بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Mawlana Syekh Ali Jum’ah telah mengajarkan salah satu kaidah penting dalam memahami bahasa Arab sebagai ilmu yang sangat penting dalam memahami Agama Islam.

Kaidah ini berbunyi :

اللغة تُنْقل بمبانيها ومعانيها

Bahasa Arab itu harus dipahami secara lengkap, baik dalam bentuk (struktur kata) dan juga maknanya (cara memahaminya).

Al Quran diturunkan dengan lisan `aroby, yaitu cara pemahaman asli bahasa Arab yang jelas. Pemahaman ini adalah parameter pemahaman kita pada dua sumber primer hukum Islam, al Quran dan hadis. Maka bahasa ini harus dijaga dengan sangat utuh dan detail. Karenanya, para ulama mempelajari, menjaga dan mengajarkan bahasa dengan sangat detail, mencakup dua aspek utama, struktur kata dan arti yang mencakup cara pemahaman, agar bahasa ini terus ABSOLUT dan menjadi referensi serta parameter pemahaman umat Islam sepanjang sejarah.

Sangat penting memahami bahwa bahasa ini absolut sehingga pemahaman umat Islam terhadap al Quran dan hadis terus stabil. Ini berarti bahwa usaha para ulama yang sangat besar dalam bahasa Arab didasari oleh kecintaan mereka terhadap Islam, bukan karena kecintaan mereka kepada bangsa Arab sebagai bangsa Arab.

Kalau para ulama ingin melayani bangsa Arab, maka mereka akan menulis ilmu nahwu sesuai jumlah kabilah besar Arab yang ada enam suku utama. Namun ternyata hanya ada satu ilmu nahwu.  Yaitu ilmu nahwu yang porosnya adalah bahasa al Quran. Begitu juga kita belajar bahasa Arab bukan untuk menjadi orang Arab, namun -lebih dari itu- untuk membentuk karakter sejati kita sebagai umat Islam.

Dalam menjaga struktur kata bahasa Arab, para ulama telah melahirkan banyak ilmu, seperti :

– Ilmu imla’ yang mengajarkan penulisan kata
– Ilmu makharijul huruf yang mengajarkan cara pengucapan huruf
– Ilmu tajwid yang mengajarkan cara pengucapan kalimat
– Ilmu al-ashwat wal lahajat yang mengajarkan berbagai logat atau gaya pengucapan sebuah kata –
– Ilmu sharf yang mengajarkan struktrur serta pengolahan kata
– Ilmu nahwu yang mengajarkan cara pengucapan akhir kata, serta posisinya dalam perkataan.
Dan ilmu-ilmu lain yang berhubungan dengan hal ini.

Sementara dalam menjaga arti dan pemahaman bahasa Arab, para ulama telah melahirkan banyak ilmu, seperti :

– Ilmu matnul lughah yang mengajarkan arti sebuah kata
– Ilmu fiqhul lughah yang mengajarkan keunikan kata
– Ilmu bayan yang mengajarkan cara bahasa Arab dalam mengungkapkan satu ungkapan dengan banyak cara
– Ilmu ma`any yang mengajarkan cara menyesesuaikan ungkapan dengan situasi
– Ilmu badi yang mengajarkan cara menghias kata atau ungkapan dengan indah
– Ilmu adab wa naqd yang mengajarkan cara mendalami sastra dan kritik sastra.
– Ilmu Ushul Fiqh yang salah satu landasan utamanya adalah ilmu-ilmu bahasa.
Begitu juga ilmu-ilmu lain yang berhubungan dengan hal ini.

Mari kita memahami contoh berikut :
Mana yang benar :

a. (aku bersama guruku) atau :

b. (guruku bersamaku), atau mungkin semuanya benar?

Mungkin dalam budaya bahasa kita semuanya benar, sehingga ketika kita mengungkapkannya dalam bahasa Arab kita juga masih menggunakan BUDAYA KITA.

Namun jika kita tanyakan kepada budaya asli bahasa Arab, apakah :

a. ( أنا مع شيخي ) atau :

b. ( شيخي معي )

maka pasti yang benar adalah yang pertama, karena BUDAYA ASLI ARAB mengatakan :

ما بعد (مع) هو المعَظَّم

Yang ada setelah kata ‘bersama’ harus yang dihormati.
Dalam hal ini yang dihormat adalah ‘guru’, maka ia datang setelah ‘bersama’.

Lihatlah perbedaan budaya dalam memahami dan mengungkapkan..!!

Dengan sedikit saja kita mengetahui ini kita dibuat ‘baper’ dan terpukau oleh keindahan dan kelembutan Allah ﷻ saat berfirman dalam Al Quran surat Al Baqarah [2] ayat 153 :

إن الله مع الصابرين

Sesungunya Allah BERSAMA orang-orang sabar.

Lihatlah, siapa yang Allah sebut setelah ‘bersama’…?!

Jika al Quran ini perkataan orang Arab, maka dia PASTI akan berkata :

إن الصابرين مع الله

(Sesungguhnya orang-orang sabar bersama Allah) karena budayanya sebagai orang Arab pasti akan meletakkan yang lebih agung setelah ‘bersama’, yaitu Allah ﷻ .

Ya, hanya Allah saja Sang Maha Agung yang bisa mengatakan إن الله مع الصابرين karena hanya Allah yang mengagungkan orang sabar dengan cara ungkapan yang sangat indah ini yang tidak mungkin dikatakan oleh manusia yang ber-lisan `aroby sekali pun.!!

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ