Selasa, 13 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah atau 633 Masehi. Pagi hari.

Selesai memberikan ikrar kepada Abu Bakar dan urusan khalifah bisa terselesaikan, kini orang segera bergegas lagi kembali ke rumah Aisyah.

Kali ini hendak mengurus jenazah beliau.  Mmenyelenggarakan pemakaman Rasulullah.

 

Selanjutnya yang bertindak memandikan Nabi ialah keluarganya yang dekat. Yang pertama sekali

  • Ali bin Abi Talib,
  • Abbas bin Abdul Muttalib serta kedua puteranya,
  • Fadhal bin Abbas
  • Qutham bin Abbas
  • Usamah bin Zaid [ anak dari Zaid bin Haritsah, anak angkat kesayangan Rasul ]
  • dan Syuqran, pembantu Nabi,

Ketika akan dimandikan, terjadi juga perbedaan pendapat.  Apakah baju yang sedang dipakai Nabi akan dilepas sebagaimana jika memandikan jenazah pada umumnya, ataukah tidak.

Namun kemudian mereka sepakat baju gamis Nabi tidak dibuka, jadi Nabi dimandikan dengan baju gamis itu.

Mereka tidak melepaskan baju itu dari (badan) Nabi. Dalam pada itu mereka juga mendapatkan Nabi begitu harum, sehingga Ali berkata: “Demi ibu bapaku! Alangkah harumnya engkau di waktu hidup dan di waktu mati.”

Syuqran bertindak menuangkan air sedang Ali yang memandikannya berikut baju yang dipakainya. Ali menyandarkan tubuh beliau ke dadanya, sedang Abbas dan Qutsam membolak balikkan badan Nabi bersama Ali.

Usamah dan Syuqan menyiramkan air, Ali yang menggosok jenazah beliau dari luar gamis karena jenazah Nabi disandarkan di dada Ali.

Sehingga tidak sedikitpun aurat Nabi terlihat sedikitpun sebagaimana jenazah orang lain.