بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Allah Ta’ala berfirman dalam Al Quran surat At Taubah [9] ayat 23 :

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا آبَاءَكُمْ وَإِخْوَانَكُمْ أَوْلِيَاءَ إِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى الإيمَانِ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ 23

Hai orang orang yang beriman

Janganlah kamu jadikan bapak bapak dan saudara saudaramu [menjadi] pemimpin pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.

Ayat diatas sekali lagi memperkuat, bahwa memilih pemimpin haruslah hati hati.  Jangankan orang orang kafir, orang orang seiman saja, bila mengutamakan kekafiran atas keimanan, maka Allah Ta’ala melarang kaum mukminin untuk memilih mereka menjadi pemimpin.  Bila itu dilakukan, maka kita akan termasuk dalam golongan orang orang yang lalim.

Wallahu a’lam bil showab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

..