بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Rasulullah wafat pada hari senin tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah atau 633 Masehi.  Beliau wafat dalam usia 63 tahun lebih empat hari.

Awalnya ada perbedaan pandangan di antara para sahabat mengenai tempat pemakaman Rasulullah ﷺ.  Akan tetapi Abu Bakar memberi keputusan : “Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ. bersabda, ‘tidak ada seorang nabipun yang dicabut nyawanya, melainkan ia dikuburkan ditampat nyawanya dicabut”.

Abu Thalhah kemudian segera mengangkat ranjang tempat Rasulullah ﷺ mengembuskan napas terakhirnya, dan  menggali tanah di tempat itu, di kamar Aisyah.  Lalu Abu Thalhah membuat liang lahat di dalamnya dan memakamkan Rasulullah disana.

Rasulullah dimakamkan di kamar Aisyah yang sederhana dengan posisi kepala beliau berada di arah barat [menghadap kiblat].  Sedangkan kedua kakinya membujur ke timur.  Seperti arah yang disunnah Rasulullah ﷺ ketika tidur.

Antara makam Rasulullah ﷺ dengan dinding rumah arah kiblat sejauh satu jengkal atau ada juga yang berpendapat sejauh satu cemeti.  Antar makam dan dinding sebelah barat, sejauh satu lengan.

Makam Abu Bakar

Abu Bakar sakit dan dirawat di rumah Aisyah.

Kemudian ketika Abu Bakar wafat pada tanggal 23 Agustus 634 M atau 21 Jumadil Akhir,  Tahun 13 H dalam usian 63 tahun.

Ia wafat sore hari dan dimakamkan malam itu juga, setelah dimandikan oleh istrinya Asma binti Umais dengan dibantu anaknya Abdurrahman yang menuangkan air.  Kemudian jenazah Abu Bakar dibawa ke mesjid dengan tempat pembaringan yang dulu dipakai Rasulullah ketika wafat,.  Dan sesuai dengan wasiat Abu Bakar, beliau dimakamkan di samping Rasulullah ﷺ, di kamar Aisyah.

Di masjid, jenazah Abu Bakar diletakkan di antara makam dan mimbar.  Umar bertindak sebagai imam shalat jenazah dengan 4 kali takbir.  Kemudian jenazah Abu Bakar dibawa ke liang lahat dan Umar ikut masuk bersama Ustman bin Affan, Abu Thalhah dan Abdurrahman bin Abu Bakar.

Abdullah bin Abu Bakar ingin juga masuk keliang lahat namun dicegah Umar. “Sudah cukup” kata Umar.

Abu Bakar dikuburkan dalam lubang yang digali disamping makam Nabi.  Setelah jenazah Rasulullah ditemukan, maka posisi kepala Abu Bakar diletakkan disamping bahu Rasulullah ﷺ. Kepala Abu Bakar menghadap arah yang sama dengan kepala Rasulullah ﷺ, yakn arah barat [menghadap kiblat].  Dan kedua kaki membujur ke timur. dan wajahnya menghadap kiblat.

Makam Umar bin Khattab

Umar sangat berharap agar ia dikuburkan di kamar Aisyah, di sisi kekasih tercintanya Rasulullah ﷺ dan sahabat terbaiknya Abu Bakar.

Tetapi ia segan mengutarakan keinginannya itu lantaran adab dan penghormatannya kepada Aisyah.  Ketika Umar tengah sekarat di menjelang kematiannya, ia merasa sangat gelisah.

Akhirnya Umar berkata kepada anaknya, Abdullah.  “Pergilah kepada Aisyah.  Katakan bahwa Umar berkirim salam kepadanya dan meminta ijin untuk dikuburkan bersama kedua sahabanya”

Abdullah pun pergi menuju kediaman Aisyah.  Ia mengucapkan salam dan meminta ijin menemuinya.  Ketika Abdullah diijinkan masuk, ia mendapatkan Aisyah sedang berdiri sambil menangis.  Lalu iapun menyampaikan apa yang diperintahkan ayahnya, Umar.

Mendengar permintaan itu Aisyah berkata, “Dulu, aku menginginkan agar diriku yang dikubur di sini.  Tetapi pada saat ini, Umar lebih aku utamakan daripada diriku sendiri” [ HR Bukhari dan Baihaqi ]

Akan tetapi Umar tetap saja merasa tidak pantas menerima ijin dari AIsyah. Ia berkata kepada putranya, “Wahai Abdullah, jika nyawaku telah dicabut, bawalah jasad serta pembaringaksku  menuju pintu kediaman Aisyah.  Lalu, katakan kepadanya bahwa Umar meminta ijin untuk masuk.  Jika ia memberikan ijin, maka kuburkanlah jasadku di sana.  Jika tidak, maka kuburkanlah aku di pekuburan kaum muslimin.  Ak khawatir ia memberiku ijin pada saat ini lantaran statusku sebagai khalifah“.

Abdullah pun melaksanakan wasiat itu.  Aisyah mengijinkannya untuk yang kedua kali.  Lalu jasad Umar akhirnya dikuburkan di kamar Aisyah, di sisi kedua sahabatnya tercinta. [ HR Bukhari ]

Begitulah akhirnya ketika Umar bin Khattab wafat, beliau dimakamkan disisi liang lahat makam Rasulullah.  Umar wafat dibunuh pada tanggal 4 Zulhijjah tahun 23 H atau 644 M. Sepuluh tahun setelah wafatnya Abu Bakar.

Shalat jenazah Umar dipimpin oleh Suhaib.  Kemudian jenazah dibawa masuk ke bilik Rasulullah lalu mulailah digali liang lahat disamping liang lahat Rasulullah ﷺ.  Kepala Abu bakar ditempatkan di samping bahu Rasulullah.  Dan kepala Umar ditempatkan di samping bahu Abu Bakar.  Dan Abdullah bin Umar yang bertindak meletakkan jasad ayahandanya ke tampat itu.  DIbantu oleh 5 anggota majlis syura, Ustman bin Affan, Ali bin Abu Thalib, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqas dan Zubair bin Awwam.  Sedang Thalhah bin Ubaidillah masih berada di luar kota, sehingga tidak dapat menghadiri pemakaman.

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

 

 

.