بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Al Jazeerah atau Al Jazirah rupanya membangkitkan kemarahan sedikitnya 5 negara negara Arab.  Kantor media ini bahkan telah resmi diblokir di Mesir, menyusul Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab.  Dan sekarang giliran Israel yang menyatakan kegeraman bahkan telah bersumpah akan menutup media penyiaran Aljazirah melalui undang-undang.

Sumpah itu tercetus lewat mulut Menteri Komunikasi Israel Ayoob Kara.  Ia menilai Aljazirah sebagai media yang menyebarkan hasutan kebencian, perpecahan serta mendukung gerakan teroris.

Kara mengatakan dia akan menggelar pertemuan dengan pejabat Kementerian Komunikasi Israel untuk mendiskusikan dan membahas rencana ini. Menurutnya, Israel akan mengikuti langkah yang diambil beberapa negara Arab untuk menutup Aljazirah dari negaranya.

“Di Israel tidak ada tempat untuk saluran (media) yang mendukung teror, sama seperti di Arab Saudi, Mesir, Yordania, Bahrain, dan lainnya yang telah mendepak saluran (Aljazirah) yang menghasut itu,” ujar Kara seperti dilaporkan laman Al Araby, Senin(31/7).

Kita harus bergabung dan bekerja sama dalam perang melawan saluran yang memberitakan teror, katanya menambahkan. Israel telah berulang kali menuding Aljazirah menurunkan laporan yang bias dalam konflik Israel dan Palestina.

Pekan lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menyatakan bahwa dirinya ingin mengusir Aljazirah di tengah ketegangan yang terjadi di kompleks Masjid Al Aqsha di Yerusalem. Aljazirah sendiri telah mengecam seruan Israel untuk menutup salurannya di negara tersebut.

Lewat akun twitter mereka, Al Jazeera menulis ; To those who demand that Al Jazeerabe shut down, and people’s right to the truth be suppresed.  We too have demands. #DemandPressFreedom

Mereka juga menegaskan bahwa tuduhan yang dilayangkan Israel kepada Aljazirah merupakan tuduhan yang sewenang-wenang dan merupakan pernyataan bermusuhan. Di tengah krisis Teluk, empat negara Arab, yakni Arab Saudi, Mesir, Bahrain, dan Uni Emirat Arab, dalam salah satu tuntutannya, juga meminta Qatar untuk menutup Aljazirah.

Keempat negara menilai Aljazirah merupakan media yang menyebarkan kebencian dan hasutan, serta mendukung gerakan teror. Kendati demikian, Qatar tidak memenuhi tuntutan tersebut. Doha menilai tuntutan yang diajukan empat negara Arab kepadanya merupakan intervensi terhadap kedaulatan Qatar.

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ