Di antara perkara yang wajib diimani sehubungan dengan iman kepada hari akhir adalah  keberadaan al haudh (telaga) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Telaga atau al haudh yang bernama Al Kautsar itu sebagai wujud kemuliaan yang Allah Ta’ala berikan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.   Pada hari kiamat nanti orang-orang yang beriman dan mengikuti petunjuk beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sewaktu di dunia akan mendatangi dan meminum air telaga yang penuh kemuliaan tersebut, semoga Allah Ta’ala memudahkan kita untuk meraih kemuliaan tersebut, amin.

Imam Ahmad bin Hambal berkata, “[ Termasuk landasan pokok Islam adalah kewajiban ] mengimani [ keberadaan ] telaga milik Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari kiamat, yang nanti akan didatangi oleh umat beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam… sebagaimana yang disebutkan dalam banyak hadits yang shahih (dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam)”[ Kitab “Ushuulus sunnah” hal. 3-4 ].

Imam Abu Ja’far ath Thahawi berkata, “Al Haudh (telaga) yang dengannya Allah Ta’ala memuliakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, untuk diminum (airnya) oleh umat beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam (pada hari kiamat nanti) adalah suatu yang benar adanya”[Kitab “Syarhul ‘aqiidatith thahaawiyyah” hal. 227 ].

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah,  dalam Kitab “Syarhul ‘aqiidatil waasithiyyah” (2/572), ketika menjelaskan perkara-perkara yang wajib diimani pada hari kiamat, beliau berkata , “Pada hari kiamat (ada) telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang akan didatangi (oleh umat beliau)…barangsiapa yang meminum (air) telaga tersebut maka dia tidak akan merasakan haus lagi selamanya”.

Imam an Nawawi mencantumkan hadis hadis dalam “Shahih imam Muslim” yang menyebutkan tentang telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam bab, “Penetapan (keberadaan) telaga Nabi kita (Muhammad) shallallahu ‘alaihi wa sallam (pada hari kiamat nanti)…”[Kitab Shahih imam Muslim, 4/1791  ].

Dalil-dalil yang menjelaskan keberadaan telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Hadis hadis shahihdari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan ini banyak sekali, bahkan mencapai derajat mutawatir (diriwayatkan dari banyak jalan sehingga tidak mungkin diingkari kebenarannya).

Imam Ibnu Katsir berkata, “Penjelasan tentang telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam – semoga Allah memudahkan kita meminum dari telaga tersebut pada hari kiamat – (yang disebutkan) dalam hadis hadis yang telah dikenal dan (diriwayatkan) dari banyak jalur yang kuat, meskipun ini tidak disukai oleh orang-orang ahlul bid’ah yang berkeraskepala menolak dan mengingkari keberadaan telaga ini…”[ Kitab An Nihayah fiil fitani wal malaahim, hal. 127 ].

Senada dengan ucapan di atas, imam Ibnu Abil ‘Izzi al Hanafi menjelaskan, “Hadis hadis ( shahih ) yang menyebutkan (keberadaan) telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mencapai derajat mutawatir, diriwayatkan oleh lebih dari tiga puluh orang sahabat (dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam)…”[ Kitab Syarhul ‘aqiidatith thahaawiyyah, hal. 227 ].

Di antara hadis hadis tersebut adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya setiap Nabi memiliki telaga (pada hari kiamat nanti), dan mereka saling membanggakan siapa di antara mereka yang paling banyak orang yang mendatangi telaganya (dari umatnya), dan sungguh aku berharap (kepada Allah Ta’ala) bahwa akulah yang paling banyak orang yang mendatangi (telagaku)”

[ HR at Tirmidzi (no. 2443) dan ath Thabarani dalam al-Mu’jamul Kabiir  (no. 6881), juga dari jalur lain (no. 7053) dari sahabat Samurah bin Jundub, hadis ini sanadnya lemah, akan tetapi diriwayatkan dari beberapa jalur yang saling menguatkan, sehingga hadis ini mencapai derajat hasan atau bahkan shahih, sebagaimana penjelasan syaikh al Albani dalam “Silsilatul ahaaditsish shahiihah” (no. 1589) ].

Juga sabda beliau dalam hadits lain, “Sesungguhnya aku akan berada di depan kalian (ketika mendatangi telaga pada hari kiamat nanti) dan aku akan menjadi saksi bagi kalian, demi Allah, sungguh aku sedang melihat telagaku saat ini”.  [ HR al Bukhari (no. 6218) dan Muslim (no. 2296) dari sahabatUqbah bin ‘Amir ].

Dan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya aku akan berada di depan kalian ketika mendatangi telaga (pada hari kiamat nanti), barangsiapa yang mendatanginya maka dia akan meminum airnya, dan barangsiapa yang meminumnya maka dia tidak akan merasakan haus lagi selamanya”. [ HR al Bukhari (no. 6643) dan Muslim (no. 2290) dari sahabat Sahl bin Sa’ad as-Saa’idi  ].

.


Gambaran tentang Telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Hadi Hadis yang Shahih

– Barangsiapa yang meminum air telaga tersebut maka dia tidak akan merasakan haus lagi selamanya, sebagaimana hadits yang tersebut di atas.

– Sumber air telaga tersebut adalah sungai al-Kautsar di surga yang Allah Ta’ala peruntukkan bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apakah kalian mengetahui apa al-Kautsar itu?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahuinya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya al-Kautsar adalah sungai yang Allah Ta’ala janjikan kepadaku, padanya terdapat banyak kebaikan, dan (airnya akan mengalir ke) telagaku yang akan didatangi oleh umatku pada hari kiamat (nanti)…”[ HSR Muslim (no. 400) dari sahabat Anas bin Malik  ].

Dalam hadis lain beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dialirkan pada telaga itu dua saluran air yang (bersumber) dari (sungai al-Kautsar) di surga…”[HR Muslim (no. 2300)  dari sahabat Abu Dzar al-Gifaari  ].

– Adapun gambaran air telaga tersebut adalah sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Airnya lebih putih dari susu dan baunya lebih harum dari (minyak wangi) misk (kesturi)”[ HSR al Bukhari (no. 6208) dari sahabat Abdullah bin ‘Amr bin al Ash ].

Dalam hadits lain, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dan (rasanya) lebih manis dari madu” [HSR Muslim (no. 2301) dari sahabat Tsauban ].

– Gayung/timba untuk mengambil air telaga tersebut sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Gayung-gayungnya adalah seperti bintang-bintang di langit”

[ HSR al-Bukhari (no. 6208) dan Muslim (no. 2292) dari sahabat Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash  ]. Artinya: jumlahnya sangat banyak dan berkilauan seperti bintang-bintang di langit ].

– Bentuk telaga tersebut adalah persegi empat sama sisi [Lihat keterangan syaikh Shaleh Alu syaikh dalam Syarhul ‘aqiidatith Thahaawiyyah, 1/463 ], sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang shahih [ HSR Muslim (no. 2292) dari sahabat Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash ].

Siapakah Orang-Orang yang Terpilih Mendatangi Telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan selalu mengikuti petunjuk yang beliau sampaikan. Adapun orang-orang yang berpaling dari petunjuk beliau sewaktu di dunia, maka mereka akan diusir dari telaga tersebut [Lihat keterangan syaikh al-‘Utsaimin dalam Syarhul ‘aqiidatil waasithiyyah, 2/573  ].

Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa ada orang-orang yang dihalangi dan diusir dari telaga yang penuh kemuliaan ini [ Riwayat imam al-Bukhari (no. 6211) dan Muslim (no. 2304) dari Anas bin Malik ].

Karena mereka sewaktu di dunia berpaling dari petunjuk dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada pemahaman dan perbuatan bid’ah, sehingga di akhirat mereka dihalangi dari kemuliaan meminum air telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini, sebagai balasan yang sesuai dengan perbuatan mereka [ Lihat keterangan syaikh Shaleh Alu syaikh dalam Syarhul ‘aqiidatith Thahaawiyyah, 1/468 ].

Imam Ibnu Abdil Barr berkata, “Semua orang yang melakukan perbuatan bid’ah yang tidak diridhai Allah dalam agama ini akan diusir dari telaga Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam (pada hari kiamat nanti), dan yang paling parah di antara mereka adalah orang-orang (ahlul bid’ah) yang menyelisihi (pemahaman) jama’ah kaum muslimin, seperti orang-orang khawarij, syi’ah rafidhah dan para pengikut hawa nafsu, demikian pula orang-orang yang berbuat zhalim yang melampaui batas dalam kezhaliman dan menentang kebenaran, serta orang-orang yang melakukan dosa-dosa besar secara terang-terangan.  Mereka semua  dikhawatirkan termasuk orang-orang yang disebutkan dalam hadits ini (yang diusir dari telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam). [ Kitab Syarh Az Zarqaani ‘ala muwaththa-il imaami Maalik, 1/65 ].

Terlebih lagi orang-orang yang mengingkari keberadaan telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini, seperti kelompok Mu’tazilah [  Lihat keterangan syaikh Shaleh Alu syaikh dalam ”Syarhul ‘aqiidatith Thahaawiyyah”, 1/468 ], mereka termasuk orang yang paling terancam diusir dari telaga ini.

Imam Ibnu Katsir berkata, “Penjelasan tentang telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam – semoga Allah Memudahkan kita meminum dari telaga tersebut pada hari kiamat – (yang disebutkan) dalam haditshadits yang telah dikenal dan (diriwayatkan) dari banyak jalur yang kuat, meskipun ini tidak disukai oleh orang-orang ahlul bid’ah yang berkeraskepala menolak dan mengingkari keberadaan telaga ini. Mereka inilah yang paling terancam untuk dihalangi (diusir) dari telaga tersebut (pada hari kiamat)  [ Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih di atas ], sebagaimana ucapan salah seorang ulama salaf: “Barangsiapa yang mendustakan (mengingkari) suatu kemuliaan maka dia tidak akan mendapatkan kemuliaan tersebut…”[Kitab “An Nihayah fiil fitani wal malaahim”, hal. 127  ].

Imam Ibnu Abil ‘Izzi al-Hanafi berkata, “Semoga Allah membinasakan orang-orang yang mengingkari keberadaan telaga ini, dan alangkah pantasnya mereka ini untuk dihalangi dari mendatangi telaga tersebut pada hari (ketika manusia mengalami) dahaga yang sangat berat (hari kiamat )” [  Kitab “Syarhul ‘aqiidatith thahaawiyyah”, hal. 229 ].

.

Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA

Artikel www.muslim.or.id