بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Martsad bin Abi Martsad Al Ghanawi adalah sahabat Rasulullah dari suku Quraisy.  Begitu pula ayahnya  Abu Martsad al Ghanawi.

Martsad merupakan pemuda yang tangkas, berani, gigih, kuat dan cerdas dalam berperang.  Tak heran bila ia dipercaya menjadi salah satu pengawal Rasulullah dalam perang perang Islam.  Terutama dalam perang Hunain. Sebuah ‘jabatan’ keren yang seluruh sahabat bermimpi menjadi pengawal Rasulullah dalam perang.  Sebuah jabatan yang bukan main main, karena didalamnya terkandung amanah yang amat berat.  Ditangan para pengawal, para bodygourd inilah, keselamatan Rasulullah ‘dipertaruhkan’.

Hingga turunlah Surat Al Maa-idah [5] ayat 67 :

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

Sesudah Rasulullah ﷺ menerima ayat tersebut dari Allah, segera ayat tersebut disampaikan pula kepada para sahabat. Dengan adanya ayat : ‘Allah memelihara kamu dari gangguan’.

Hijrah Ke Madinah

Ketika Rasulullahhijrah ke Madinah,  Martsad dan ayahnya, Abi Martsad, segera menyusul hijrah ke Madinah.  Dan di Madinah mereka disambut gembira oleh Rasulullah ﷺ.   jika ayahnya dipersaudarakan dengan Ubadah bin ash-Shamit, maka Rasulullah ﷺ mempersaudarakannya dengan saudara Ubadah, Aus.

Tetapi kaum Quraishy melarang keras umat Islam untuk hijrah ke Madinah.  Mereka menawan umat Islam dalam rumah rumah  mereka.  Menghadapi masalah itu, kemudian Rasulullah memerintahkan Martsad untuk membebaskan saudara saudara mereka yang masih tertawan di Mekah.

Berangkatlah Martsad kembali ke Mekah.  Ia memasuki kota Mekah pada malam hari dan diam diam membebaskan umat Islam. Dan kemudian membawa mereka hijrah ke Madinah. Usaha ini sukses dilakukan.  Sehingga Martsad berkali kali datang dan  membebaskan lagi banyak umat Islam.

Penyebab Turunnya Ayat

Namun suatu malam, seorang perempuan jahiliah bernama Unnaq, yang merupakan teman Martsad, memergoki Martsad.  Kemudian Unnaq bertanya : Martsad?

“Benar” jawab Martsad.

“Selamat datang, mari bermalam di rumahku”

“Tidak, itu perbuatan zinah yang dilarang dalam Islam” jawab Martsad tegas.  Ketika mereka sedang berbincang bincang, beberapa kaum Quraisy memergoki mereka.  Sehingga akhirnya Martsad bergegas lari menyelamatkan diri dan kembali ke Madinah.  Setelah itu, Martsad tidak pernah lagi mencoba membebaskan umat Islam yang tertinggal di Mekah.  Karena kaum Quraisy telah membuat jebakan dimana mana.

Di Madinah, rupanya Martsad teringat kepada Unnaq.  Lalu ia menemui Rasulullah dan memohon ijin  : ‘Ya Rasulullah, bolehkah aku menikahi Unnaq?’

Rasulullah diam saja mendengar permintaan Martsad. Lalu turunlah firman Allah dalam surat An Nuur [24] ayat 2 – 3 :

‘Ya Martsad, Allah melarangmu menikahi perempuan itu.  Dan dibacakanlah ayat :

 الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ 2

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.

 الزَّانِي لا يَنْكِحُ إلا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لا يَنْكِحُهَا إِلا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ 3

Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.

 

Di masa ini, Martsad mengikuti Perang Badar dan Uhud. Setelah Perang Uhud, Nabi mengirimnya ke Mekkah dalam Ekspedisi Al-Raji’, memimpin sepuluh orang sahabat lainnya. Dia terbunuh dalam ekspedisi yang terjadi di Bulan Safar, 4 H ini.[2]

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

..