بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Setelah sukses menyelenggarkan Kongres I Zionis di Basel, Swiss tahun 1897, Theodor Herzl menyogok Sultan Abdul Hamid II dengan uang 35 juta lira emas.

Herzl yang merupakan tokoh utama gerakan Zionisme asal Hungaria ini menjanjikan akan membangun benteng pertahanan bagi khilafah Turki Utsmani dan pelunasan utang luar negeri.

Semua itu hanya dengan 1 syarat, yakni : agar Sultan mencabut larangan bagi Yahudi untuk menetap di Palestina [tak lebih dari 3 bulan agar Yahudi bisa ke sana ].  Namun Sultan Abdul Hamid menolak diplomasi Theodor Herzl dan mengirimkan memorandum yang gagah berani, yang berbunyi :

“Saya takkan melepaskan tanah Palestina meski sejengkal, sebab tanah itu bukan milik saya namun milik umat, yang mereka dapatkan dengan perjuangan dan tetesan darah.

Simpanlah uang kalian. Bila khilafah hancur dan musnah suatu hari, sesungguhnya kalian bisa mengambilnya tanpa sepeserpun uang yang kalian bayarkan untuk tanah itu.

Namun selagi hayat masih dikandung badan lalu kalian tusukkan pisau di jasad saya, sesungguhnya itu lebih mudah bagi saya, daripada saya harus menyaksikan Palestina terlepas dari khilafah Islam. Dan saya yakin ini takkan pernah terjadi selama saya masih hidup, sebab saya tak mampu menahan sakitnya badan saya dikoyak koyak sedang saya masih bernapas”.

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ