بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Yang manakah kiblat [shalat] pertama umat Islam, Masjidil Haram [Kabah] ataukah masjidil Aqsha ?  Kita sering membaca tulisan yang menerangkan bahwa Masjdiil Aqsha adalah kiblat pertama umat Islam.  Betulkah?

Tentu saja jawabannya tidak benar.  Karena kiblat pertama umat Islam, jelas adalah Kabah atau Masjidil Haram. Allah Ta’ala berfirman dalam surat Ali ‘Imran [3] ayat 96 :

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ 96

Sesungguhnya rumah yang mula mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.

Dari ayat diatas, jelaslah bahwa Kabah lebih dulu dibangun dari Masjidil Aqsha, yang itu berarti Kabah menjadi kiblat pertama di dunia.  Meskipun 40 tahun kemudian ketika dibangun Masjidil Aqsha, itu juga tidak berarti serta merta kiblat diubah ke Masjidil Aqsha.

Kapankah tepatnya kiblat diubah dari Kabah ke Masjidil Aqsha ? Tidak ada catatan sejarah yang menjelaskan kapan tepatnya.  Tetapi ketika Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman membangun [kembali] Masjidil Aqsha, saat itu, kiblat umat Islam adalah Masjidil Aqsha.

Alasan mengapa Allah Ta’ala memindahkan kiblat shalat pun, para ulama ahli sejarah tidak ada yang bisa memastikan.  Sebagian ulama hanya bisa mengambil hikmah dari dipindahkannya kiblat shalat, yakni saat itu Kabah dipenuhi oleh patung patung berhala.  Meskipun kenyataannya, ketika kiblat dari Masjidil Aqsha diubah kembali ke Kabah, saat itu tahun ke 2 Hijriah, Kabah saat itupun masih dipenuhi oleh berhala berhala.  Karena Mekah baru bisa dibebaskan pada tahun ke 8 Hijriah atau tahun 630 Masehi.

Jadi urutan yang tepat adalah : kiblat pertama adalah Kabah, kemudian Masjidil Aqsha, lalu diubah kembali ke Kabah.

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ