Selasa, 13 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah atau 633 Masehi. Pagi hari.

Selesai dimandikan dengan mengenakan baju yang dipakainya itu, jenazah Nabi dikeringkan baru kemudian dikafani.

Nabi dikafani dengan tiga lapis pakaian: dua Shuhary [ sejenis kain putih bersih yang terbuat dari kapas, hasil tenunan sebuah kampung di Yaman ] dan satu pakaian jenis Burd Hibarah [ semacam kain yang bersulam, juga buatan Yaman ] dengan sekali dilipatkan.

Jadi selain dengan gamis yang dikenakan belliau, Nabi juga dikafani dengan 3 lapis kain.

Selesai penyelenggaraan dengan cara demikian, jenazah dibiarkan di tempatnya, dan tidak disentuh sentuh lagi.

Pintu pintu kemudian dibuka untuk memberikan kesempatan kepada kaum Muslimin, yang memasuki tempat itu dari jurusan mesjid, untuk mengelilingi serta melepaskan pandangan perpisahan dan memberikan doa selawat kepada Nabi. Kemudian mereka keluar lagi dengan membawa perasaan duka dan kepahitan yang dalam sekali, yang sangat menekan hati.