بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dikalangan kaum munafik, seperti mereka yang disebut Islam Liberal – Sekuler, apa apa yang disunnahkan Rasulullah, seringkali ditanggapi dengan ejekan dan hinaan.  Itu sudah lumrah dalam adab mereka.

Contohnya adalah ketika kita berbicara tentang kurma.  Maka tanggapan mereka tak lebih dari ejekan sinis dan bahan lelucon,  Dan inilah obrolan tentang kurma [ red : ini kisah nyata ] yang muncul dikalangan mereka :

Beberapa waktu lalu, saya berkunjung ke rumah seorang teman—kebetulan dia baru pulang dari al-Azhar, Cairo. Saya disuguhi kopi dan kurma, yang katanya dibawa langsung dari Timur Tengah.

“Ayo akhi, kurmanya dimakan, ini makanan Rasulullah Muhammad (saw.)”, katanya. Sambil mencicipinya, saya jawab, “Ya, ini juga makanan Abu Jahal, Abu Lahab, Musailamah “al-Kadzab”, Aswad al-Unsy”, kata saya. Sang teman lantas tertawa lepas.

Ketika orang orang munafik itu menyebut nama Abu Jahal, Abu Lahab, Musailamah dst sebagai juga pemakan kurma, pada saat itulah mereka tengah melecehkan kurma dan mendudukannya menjadi makanan ‘sampah’.  Tentu saja kurma dimakan juga oleh Abu Jahal dkk.  Jangankan Abu Jahal, anjingpun [ bahkan babi sekalipun] jika dilempari kurma, tentu akan dimakannya juga kan?

Jadi apa maksud kaum munafik itu menyebut Abu Jahal dan Abu Lahab juga memakan kurma kecuali untuk merendahkan dan menghinakan kurma sebagai salah satu makanan kesukaan Rasulullah ?  Tidak lain dan tidak bukan, hanyalah ingin mengecilkan nilai kurma itu sendiri.

Padahal, kalau mau ditelaah lebih dalam, bisa juga toh Abu Lahab [ meski memakan kurma ] tapi tidak menyukainya bukan?

Adakah yang bisa memastikan bahwa Abu Jahal juga memakan kurma?  Kalau pun Abu Jahal memakan kurma, apakah itu akan menjadikan kurma rendah nilainya ?

Sekarang tanyakan kepada kaum munafik itu, apa makanan kesukaan mereka.  Jika dijawab pizza [ misal ] maka lemparkan pizza itu ke segerombolan babi.  Niscaya babi itu juga akan memakan pizza.  Lantas, apakah kemudian kita juga akan menyebut pizza juga makanan babi?

Kaum munafik amat senang memainkan logika.  Mereka seakan akan berlogika dengan tepat, tapi sejatinya hanyalah menggunakan rumus : adu saja kebenaran itu dengan kebiasaan umum.  Maka bisa dipastikan, orang akan lengah untuk menyadari kekeliruaan mereka.

Sebut saja bahwa kurma itu juga makanan Abu Lahab, Abu Jahal, dan seribu manusia kafir lainnya.  Maka untuk sesaat, orang orang akan langsung menilai rendah pada kurma tersebut.  Jika sudah seperti itu, apakah orang orang yang semula terjerumus dengan logika sesat kaum munafik itu, bisa sadar atau malah semakin terjerumus, itu tergantung dari banyak faktor.

Salah satu faktor yang bisa menyadarkan mereka adalah cahaya iman dalam dada dada mereka.  Kemudian nasehat dari sesama kaum muslim.

Kurma disebut dalam Al Quran

Ada sekitar 21 makanan terbaik yang disebut Allah Ta’ala dalam Al Quran.  Salah satunya adalah kurma.  Dalam Al Quran, kurma disebut dengan lafadz pohon kurma : an – Nakhl, an-Nakhiil atau an-Nakhlah.

Ayat tentang kurma dapat dikaji dan dipelajari sendiri di dalam Al-Quran di surat :

  • Ar-Rahman: 11;
  • Al-Qaf:10 ;
  • Yaasiin: 67 ;
  • Ar-Ra’du: 4 ;
  • Maryam: 25-26 (Dalam menjelaskan ayat ini Ibnu Katsir rahimahullah membawakan perkataan ‘Amr bin Maimun di dalam tafsirnya : ‘Tiada sesuatu yang lebih baik dari perempuan nifas kecuali kurma kering dan kurma basah’.) ;
  • Maryam :23;
  • Al-Baqarah: 266;
  • Al-An’am: 99;
  • Al-An’am: 141;
  • An-Nahl: 11;
  • An-Nahl: 67;
  • Al-Isra’: 91;
  • Al-Kahfi:32;
  • At-Taha: 71;
  • Al-Mu’minun: 19;
  • Yaasiin: 34;
  • Qamar: 20;
  • Ar-Rahman: 68;
  • Al-Haaqah: 7 dan
  • ‘Abasa: 29

Selain disebut dalam Al Quran, juga sering disebut dalam hadis hadis Nabi.  Apa saja hadis hadis tersebut, sila baca Kurma Dalam Hadis Hadis Rasulullah.

Namun, jelas sekali, kaum munafik tidak akan pernah berhenti untuk melecehkan Rasulullah dan Islam, menghinakan dan merendahkan.  Bagi mereka, apa apa yang menjadi kesenangan Rasulullah, tidak bisa serta merta menjadi keharusan untuk ditiru oleh umat.  Mereka sering menyebut sunnah Rasulullah dengan kata kata : itu hanya kebiasaan orang Arab, budaya Arab yang tidak sesuai dengan budaya kita. dst … dst …

Mereka lupa, kurma disebut dalam Al Quran.  Dan bukan semata mata mengikuti kesenangan Rasulullah akan kurma.  Mereka juga lupa, kesenangan Rasulullah adalah juga kesenangan Allah.  Karena seluruh prilaku Rasulullah, adalah gambaran dari Al Quran, sabda Ilahi.  Rasulullah tidak pernah melakukan sesuatu, kecuali atas ijin Allah Ta’ala.

Mereka amat takut jika umat senantiasa meniru dan menerapkan perilaku Rasulullah dalam kehidupan sehari hari.  Sehingga mereka akan melakukan berbagai macam cara menjauhkan umat dari sunnah sunnah Rasulullah.

Tentu saja bukan sebuah kewajiban untuk menyukai kurma, karena tidak semua umat suka akan rasa kurma.  Tapi tidak suka itu bukan berarti melupakan khasiat kurma bagi kesehatan.   Atau bahkan melecehkannya.

Begitulah kaum munafik selalu berusaha membuat kita lupa akan telah dicontohkan Rasulullah.  Sehingga lama kelamaan kita juga bisa lupa akan ajaran inti agama Islam.  Wallahu alam bishowab.  Semoga Allah Ta’ala sellau menjaga dan menguatkan kita. Amin.

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

.