بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Khadijah binti Khuwailid adalah istri pertama Nabi Muhammad.  Kunyahnya adlaah Ummu Hindun.  Beliau adalah Ummul Mukminin dan merupakan orang pertama dari 10 orang pertama yang memeluk Islam.  Sehingga Beliau juga  As Sabiqun Al Awwalun.   Khadijah menemani setiap awal kejadian kenabian yang dialami Nabi

Dan Nabii tidak menikah dengan siapapun sampai Khadijah meninggal dunia. Khadijah merupakan wanita pertama yang memeluk agama Islam sehingga termasuk dalam as Sabiqun Al Awwalun.  Ia satu satunya istri yang memberi nabi keturunan. Ia merelakan harta benda yang dimilikinya untuk kepentingan jihad di jalan Allah. Dan ialah orang pertama yang mendapat kabar gembira bahwa dirinya adalah ahli surga.

Khadijah binti Khuwailid adalah sebaik-baik wanita ahli surga. Ini sebagaimana sabda Rasulullah, “Sebaik-baik wanita ahli surga adalah Maryam binti Imran dan Khadijah binti Khuwailid.”

.


Nasab Khadijah

Ayah Khadijah adalah Khuwailid bin Assad bin Abdul Uzza bin Qusai adalah salah satu pembesar Mekah, seorang saudagar terpandang yang cerdas, kaya raya, terhormat, berakhlak mulia, jujur dan terpercaya.

Ibunya adalah Fatimah binti Zaidah binti Ahsam.  Berasal dari kabilah Bani Asad dari suku Quraisy.

.Nama lengkapnya adalah Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai.

 


Tahun Kelahiran Khadijah

Khadijah diperkirakan lahir pada tahun 555 Masehi. Rasulullah lahir 570 Masehi.

.


Tahun Wafatnya Khadijah

Khadijah wafat pada tahun 619 M atau 10 B atau 4 BH di bulan Ramadhan.  Saat itu usia Rasulullah 50 tahun.  Dan Khadijah berusia 64 tahun.  Itu berarti Khadijah telah hidup bersama-sama Nabi Muhammad selama 24 tahun.

 


Saudara Saudara Khadijah se-ayah :

  1. Awwam bin Khuwailid
    1. Zubair bin Awwam,
    2. As Saaib
    3. Abdul Ka’bah.
  2. Halah binti Khuwailid
    1. Abi Al Ash bin Rubai Laqit,
    2. Kinanah bin Rubai Laqit,
    3. Ammar bin Rubai Laqit
  3. Khadijah binti Khuwailid
    1. Halah bin Abu Halah bin Malik
    2. Hindun bin Abu Halah bin Malik
    3. Zaynab binti Abu Halah bin Malik
    4. Abdullah bin Atiq bin Abid
    5. Jariyah bin Atiq bin Abid
    6. Hindun binti Atiq bin Abid
    7. Qasim bin Muhammad
    8. Zaynab binti Muhammad
    9. Ruqayyah binti Muhammad
    10. Ummu Kultsum binti Muhammad
    11. Fatimah binti Muhammad
    12. Abdullah bin Muhammad
  4. Hizam bin Khuwailid
    1. Hakim bin Hizam bin Khuwailid
  5. Nawfal bin Khuwailid
    1. Al Aswad bin Nawfal 

 


Anak anak Khadijah

Suami,Nama Anak, Tempat Lahir,Tahun Kelahiran,Tahun Kematian
Abu Halah, Hindun bin Abu Halah,Mekah,

--
Abu HalahZaynab binti Abu Halah,

Mekah,--
Atiq bin Abid, Abdullah,Mekah,--
Atiq bin Abid, Jariyah,Mekah,--
Atiq bin Abid, Hindun binti Atiq,Mekah,--
Muhammad,Qasim, Mekah,599/598 M atau 22th sebelum hijrah,601M
Muhammad,Zaynab, Mekah,600 M atau 23th sebelum hijrah, 630 M

Muhammad,Ruqayyah,Mekah,602 M atau 21th sebelum hijrah, 631 M

Muhammad,Ummu Kultsum,Mekah,603 M atau 20th sebelum hijrah,
Muhammad,Fatimah,Mekah,605 M,633 M

Muhammad,Abdullah,Mekah,??

 

 


Riwayat Pernikahan Khadijah

Sebelum menikah dengan NabiKhadijah pernah dipinang oleh Waraqah bin Nawfal, tetapi mereka kemudian tidak jadi menikah.

Ayah Khadijah adalah Khuwailid bin Asad [ salah satu pembesar Mekah ] dan ibunya adalah Fatimah binti Za’idah.  Berasal dari kabilah Bani Asad dari suku Quraisy.

Inilah suami suami Khadijah :

  1.  Abu Halah atau Hindun bin Nabbasy

Ayahnya, Khuwailid bin Assad adalah seorang yg terkemuka di kaumnya. Dia tinggal di Mekah dan bersekutu dengan puak Abdu Dar bin Qusay.  Bani Quraisy diharuskan menikah dengan sekutunya. Itulah sebabnya Khadijah kemudian dijodohkan dengan  Abu Halah bin Malik [ nama sebenarnya adalah Hindun ]

Disini terjadi simpang siur sejarah mengenai nasab Hindun ini. Beberapa sumber sejarah menulis Abu Halah adalah anak dari Malik, namun ada juga yang mengatakan ia anak dari  Nabbasy bin Zurar bin Habibah ] dari Tamim.

Sebelum menikah dengan Khadijah, Abu Halah telah menikah lebih dahulu dan mendapatkan seorang anak yang dinamakan Halah.  Dari sinilah Hindun mendapat kunyahnya yakni Abu Halah.

Jadi Halah bin Abu Halah adalah anak tiri Khadijah.

Dengan Abu Halah, Khadijah melahirkan dua anak :

Dari sinilah Khadijah mendapat kunyah-nya yakni Ummu Hindun.

2. Atiq bin Abid

Setelah Abu Halah wafat, Khadijah menikah dengan Atiq bin Abid, memiliki 3 anak yakni :

Hindun binti Atiq menikah dengan  saudara sepupunya Safyi bin Umayyah bin Abid dari Makhzum.  Dan mempunyai anak  bernama Muhammad.
Puak ini dinamai bani Muhammad karena kedudukan Khadijah. Puak ini adanya di Madinah, namun  akhirnya punah. Tidak lagi ada keturunannya.

.


Pernikahan Khadijah Dengan Rasulullah

Khadijah menikah dengan Rasulullah ketika berumur 40 tahun, dan  Muhammad berumur 25 tahun. Ada yang mengatakan usianya saat itu tidak sampai 40 tahun, hanya sedikit lebih tua dari Nabi Muhammad. Khadijah merupakan wanita kaya dan terkenal.

Ketika Khadijah menikah dengan Rasulullah, sejumlah anak anak Khadijah dari pernikahan yang lalu ikut serta. Mereka adalah :

  1. Hindun bin Abu Halah 
  2. Halah bin Abu Halah bin Nabbasy [ anak tiri Khadijah ]
  3. Hindun binti Atiq bin Aidz bin Abdullah bin Amr bin Makhzum.

Usia Hindun laki2 dan Halah diperkirakan usia remaja. Dan Hindun perempuan, berusia sekitar 7 tahun.

NoNama, Lahir Wafat, Nikah, Status, Suami Sebelumnya, Anak Dari Nabi
1Khadijah binti Khuwailid, 555 M/ 55 BB - 619 M/ 4 BH, 595 M, Janda, Atiq bin Abid dan Abu Halah bin Malik, Qasim - Zaynab - Abdullah - Ruqayyah - Ummu Kultsum - Fatimah
2Saudah binti Zam'ah, ? - 54 H, 620/621 M atau 3/2 BH, Janda, Sakran bin Amr bin Abdu Syams, Tidak Ada
3Aisyah binti Abu Bakar, 614 M/ 9 BH - 58 H, 620/621 M atau 3/2 BH Gadis,-Tidak Ada
4Hafshah binti Umar,607 M/ 3 BB - 45 H,3 H, Janda, Khunais bin Hudhafah al Sahmiy,Tidak Ada
5Zainab binti Khuzaimah, 597 M/ 13 BB - 4 H, 3 H, Janda, Ubaidah bin Al Haris bin Al Muthalib,Tidak Ada
6Ummu Salamah, 597 M/ 13 BB - 680 M, 4 H, Janda, Abdullah bin Abdul Asad Al Makhzumi,Tidak Ada
7Juwairiyah Binti Al Harits, 609 M/ 14 BH - 50 H, 5 H, Janda, Musafi’ bin Shafwan,Tidak Ada
8Zainab binti Jahsy,590 M/ 33 BH - 20 H, 5 H, Janda, Zaid bin HaritshahTidak Ada
9Ummu Habibah,592 M/ 31 BH - 44 H, 6 H,Janda,Ubaydullah bin Jahsy,Tidak Ada
10Maymunah binti Harits, 604 M/ 6 BB - 63 H, 6 H, Janda,Ibnu Mas’ud bin Amru bin Ats-Tsaqafi dan Abu Ruham bin Abdul Uzza, Tidak Ada
11Shafiyah binti Huyay,612 M/ 2 B - masa kekhalifahan Mu’awiyah,629 M atau 7 H,Janda,Salam bin Abi Al-Haqiq dan Kinanah bin Rabi' bin Abil Hafiq, Tiidak Ada
12Maria Qibtiyah, ?7 HBudak- Ibrahim

 

*Istilah yang digunakan :

M = Tahun Masehi

H = Tahun Hijirah,

BH = sebelum tahun Hijrah

B = Tahun Kenabian, yakni tahun saat Muhammad diangkat menjadi Rasul yakni tahun 610 M, dengan asumsi Rasul lahir tahun 570 M

BB = sebelum Tahun Kenabian,

.


At Thahirah

Sejak dulu Khadijah dikenal dengan julukan wanita suci [ at Thaharah ] karena keutamaan akhlak dan sifat terpujinya. Karena itu, kalangan Quraisy memberikan penghargaan dan penghormatan yang tinggi kepadanya.

 


Kisah Khadijah

Pada suatu hari, saat pagi buta, dengan penuh kegembiraan ia pergi ke rumah sepupunya, yaitu Waraqah bin Naufal. Ia berkata, “Tadi malam aku bermimpi sangat menakjubkan. Aku melihat matahari berputar-putar di atas kota Mekkah, lalu turun ke arah bumi. Ia semakin mendekat dan semakin mendekat. Aku terus memperhatikannya untuk melihat kemana ia turun. Ternyata ia turun dan memasuki rumahku. Cahayanya yang sangat agung itu membuatku tertegun. Lalu aku terbangun dari tidurku”. Waraqah mengatakan, “Aku sampaikan berita gembira kepadamu, bahwa seorang lelaki agung dan mulia akan datang meminangmu. Ia memiliki kedudukan penting dan kemasyhuran yang semakin hari semakin meningkat”. Tak lama kemudian Khadijah ditakdirkan menjadi isteri Nabi Muhammad.

Ketika Nabi Muhammad masih muda dan dikenal sebagai pemuda yang lurus dan jujur sehingga mendapat julukan Al-Amin, telah diperkenankan untuk ikut menjualkan barang dagangan Khadijah. Hal yang lebih banyak menarik perhatian Khadijah adalah kemuliaan jiwa Nabi Muhammad.

Khadijah lah yang lebih dahulu mengajukan permohonan untuk meminang Muhammad.

Pada saat itu bangsa Arab jahiliyah memiliki adat, pantang bagi seorang wanita untuk meminang pria dan semua itu terjadi dengan adanya usaha orang ketiga, yaitu Nafisah Binti Munyah dan peminangan dibuat melalui paman Muhammad yaitu Abu Thalib. Keluarga terdekat Khadijah tidak menyetujui rencana pernikahan ini. Namun Khadijah sudah tertarik oleh kejujuran, kebersihan dan sifat-sifat istimewa Dia ini, sehingga ia tidak memedulikan segala kritikan dan kecaman dari keluarga dan kerabatnya.

Khadijah yang juga seorang yang cerdas, mengenai ketertarikannya kepada Nabi Muhammad mengatakan, “Jika segala kenikmatan hidup diserahkan kepadaku, dunia dan kekuasaan para raja Persia dan Romawi diberikan kepadaku, tetapi aku tidak hidup bersamamu, maka semua itu bagiku tak lebih berharga daripada sebelah sayap seekor nyamuk.

”Sewaktu malaikat turun membawa wahyu kepada Muhammad maka Khadijah adalah orang pertama yang mengakui kenabian suaminya, dan wanita pertama yang memeluk Islam. Sepanjang hidupnya bersama Nabi, Khadijah begitu setia menyertainya dalam setiap peristiwa suka dan duka. Setiap kali suaminya ke Gua Hira’, ia pasti menyiapkan semua perbekalan dan keperluannya. Seandainya Nabi Muhammad agak lama tidak pulang, Khadijah akan melihat untuk memastikan keselamatan suaminya. Sekiranya Nabi Muhammad khusyuk bermunajat, Khadijah tinggal di rumah dengan sabar sehingga Beliaau pulang. Apabila suaminya mengadu kesusahan serta berada dalam keadaan gelisah, dia coba sekuat mungkin untuk mententram dan menghiburkan, sehingga suaminya benar-benar merasai tenang. Setiap ancaman dan penganiayaan dihadapi bersama.

Allah mengkaruniakannya 6 orang anak, yaitu Qasim, Abdullah,Zainab, Ruqayyah,Ummi Kultsum, dan Fatimah.

Dalam banyak kegiatan peribadatan nabi Muhammad, Khadijah pasti bersama dan membantunya, seperti menyediakan air untuk mengambil wudhu.Nabi Muhammad menyebut keistimewaan terpenting Khadijah dalam salah satu sabdanya,

“Di saat semua orang mengusir dan menjauhiku, ia beriman kepadaku. Ketika semua orang mendustakan aku, ia meyakini kejujuranku. Sewaktu semua orang menyisihkanku, ia menyerahkan seluruh harta kekayaannya kepadaku.”

Khadijah telah hidup bersama sama Nabi Muhammad selama 24 tahun dan wafat dalam usia 64 tahun 6 bulan.

.

Wallahu a’lam bil showab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
. .