zhuhur berarti sudah tiba waktunya shalat Jumat.

Karena itu, bersama para sahabat dan kaum muslimin yang ada pada saat itu, Rasulullah ﷺ mengajak mereka untuk mendirikan shalat Jumat.

Shalat Jumat itu dilaksanakan Rasulullah ﷺ di sebuah Wadi (lembah) yang terletak di kampung Bani Sulaim. Letaknya tidak terlalu jauh dari Masjid Quba. Ada yang mengatakan terletak disisi kanan jalan dari Quba menuju Madinah. Dilokasi inilah, kelak di bangun mesjid Jum’at olah para sahabat sebagai saksi sejarah shalat Jumat pertama Rasulullah setelah hijrah ke Yastrib.

Menurut Junaidi Halim dalam bukunya MakkahMadinah dan Sekitarnya, nama lembah tersebut adalah Wadi Ranuna. Sebagai peringatan atas pelaksanaan shalat Jumat itu didirikanlah sebuah masjid di lokasi tersebut. Dan, masjid itu diberi nama Masjid Jumat.

Menurut Hanafi al-Mahlawi dalam Al-Amakin al-Masyhurah fi Hayati Muhammad SAW, shalat Jumat yang dilaksanakan di lokasi tersebut merupakan shalat jumat yang pertama kali.

Sebab, sebelumnya beliau kesulitan melaksanakan shalat Jumat karena kuatnya tekanan dan penindasan yang dilakukan kafir Quraisy terhadap kaum Muslim.

Adapun jumlah kaum Muslim yang mendirikan shalat Jumat ketika itu mencapai seratus orang. Menurut HM Iwan Gayo dalam Buku Pintar Haji dan Umrah, masjid Jumat itu berukuran 7X 5,5 meter persegi.

Karena itulah, keberadaan Masjid Jumat ini memiliki posisi yang sangat penting dalam sejarah Islam. Sayangnya, tidak diketahui secara pasti, siapa sahabat yang mendirikan masjid ini.

Mungkin itu karena minimnya informasi yang didapatkan. Karenanya, tak banyak umat Muslim yang berziarah atau berkunjung ke masjid ini.

Masjid Jum'at 
LokasiDi barat daya Madinah, di dekat Wadi Ranuna’, dengan jarak 900 meter utara Masjid Quba‘ dan 6 kilometer dari Masjid Nabawi.
PeristiwaPada Jumat, 16 Rabiul Awwal Tahun 1 Hijriah, Rasulullah melakukan shalat Jumat pertama setelah hijrah
Pembangunan Masjid JumatDilakukan oleh sahabat yang belum diketahui nama dan kapan pastinya
Masjid Masjid Penting Dalam Islam 
Masjid Suci & Diberkahi1. Masjidil Haram
2. Masjidil Aqsha
3. Masjid Thursina
Masjid Suci dan Bersejarah1. Masjidil Haram
2. Masjidil Aqsha
3. Masjid Thursina
4. Masjid Nabawi
Masjid Awal Mula Dimuka Bumi1. Masjidil Haram atau Kabah
2. Masjidil Aqsha
Masjid Yang Menjadi Kiblat Shalat1. Masjidil Haram/ Kabah
2. Masjidil Aqsha
3. Kembali lagi ke Masjidil Haram atau Kabah
2 Masjid Pertama Yang Diibangun Rasulullah1. Masjid Quba
2. Masjid Nabawi
Masjid Yang Menjadi Saksi Perpindahan KiblatMasjid Qiblatain di Madinah
Masjid tempat lokasi shalat Jumat pertama RasulullahMasjid Jumat di dekat Quba, Madinah
Masjid Yang Tidak Bisa dimasuki Dajjal1. Masjidil Haram
2. Masjid Nabawi
3. Masjidil Aqsha
4. Masjid Thursina
Masjid Yang Tidak Bisa Dimasuki Ya'juj & Ma'jujMasjid Thursina
Masjid Yang Dibangun Atas Dasar Ketakwaan1. Masjid Quba
2. Masjid Nabawi
Masjid yang disebut Allah dalam Al Quran1. Masjidil Haram
2. Masjidil Aqsha
3. Masjid Thursina
4. Masjid Nabawi
5. Masjid Quba
6. Masjid Dhirar
Masjid Yang Dilarang Allah untuk Shalat didalamnyaMasjid Dhirar di dekat lokasi mesjid Quba
Masjid masjid di Madinah
Masjid Nabawi • Masjid Quba • Masjid Qiblatain • Masjid Tujuh • Masjid Al-Ijabah • Masjid Jum'at • Masjid Ar-Rayah • Masjid As-Sabaq • Masjid As-Sajadah • Masjid As-Suqya • Masjid Al-'Ashabah • Masjid Al-'Anbariyah • Masjid Al-Fash • Masjid Al-Fadhikh • Masjid Al-Fuqair • Masjid Al-Manaratain • Masjid Bani Bayadhah • Masjid Bani Haram • Masjid Bani Khudarah • Masjid Bani Khathmah • Masjid Bani Zuraiq • Masjid Bani Ghaffar • Masjid Dzulhulaifah • Masjid Itban bin Malik • Masjid Mishbah • Masjid Masyrabah Ummi Ibrahim • Masjid 'Ainain

 

Sejarah Pembangunan Masjid Jumat

  • Pertama kali dibangun dari batu dan hancur beberapa kali dan direnovasi.
  • Umar bin Abdul Aziz melaksanakan renovasi kedua.
  • Renovasi pada masa Kekhalifahan Abbasiyah antara tahun 155 – 159 Hijriah.
  • Akhir abad ke-9 Hijriah, direnovasi oleh Syamsuddin Qawan.
  • Renovasi pada masa Kekhalifahan Utsmaniyah dipimpin oleh Sultan Bayazid.
  • Renovasi oleh Sayyid Hasan Asy-Syarbatli pada pertengahan abad ke-14 Hijriah.
  • Masjid Jum’at sebelum renovasi terakhir memiliki panjang 8 meter, lebar 4,5 meter, tinggi 5,5 meter dan 1 kubah yang terbuat dari bata merah, serta di sebelah timurnya terdapat halaman dengan panjang 8 meter dan lebar 6 meter.
  • Renovasi pada tahun 1409 Hijriah oleh Kementerian Wakaf Arab Saudi, atas perintah Pelayan Dua Tanah Suci Raja Fahd bin Abdul Aziz dengan menghancurkan bangunan lama, dan membuat bangunan baru, termasuk tempat tinggal untuk Imam, Muadzin, Perpustakaan, Madrasah Tahfidz al-Qur’an, Tempat salat untuk perempuan dan kamar mandi.
  • Pada tahun 1412 Hijriah, Masjid Jum’at dibuka untuk umum dengan kapasitas 650 jamaah, memiliki 1 kubah utama dan 4 kubah kecil. [ Shaikh Safiur-Rahman Mubarakpuri, ed. (2002). History of Madinah Munawwarah. Riyadh: Darussalam. pp. 45, 113–115. ]

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ