Kapan tepatnya Rasululullah lahir dan wafat, memang ada perdebatan dikalangan ulama ahli sejarah.

Namun kenyataan menunjukkan bahwa para ulama tidak banyak memberikan perhatian terhadap tanggal kelahiran Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam.  Berbeda dengan penentuan kapan wafatnya Nabi yang semua ulama [ meski ada perbedaan ] sepakat dengan tanggal wafatnya Rasulullah.

Mengapa?

Karena penentuan kapan beliau dilahirkan sama sekali tidak terkait dengan hukum syariat.  Tanggal lahir Rasulullah tidak menimbulkan dampak syariat apapun.

Karena ketika Rasulullah dilahirkan, beliau tidak langsung menjadi nabi.  Dan tidak ada wahyu yang turun di saat beliau dilahirkan. Beliau baru diutus sebagai seorang nabi di usia 40 tahun lebih 6 bulan.

Berbeda dengan hari wafatnya Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam.  Seolah para ulama sepakat bahwa hari wafatnya beliau adalah tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 H.

Perhatian para ulama mengenai hari wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat besar.  Karena wafatnya beliau berhubungan dengan hukum syariat.

Wafatnya beliau merupakan batas berakhirnya wahyu Allah yang turun. Sehingga tidak ada lagi hukum baru yang muncul setelah wafatnya beliau shallallahu ‘alahi wa sallam.

 

Tanggal Lahir

Pertama : Tahun Kelahiran

Jumhur ulama sepakat bahwa Rasulullah lahir pada tahun terjadinya penyerangan pasukan gajah.  Namun ditahun berapakah hal itu terjadi, itu yang menjadi perdebatan ulama ahli sejarah.

Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma’ad berkata,

لا خلاف أنه ولد صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بجوف مكّة ، وأن مولده كان عامَ الفيل .

“Tidak ada khilaf di antara para ulama bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir di kota Mekkah. Dan kelahirannya adalah di tahun gajah.”

 

Kedua : Bulan Kelahiran

Pendapat yang paling masyhur, beliau dilahirkan di bulan Rabi’ul Awwal. Ini adalah pendapat mayoritas ulama, bahkan dikatakan oleh Ibnul Jauzi sebagai kesepakatan ulama.

Namun ada sebagian yang berpendapat bahwa beliau dilahirkan di bulan Shafar, Rabi’ul Akhir, atau  Muharram tanggal 10 [ hari Asyura ]. Sebagian  berpendapat Rasulullah lahir di bulan Ramadhan. Karena bulan Ramadhan adalah bulan di mana beliau mendapatkan wahyu pertama kali dan diangkat sebagai nabi. Pendapat ini bertujuan untuk menggenapkan hitungan 40 tahun usia beliau shallallahu ‘alahi wa sallam ketika beliau diangkat sebagai nabi.

Ketiga : Hari Kelahiran

Disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim bahwa Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam pernah ditanya tentang puasa hari senin.

Kemudian beliau menjawab, “Hari senin adalah hari dimana aku dilahirkan dan pertama kali aku mendapat wahyu.”

Akan tetapi para ahli sejarah berbeda pendapat tentang tanggal berapa Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam dilahirkan. Di antara pendapat yang disampaikan adalah: Hari senin Rabi’ul Awal [ tanpa ditentukan tanggalny ], tanggal 2 Rabi’ul Awal, tanggal 8, 10, 12, 17 Rabiul Awal, dan 8 hari sebelum habisnya bulan Rabi’ul Awal.

Pendapat yang Lebih Kuat

Berdasarkan penelitian ulama ahli sejarah, Syeikh Shafiyuurrahman al Mubarokhfury penulis kitab “ar Rahiq al Makhtum” [ yang mendasari pendapatnya kepada hasil penelitian seorang ulama terkenal yang bernama, Muhammad Sulaiman al Manshurfury ] dan peneliti astronomi, Muhammad Basya. isimpulkan bahwa Rasulullah lahir hari senin pagi.  Bertepatan dengan permulaan tahun dari peristiwa penyerangan pasukan gajah dan 40 tahun setelah kekuasaan Kisra Anusyirwan.  Juga  bertepatan dengan 20 atau 22 april tahun 571 M.  Dan hari senin tersebut bertepatan dengan tanggal 9 Rabi’ul Awal. [ Ar Rahiqum Makhtum ].

Sementara itu Ibnu Ishaq lebih memilih pendapat yang menyebutkan bahwa kelahiran Nabi saw adalah pada tanggal 12 Rabiul Awal di tahun gajah. Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan hal ini dari Jabir, ibnu Abbas dan yang lainnya. Mereka juga menyebutkan bahwa inilah yang masyhur.

Tanggal Wafat

Berbeda dengan tanggal kelahiran, para ulama ahli sejarah sepakat menyatakan bahwa beliau meninggal pada hari senin tanggal 12 Rabi’ul Awal tahun 11 H atau 8 Juni 632 M. dalam usia 63 tahun lebih empat hari.

 

 

Jika ada pertanyaan, tanggal 12 Rabi’ul Awal itu lebih dekat sebagai tanggal kelahiran Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam ataukah tanggal wafatnya beliau shallallahu ‘alahi wa sallam?

Orang yang memiliki pengetahuan sejarah akan mengatakan bahwa tanggal 12 Rabi’ul Awal itu lebih dekat pada hari wafatnya Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam. Karena dalam masalah tanggal kelahiran para ulama ahli sejarah berselisih sementara dalam masalah wafatnya tidak ditemukan adanya perselisihan.

Setelah kita memahami hal ini, bisa kita tarik kesimpulan bahwa tanggal 12 Rabi’ul Awal yang diperingati sebagai hari kelahiran Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam pada hakikatnya lebih dekat pada peringatan hari wafatnya Nabi yang mulia Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam.

Oleh karena itu, sikap sebagian besar kaum muslimin yang selama ini memperingati hari maulid Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam sebenarnya mirip dengan tindakan kaum Nasrani dalam memperingati tanggal 25 Desember. Mereka beranggapan bahwa itu adalah tanggal kelahiran Yesus padahal sejarah membuktikan bahwa Yesus tidak mungkin dilahirkan di bulan Desember.

Dengan alasan apa lagi kita hendak merayakan 12 Rabi’ul Awal sebagai peringatan maulid ?

Wallahu’alam bi showab.