Khabar

Khabar menurut bahasa adalah berita yang disampaikan dari seseorang kepada orang lain.
Khabar menurut Muhadditsin adalah warta dari Nabi, Shahabat, dan Tabi’in. Oleh karena itu, hadis marfu’, mauquf, dan maqtu’ bisa dikatakan sebagai khabar.

Dan menurutnya khabar murodif [ sama ] dengan hadis.[1]
Sebagian ulama berpendapat bahwasannya hadis dari Rasul, sedangkan khabar dari selain Rasul. Dari pendapat ini, orang yang meriwayatkan hadis disebut Muhadditsin dan orang yang meriwayatkan sejarah dan yang lain disebut Akhbari.

Adapun secara terminologi terdapat perbedaan pendapat terkait definisi khabar, yaitu:

  1. Kata khabar sinonim dengan hadis
  2. Khabar adalah perkataan, tindakan, dan ketetapan seseorang selain Nabi Muhammad. Sedangkan hadis adalah perkataan, tindakan, dan ketetapan Nabi Muhammad.
  3. Khabar mempunyai arti yang lebih luas dari hadis. Oleh karena itu, setiap hadits dapat disebut juga dengan khabar. Namun, setiap khabar belum tentu dapat disebut dengan hadits[2].

[1] Muhammad Ujaj al Khotib, Ushul al Hadits Ulumuhu,….….hal. 27
[2] Ibid, 27 – 28
.