بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Kitab Sunan Abu Dawud adalah 1 dari 6  buah kitab induk Hadis dalam Islam [ Kutubus Sittah ] yang menjadi rujukan utama dalam hadits Rasulullah ﷺ.

Keenam kitab tersebut adalah :

  1. Kitab Shahih Bukhari, Kitab matan hadis paling utama, dan disusun oleh Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al Bukhari.
  2. Kitab Shahih Muslim. Kitab ini disusun oleh Abi al Husein Muslim bin al Hajjaj bin Muslim, merupakan kitab matan hadits kedua setelah Shahih Bukhari yang menjadi rujukan dalam hadits Rasulullah
  3. Kitab Sunan an Nasa’i atau disebut juga As Sunan As Sughra dihimpun oleh Imam Nasa’i
  4. Kitab Sunan Abu Dawud dihimpun oleh Imam Abu Dawud
  5. Kitab Sunan al Tirmidzi disusun oleh Abu Isa Muhammad bin Isa al Tirmidzi
  6. Kitab Sunan Ibnu Majah dihimpun oleh oleh Imam Majah atau Abu Abdillah bin Yazid al Qazwaini

Imam Abu Dawud menyusun kitabnya di Baghdad. Minat utamanya adalah syariat, jadi kumpulan hadits-nya berfokus murni pada hadits tentang syariat. Setiap hadits dalam kumpulannya diperiksa kesesuaiannya dengan Al Quran, begitu pula sanadnya. Dia pernah memperlihatkan kitab tersebut kepada Imam Ahmad untuk meminta saran perbaikan.

Kitab sunan Abu Dawud memuat 4800 hadis, yang aslinya adalah pilihan dari 500.000 hadis. Beliau berusaha untuk memilih hadis hadis yang shahih, meskipun di sana ada beberapa hadis yang dhaif.

Ibnu Mandah mengatakan,

وكان أبو داود يخرج الإسناد الضعيف إذا لم يجد في الباب غيره؛ لأنه أقوى عنده من رأي الرجال. اهـ.

Abu Daud mencantumkan hadis yang sanadnya dhaif, jika dalam bab tersebut, beliau tidak menjumpai hadis lain. Karena hadis dhaif lebih kuat menurut beliau, dari pada pendapat manusia. (Dinukil dari Mustholah Hadis, hlm. 52).

Kitab Sunan Abu Dawud diakui oleh mayoritas dunia Muslim sebagai salah satu kitab hadits yang paling autentik. Namun, diketahui bahwa kitab ini mengandung beberapa hadits lemah (yang sebagian ditandai dia, sebagian tidak).

Banyak ulama yang meriwayatkan hadits dari dia, di antaranya Imam Turmudzi dan Imam Nasa’i. Al Khatoby mengomentari bahwa kitab tersebut adalah sebaik-baik tulisan dan isinya lebih banyak memuat fiqh daripada kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Ibnul A’raby berkata, barangsiapa yang sudah menguasai Al-Qur’an dan kitab “Sunan Abu Dawud“, maka dia tidak membutuhkan kitab-kitab lain lagi. Imam Al-Ghazali juga mengatakan bahwa kitab “Sunan Abu Dawud” sudah cukup bagi seorang mujtahid untuk menjadi landasan hukum.

Ia adalah imam dari imam imam Ahlussunnah wal Jamaah yang hidup di Bashroh kota berkembangnya kelompok Qadariyah, demikian juga berkembang disana pemikiran Khowarij, Mu’tazilah, Murji’ah dan Syi’ah Rafidhoh serta Jahmiyah dan lain-lainnya, tetapi walaupun demikian dia tetap dalam keistiqomahan diatas Sunnah.

Dan diapun membantah Qadariyah dengan kitabnya Al Qadar, demikian pula bantahan dia atas Khawarij dalam kitabnya Akhbar Al Khawarij, dan juga membantah terhadap pemahaman yang menyimpang dari kemurnian ajaran Islam yang telah disampaikan olah Rasulullah. Maka tentang hal itu bisa dilihat pada kitabnya As Sunan yang terdapat padanya bantahan-bantahan dia terhadap Jahmiyah, Murji’ah dan Mu’tazilah.

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ