بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Bumi Syam adalah bumi yang diberkahi oleh Allah ﷻ dan semua itu tertuang jelas dalam ayat ayat Al Quran. Kemuliaan bumi Syam menyamai kemuliaan bumi Madinah dan Mekah.

Syam adalah benteng keamanan dan keimanan.

Dari Salamah bin Nufail ra. bahwa Rasulullah ﷺ bersabda : “Pusat negara kaum Mukmin adalah di Syam”. [ HR. ath Thabrani ]

 

1.  Negri Yang Diberkahi, karena :

♦ Menjadi ‘markas’ para nabi

Keberkahan yang dimaksud, antara lain karena di Syam-lah, Allah ﷻ mengutus banyak nabi dan rasul-Nya. Syam juga menjadi tempat berlangsungnya kisah kisah yang ditunjukkan Al Quran. Para malaikat turun di sana dengan membawa wahyu dan dengan wahyu itu para rasul berdakwah. Di tanah Syam pula banyak nabi dikuburkan. Seperti : Nabi Ibrahim عليه السلام, Ishaq عليه السلام,  Ya’qub عليه السلام, Yusuf عليه السلام, dan Musa عليه السلام. Nabi Isa عليه السلام, Dawud عليه السلام, dan Sulaiman عليه السلام dilahirkan, tumbuh, dan berdakwah di Syam.

Nabi Ibrahim عليه السلام dan Luth عليه السلام pun bermigrasi ke Syam sebagaimana firman Allah ﷻ dalam surat Al Anbiyaa’ [21] ayat 71 :

 وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الأرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ 71

Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Lut ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.

 

Secara ringkas, Rasulullah ﷺ telah menjelaskan kesucian tanah Syam ini sesuai riwayat Imam At-Tirmidzi dari shahabat Zaid bin Tsabit Al-Anshari RA yang menyatakan bahwa, “Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda :

‘Betapa diberkahinya Syam ! Betapa diberkahinya Syam !’ Lalu orang-orang bertanya, ’Bagaimana ia diberkahi wahai Rasulullah ?’ Rasulullah ﷺ menjawab, ‘Para malaikat membentangkan sayapnya di atas Syam, dan para nabi telah membangun Baitul Maqdis [Masjidil  Aqsha].”

Ibnu Abbas menambahkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Dan para nabi tinggal di Syam, dan tidak ada sejengkal pun kota Baitul Maqdis kecuali seorang nabi atau malaikat pernah berdoa atau berdiri di sana.” (HR At Tirmidzi)

Firman Allah dalam Al Quran surat Al Israa ayat 1 :

 سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi* sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

berkahi : artinya, yang telah Kami tetapkan berkah di sekelilingnya bagi penduduknya, dalam hal mata pencahariannya, makanan pokoknya, hasil pertanian dan tanaman-tanamannya [1]. Juga dengan banyaknya tanaman, sungai dan kesuburan yang tiada putus.[2]

Firman Allah dalam Al Quran surat Al Anbyaa ayat 71 :

 وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الأرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ

 Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Lut ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.

Firman Allah dalam Al Quran surat Al A’raaf ayat 137 :

وَأَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِينَ كَانُوا يُسْتَضْعَفُونَ مَشَارِقَ الأرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ الْحُسْنَى عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ بِمَا صَبَرُوا وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُ وَمَا كَانُوا يَعْرِشُونَ

Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israel disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Firaun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.

Firman Allah dalam Al Quran surat Al Anbyaa ayat 81 :

 وَلِسُلَيْمَانَ الرِّيحَ عَاصِفَةً تَجْرِي بِأَمْرِهِ إِلَى الأرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا وَكُنَّا بِكُلِّ شَيْءٍ عَالِمِينَ

Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.

Firman Allah dalam Al Quran surat Saba’ ayat 18 :

 وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْقُرَى الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا قُرًى ظَاهِرَةً وَقَدَّرْنَا فِيهَا السَّيْرَ سِيرُوا فِيهَا لَيَالِيَ وَأَيَّامًا آمِنِينَ

Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam dan siang hari dengan aman.

Dan akhirnya, Allah ﷻ menjadikan Baitul Maqdis sebagai milik umat Muhammad setelah bangsa Yahudi menempuh jalan kesesatan.

♦ Bumi Pilihan Allah

Imam al Mundziri di dalam at Targhib wat Tarhib menuliskan, bab anjuran untuk bermukim di Syam, dan tentang keutamaan Syam.

Dari Watsilah bin al Asqaa`, berkata : Aku mendengar Rasulullah ﷺ berkata kepada Hudzaifah bin al Yaman dan Mu’adz bin Jabal yang sedang meminta pendapat Rasulullah ﷺ tentang tempat tinggal. Maka, Rasulullah ﷺ mengisyaratkan ke arah Syam. Mereka berdua kembali bertanya kepada beliau. (Dan) Rasulullah ﷺ mengisyaratkan ke arah Syam. Rasulullah ﷺ bersabda :

عَلَيْكُمْ بِالشَّامِ فَإنَّاهَا صَفْوَةُ بِلَادِ اللهِ يَسْكُنُهَا خِيرَتُهُ مِنْ خَلْقِهِ..

“Beradalah kalian di Syam. Sesungguhnya ia merupakan negeri pilihan Allah, dihuni oleh makhluk pilihanNya” [5]

Rasulullah ﷺ bersabda, “Hendaklah engkau memilih Syam, karena negri itu pilihan Allah.  Allah memberikan untuk negri itu hamba hamba pilihanNya …” [ HR Abu Dawud dan Ahmad ]

“Pergilah ke Syam karena itulah bumi Allah yang paling baik. Allah memilih manusia terbaik hidup di sana. Jika kalian tidak hendak pergi ke sana (Syam) maka pergilah ke Yaman dan minumlah dari aliran sungainya”.  [3]

Mengapa Rasulullah ﷺ hanya memilih negeri Syam? Karena itu negeri yang diberkahi. Bukankah Al Quranul karim yang telah menyampaikan dalam surat Al Isra [17] ayat 1 :

 سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ 1

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Para ulama juga telah terbiasa merekomendasi untuk bermukim di Syam, sesuai petunjuk Rasulullah ﷺ. Ketika ‘Atha al Khurasani berniat pindah tempat tinggal, ia meminta pendapat para ulama yang ada di Mekkah, Madinah, Kufah dan Bashrah serta Khurasan.

‘Atha al Khurasani berkata kepada para ulama tersebut : “Menurut pendapatmu, kemana saya mesti pindah dengan keluarga?”

Masing-masing menjawab : “Berangkatlah ke Syam”.

2. Didoakan Rasulullah

“Ya Allah, berkahilah untuk kami negeri Syam“. [ HR Muslim ]

Rasulullah ﷺ pernah berdoa : ‘Allahumma bariklana fii Madinatina, Ya Allah berkahilah untuk kami Madinah kami ini, kota Madinah kota Rasulullah ﷺ. Wa bariklana fii mudina wa sho’ina, dan berkahilah mud kami dan sha kami. Wa bariklana fii Haromina, berkahilah kami pada negeri Haram kami (tanah suci kami). Wabariklana fii syamina, Dan berkahilah kami pada Syam kami.

3. Menjadi negri penyelamat Musa

Tanah Syam adalah negeri yang ditetapkan oleh Allah ﷻ untuk menyelamatkan Nabi Musa عليه السلام dan kaumnya dari kekejaman Fir’aun.  Sejatinya, Allah menginginkan Musa dan Bani Israel untuk masuk ke Baitul Maqdis, sebagai tanah yang dijanjikan.  Tetapi Bani Israel begitu sombong dan gemar menganiaia diri mereka sendiri, sehingga akhirnya Bani Israel dijadikan linglung selama 40 tahun berkeliling di gurun Tih.

4. Terdapat Masjid Yang Mulia dan Tempat Mi’raj

Dari Abu Sa’id Al-Khudriy dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma; Rasulullah ﷺ bersabda :

” [لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ: المَسْجِدِ الحَرَامِ، وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَمَسْجِدِ الأَقْصَى ” [صحيح البخاري ومسلم

“Tidak boleh bepergian jauh (untuk ibadah) kecuali ke tiga masjid: Masjid Al-Haram, Masjid Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Masjid Al Aqsha”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

5. Tanah Yang Ditaklukkan Tanpa Perang

Pada masa kepemimpinan Khalifah kedua Umar bin Khaththab رضي الله عنه, Al Quds ditaklukkan oleh pasukan Islam (638 M). Hal khusus yang perlu diingat dalam penaklukan Al Quds ini adalah tidak terjadinya peperangan. Umar رضي الله عنه disambut di kota itu oleh orang-orang Nasrani/ Kristen. Karena ditaklukkan tanpa perang, maka Syam [dalam hal ini Baitul Maqdis] termasuk tanah Usyriyah (al ardh al ‘usyriyah) yang berbeda perlakuannya dengan tanah tanah yang ditaklukkan dengan perang (al ardhu al kharajiyah).

6. Tanah Kesabaran dan Jihad

Banyak hadits yang menerangkan bahwa seseorang yang tinggal di Baitul Maqdis akan seperti orang yang berjihad atau berperang fi sabilillah. Misalnya Mu’az Ibn Jabal عليه السلام meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda :

“Hai Muadz ! Allah Yang Maha Kuasa akan membuat kalian sanggup menaklukkan Syam, setelah kematianku, dari wilayah Al Arisy sampai Efrat. Para lelaki dan wanitanya akan terus berjihad sampai Hari Kiamat. Siapa saja di antara kalian yang memilih tinggal di perbatasan Syam atau Baitul Maqdis (Al Quds) dia akan berada dalam keadaan berjihad sampai Hari Kiamat.”

Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnad-nya bahwa Abu Umamah Al-Bahili meriwayatkan Rasulullah ﷺ bersabda :

“Sebuah kelompok dari umatku akan selalu menegakkan perintah Allah, tidak membahayakan mereka orang-orang yang menyalahi dan berbeda pendapat dengan mereka, sampai datang keputusan Allah atas mereka.’ Mereka bertanya,”Wahai Rasulullah, di manakah mereka ?’ Rasulullah ﷺ menjawab, ”Di Baitul Maqdis dan di sekitarnya.” (HR Ahmad)

Sesungguhnya, sepanjang sejarah Islam dan juga masa sekarang, kebenaran yang diucapkan Rasulullah ﷺ itu telah terbukti. Pendudukan atas seluruh Palestina, tak hanya Tepi Barat atau Jalur Gaza, tidak pernah membuat kaum muslimin merasa kalah. Seperti halnya ketika kaum Salib menduduki Syam lebih lama daripada kaum Israel saat ini. Akan tetapi Allah ﷻ terbukti telah memunculkan seorang pemimpin di antara kaum mukmin, yaitu Salahuddin Al Ayubi, yang tercatat dalam sejarah sebagai pembebas Palestina dari cengkeraman kaum Salib yang kafir.

7. Dinaungi Sayap Sayap para Malaikat

Zaid bin Tsabit رضي الله عنه berkata : Suatu saat kami bersama Rasulullah ﷺ menyusun Al Qur’an dari kulit, lalu Rasulullah ﷺ bersabda :

«طُوبَى لِلشَّامِ»

“Suatu kebaikan [kebahagiaan] untuk negeri Syam

Kami bertanya : Kenapa demikian ya Rasulullah?

Rasulullah ﷺ menjawab :

«لِأَنَّ مَلَائِكَةَ الرَّحْمَنِ بَاسِطَةٌ أَجْنِحَتَهَا عَلَيْهَا» [سنن الترمذي: صححه الألباني]

“Karena malaikat Ar Rahman melebarkan sayapnya kepada mereka [ penduduk Syam ]  [ HR Tirmidzi, Ahmad, Al Hakim ]

8. Senantiasa nampak diatas kebenaran

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash, Rasulullah ﷺ bersabda : “Senantiasa negeri Barat nampak di atas kebenaran sampai datang hari kiamat”. [ HR Muslim ].  Muadz berkata, “Mereka adalah penduduk Syam“.

“Penduduk Grarb [ yang berada di arah Barat ] akan senantiasa menegakkan kebenaran sampai kiamat datang”. [ HR Muslim ]
Imam Ahmad mengatakan, “Penduduk Grarb adalah penduduk Syam

9. Jika penduduk Syam telah rusak, maka tidak ada lagi kebaikan lagi

Dari Qurrah bin Iyas Al Muzany, Rasulullah bersabda : “Jika penduduk Syam telah rusak maka tidak ada lagi kebaikan pada kalian.  Senantiasa ada sekelompok dari umatku yang mendapatkan pertolongan, mereka tidak dibahayakan oleh orang orang yang meningglakan mereka sampai datangnya hari kiamat” [ HR Tirmidzi ].

10. Tempat Thaifah Manshurah Terakhir

“Jika penduduk Syam telah rusak, maka tiada kebaikan lagi pada kalian.  Dan akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang berada di atas kebenaran [ Thaifah Manshurah ] dan meraih kemenangan atas musuh.  Orang orang yang memusuhi mereka tidak akan mampu mencelakakan mereka sampai datangnya kiamat”. [ HR Tirmidzi dan Ahmad ]

11. ‘Asqalan, Merupakan Tempat Penjagaan Penting.

Ath Thabrani meriwayatkan dalam al Mu’jamul Kabir, dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata : Rasulullah ﷺbersabda :

أَوَّلُ هَذَا الْاَمْرِ نُبُوَّةٌ وَ رَحْمَةٌ ثُمَّ يَكُوْنُ خِلَافَةٌ ثُمَّ يَكُوْنُ مُلْكاً وَرَحْمَةٌ ثُمَّ يَتَكَادَمُونَ عَلَيْهِ َتكَادُمُ الْحُمُرِ. فَعَلَيْكُمْ بِالْجِهَادِ, وَإِنَّ أَفْضَلَ جِهَادِكُمْ الرِّبَاطُ, وَإِنَّ أَفْضَلَ رِِبَاطكُمْ عَسْقَلَانُ

“Permulaan dari perkara ini (Islam) adalah kenabian dan rahmat. Berikutnya tegaknya khilafah dan rahmat. Selanjutnya muncul kerajaan dan rahmat. Kemudian, orang-orang memperebutkannya, seperti kuda-kuda yang berebut. Maka, kewajiban kalian untuk berjihad. Sesungguhnya sebaik-baik jihad adalah ribath. Sebaik-baik tempat ribath adalah Asqalan“. [ Ash Shahihah, 3270 ].

Asqalan telah dikenal sejak dahulu. Menempati tempat strategis di bibir pantai, ramai dengan perdagangan. Palestina tidak pernah ditaklukkan, kecuali diawali dengan penaklukkan ‘Asqalan.

 

12. Tempat Bertahannya Iman di Akhir Jaman

“Sesungguhnya aku melihat [ bermimpi ] seakan akan tonggak al Kitab telah tercabut dari bawah bantalku.  Maka aku mengikuti kepergiannya dengan pandangan mataku.  Tiba tiba muncul seberkas cahaya yang terang benderang, mengarah ke Syam.  Ketahuilah, sesungguhnya iman pada saat terjadi beragam fitnah, berada di Syam“. [ HR Ahmad dan Al Hakim ]

 

13. Cahaya Iman Memancar Dari Syam Saat Fitnah Berkecamuk.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata : Rasulullah ﷺ bersabda :

إِنِّيْ رَأَيْتُ كَأَنَّ عَمُوْدَ الْكِتَابِ انْتُزِعَ مِنْ تَحْتِ وِسَادَتِيْ, فَأَتْبَعْتُهُ بَصَرِيْ. فَإِذَاهُوَ نُورٌ سَاطِعٌ عُمِدَ إلَى الشَّامِ ألَا وَإنَّ الْإيْمَانَ إذَا وَقَعَتْ الْفِتَنُ بِالشَّامِ

“Sesungguhnya saya melihat seakan-akan tonggak al Kitab telah tercabut dari bawah bantalku. Maka, aku mengikutinya dengan pandanganku. Tiba-tiba terdapat cahaya terang-benderang yang mengarah menuju Syam. Ketahuilah, sesungguhnya iman, apabila telah terjadi beragam fitnah, berada di Syam“. [6]

Al ‘Izz bin Abdis Salam rahimahullah berkata,”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan, bahwa tiang Islam, yaitu iman, pada saat terjadinya fitnah-fitnah, berada di Syam.

Artinya, apabila fitnah-fitnah yang muncul telah mengancam agama Islam, maka penduduk Syam berlepas diri darinya. Mereka tetap istiqamah di atas iman. Jika muncul (fitnah yang) tidak mengancam agama, maka penduduk Syam mengamalkan konsekwensi iman. Apakah ada sanjungan yang lebih sempurna dari itu?”

Demikianlah, keberkahan tanah Palestina dan sekitarnya. Oleh karena itu Syaikh Salim bin ‘Id al Hilali menjelaskan, bahwa kewajiban (kepada penduduk) Syam yang telah Allah berikan karunia dengan keutamaan-keutamaan ini, untuk melenyapkan noda-noda, kotoran-kotoran dan kekeruhannya. Sebagai upaya persiapan menyambut cahaya Islam (yang termuat dalam haditshadits) yang akan menguasai tanahnya. Meskipun orang-orang jahat membencinya.[7]

Salman al Farisi Radhiyallahu ‘anhu berkata :

إِنَّ الْأَرْضَ لَا تُقَدِّسُ أَحَدًا وَإِنَّمَا يُقَدِّسُ الْإِنْسَانَ عَمَلُهُ

“Sesungguhnya tanah suci tidak mensucikan siapapun. Yang mensucikan manusia adalah amalannya”. [Riwayat Imam Malik, 2/796].

 

13. Pusat Negeri Islam adalah Syam

Dari Salamah bin Nufail ra. bahwa Rasulullah ﷺ bersabda : “Pusat negara kaum Mukmin adalah di Syam”. [ HR. ath-Thabrani ]

Telah berbicara kepada kami al-Hakam bin Nafi’ : telah berbicara kepada kami Ismail bin Ayyas, dari Ibrahim bin Sulaiman, dari al-Walid bin Abdurrahman al-Jurasyi, dari Jubair bin Nufair bahwa Salamah bin Nufail menceritakan dirinya yang datang menemui Rasulullah ﷺ dan berkata :

“Aku bosan merawat kuda perang, aku meletakkan senjataku dan perang telah ditinggalkan para pengusungnya. Jadi, tak ada lagi perang.”

Rasulullah ﷺ bersabda : “Sekarang telah tiba saat berperang. Ingat, akan selalu ada satu kelompok di tengah umatku yang unggul melawan musuh-musuhnya, Allah sesatkan hati-hati banyak kalangan untuk kemudian kelompok tersebut memerangi mereka, dan Allah akan memberi rizki dari mereka (berupa ghanimah) hingga datang keputusan Allah (kiamat) dan mereka akan selalu demikian adanya. Ketahuilah, pusat negara Islam adalah Syam. Kuda perang terpasang tali kekang di kepalanya (siap perang), dan itu membawa kebaikan hingga datangnya kiamat.” [ HR. Imam Ahmad ]

 

14. Tempat Munculnya Pasukan Pilihan

Di sinilah berkumpulnya pasukan yang sangat kuat bagi kaum muslimin di akhir zaman.  Rasulullah ﷺ bersabda : ‘Jundun fi Syam wa jundun fil Iraq wa jundun fil Yaman.  [  Tentara di negeri Syam, tentara di Iraq, dan tentara di Yaman ]   Ini 3 wilayah yang Rasulullah ﷺ sebut bahwa di sinilah berkumpulnya pasukan yang sangat kuat bagi kaum muslimin di akhir zaman.

Kemudian sahabat yang meriwayatkan yaitu Abdullah bin Hawala mengatakan bahwa, “Ya Rasulullah, khir khulana. Ya Rasulullah ﷺ, pilihkan untuk kami negeri mana satu dari 3 negeri ini yang kau pilihkan untuk kami.

Rasulullah ﷺ mengatakan : ‘Alaikum bi Syam, pilihlah negeri Syam itu artinya dari 3 tempat ini, maka Syam yang paling istimewa dari ketiganya’

Rasulullah ﷺ kemudian menyampaikan kalau tidak Syam maka pilihlah Yaman. “Tapi memang kalian harus berhati-hati dengan ke Yaman, maka Rasulullah ﷺ tetap mengatakan bahwa kalau bisa kalian memilih negeri Syam. Itu artinya bahwa tentara muslimin, mujahid, di negeri Syam adalah mujahid terkuat yang akan dimiliki muslim di akhir zaman’.”

Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda : Jika telah terjadi banyak peperangan besar [ di akhir jaman ] Allah akan mengeluarkan  sebuah pasukan mantan budak dari kota Damaskus.  Mereka bangsa Arab yang paling baik kuda dan persenjataannya.  Allah akan menegakkan agama ini melalui perantaraan mereka” [ HR Ibnu Majah dan al Hakim ]

 

15. Tempat Berkumpulnya manusia pada hari Kiamat dan berlindung dari api Hadramaut

Dari Abu Dzar رضي الله عنه ; Rasulullah ﷺ bersabda :

[الشَّامُ أَرْضُ الْمَحْشَرِ ، وَالْمَنْشَرِ [مسند البزار: صححه الألباني

Syam adalah negeri tempat manusia berkumpul dan dibangkitkan (pada hari kiamat)”. [Musnad Al-Bazzar: Sahih]

Dari Abdullah bin Umar رضي الله عنه ; Rasulullah ﷺ bersabda :

«سَتَخْرُجُ نَارٌ مِنْ حَضْرَمَوْتَ أَوْ مِنْ نَحْوِ بَحْرِ حَضْرَمَوْتَ قَبْلَ يَوْمِ القِيَامَةِ تَحْشُرُ النَّاسَ»

“Akan keluar api dari Hadramaut atau dari arah laut Hadramaut sebelum datang hari kiamat yang akan mengumpulkan manusia”

Sahabat bertanya : Ya Rasulullah, lalu apa yang engkau perintahkan pada kami?

«[عَلَيْكُمْ بِالشَّامِ» [سنن الترمذي: صححه الألباني

“Menetaplah kalian di negeri Syam”. [Sunan Tirmidziy: Sahih]

Sayyidah Maimunah ra bertanya kepada Rasulullah ﷺ : “Wahai Rasulullah, berikanlah fatwa kepada kami tentang Baitul Maqdis!”

Rasulullah ﷺ menjawab, “Baitul Maqdis adalah negeri padang mahsyar dan negeri kiamat. Datanglah kalian ke Baitul Maqdis dan shalatlah di sana, karena satu kali shalat di Masjid Al-Aqsha sama dengan seribu kali shalat di masjidmasjid selainnya.”

Maimunah bertanya lagi, “Bagaimana jika aku tidak bisa datang ke sana? Apa yang harus aku lakukan wahai Rasulullah?”

Rasulullah ﷺ menjawab, “Kirimkan minyak yang digunakan untuk menerangi lampu yang ada di Baitul Maqdis. Siapa yang melakukannya, maka dia seperti orang yang mendatanginya”.

[HR Ahmad & Ibnu Majah]

Washalallahu ‘ala nabiyina Muhammad wa ‘ala alihi wa ash-habihi ajma’in.

Catatan Kaki :

[1] Sunan Abi Dawud; Musnad Ahmad; Shahih Ibn Hibban,16:295; al Hakim, al-Mustadrak, 4:510; al Bayhaqi, Sunan al-Kubra, 9:179 ].

[2] Shahihut-Targhib wat-Tarhib, karya al Albani, halaman 3/192 –196.

[3]. Jami’ul Bayan, 15/22.

[4]. Silahkan lihat Taisirul Karimir Rahman, 453.

[5] Hadits shahih li ghairihi. Lihat Shahihut-Targhib wat-Tarhib, no. 3089

[6] Shahihut-Targhib wat-Tarhib, no. 3092

[7]  Ath-Thaifah al Manshurah wal Biladil Muqaddasah, Majalah al Ashalah, Edisi 30, Th. V, halaman

Wallahu a’lam bishowab Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
. .