بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Makkah adalah wilayah suci yang didalamnya ada Masjidil Haroom, dan Ka’bah sebagai pusatnya.  Makkah juga biasa disebut Tanah Haroom, yang batasan batasan kesuciannya, telah ditentukan Allah Ta’ala.  Allah Ta’ala menyebut wilayah suci ini sebagai Bakkah dan Makkah.  Keduanya mas­ing masing disebutkan hanya sekali di dalam Al Qur’an. Kata Makkah disebut­kan dalam Al Qur’an surat  al Fath/48:24, sedangkan kata Bakkah disebut dalam surat  Ali ‘Imran/3:96.

Ada banyak pendapat mengenai asal usul nama kota Makkah.  Beberapa menyebutkan bahwa nama Makkah namanya berasal dari kata “imtakka”, yang artinya ‘mendesak’ atau ‘mendorong’. Kota ini disebut “Makkkah” karena manusia berdesakan di sana (Mu’jam Al Buldan, kata: Mekah).   Sedang makna kata “Bakkah”, berasal dari kata bakka—yabukku, yang artinya “menekan”, karena Mekah menekan leher-leher orang yang sombong. (Tafsir Jalalain untuk QS. Ali Imran:96)

Di dalam kamus utama bahasa Arab, Lisan al ‘Arab karya monumental Ibn Mandhur (15 jilid) Kata Makkah berasal dari akar kata : Makka-yamukku-makkan, berarti menghisap, menyedot, jadi searti dengan mashsha-ya­mushshu-mashshan berarti mengisap atau me­nyedot, seperti dalam kata : Imtashsha jami’ ma fihi wa syaribah kullih (mengisap daan menyedot semua apa ada yang di dalam).

Tukang bekan (pengobatan dengan menyedot darah kotor) dis­ebut al-mashshash atau al-hajjam. Para hujjaj dis­ebut mushashah karena tersedot di dalam pusat grafitasi spiritual, ka’bah atau Baitullah. Setelah disedot segala dosa dan menjadi dekat-sedekat-dekatnya kepada Allah swt, maka manusia mera­sa plong, bebas. Inilah salahsatu sebabmengapa Ka’bah disebut dengan Bait al-‘Atiq (rumah pem­bebasan), karena bisa membebaskan seseorang dari kungkungan dosa dan kesalahan yang men­gurung dirinya.

Makkah Al-Mukarramah adalah tanda kesucian dan tempat tinggal yang suci. Negeri yang paling dicintai oleh Allah dan Rosul-Nya. Allah telah memilihnya menjadi negeri pertama di permukaan bumi tempat turunnya Al Quran dan tempat lahirnya Rosul terakhir.

Dalam beberapa riwayat juga disebut sebagai  sebidang tanah yang paling dekat kepada langit. Allah telah menancapkan kecintaan dan kerinduan kepada hati orang-orang mukmin kepadanya. Tidaklah seorang menetap disana kecuali akan mengambil hatinya dan tidaklah berpisah kecuali merasakan kesedihannya, sangat rindu untuk kembali kepadanya. Hal ini tidaklah asing, karena itu merupakan anugerah ilahi untuk Makkah dan penduduknya.
Jika boleh diibaratkan, Makkah dibanding semua kota di dunia adalah seperti matahari di antara bintang-bintang. Karena ia merupakan ibu dan induk semua kota. Bahkan kiblat kaum muslimin di alam jagat ini.

 

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ